Alam Hikmah

Berlangganan

Masukkan Email Anda :

Slideshow

  • Seni Keindahan Tasawuf dari Masa-Kemasa

    Tersirat butir-butir keindahan ungkapan yang penuh bermakna dari sebuah ketasawufan, sebab NOL bukanlah angka dan bukanlah nilai, tapi NOL merupakan ungkapan jiwa karena kesempurnaan Ma'rifat

  • “Siapakah Pengikut Sejati Beliau Muallif Ra?

    Masih adakah “Pengamal Wahidiyah” sebagai pewaris sifat, sikap serta akhalaqul karimah Beliau untuk mengembalikan sesuatu yang sudah pudar untuk membawa diri ini menuju kemurnian jiwa hamba seperti yang dulu ditanam oleh Mbah Yahi Ra?

  • “Arofah” Refleksi Menemukan Jati Diri

    Pada tanggal 9 Dzulhijjah, semua hamba Allah yang dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji berjuang untuk mengenal jati dirinya sebagai hamba yang lemah dan tiada wujud di Padang Arofah yang merupakan puncak ritual ibadah haji

  • Ternyata Dunia Adalah “Kubangan Syirik” (Petuah Dasyat dari Sang Prof)

    Ingat..!!!
    Dunia itu indah dan memikat, tapi perlu diketahui dunia merupakan kubangan kesyirikan dan kekufuran,Kita ingin keluar dari syirik tapi kita dalam kesyirikan, Kita takut kufur tapi sudah dalam kekufuran, Karena selama kita masih merasa AKU maka dialah merupakan kekufuran dan kesyirikan kepada TuhanNya

  • Dasyatnya “KEKUATAN INTI”, Merubah Dunia Menjadi Surga!

    KEKUATAN INTI inilah bukan merupaka suatu materi, suatu unsur, dan bukan merupakan suatu rohani, karena ketika ada materi, unsur dan rohani, maka bukan lagi disebut sebagai inti, karena semakin inti kekuatan itu semakin lebur, tidak ada

  • Pengalaman Sang Professor Bertemu dengan Rasulullah Saw (Sebuah Kisah Nyata)

    Kisah ini terjadi malam Rabu,16 April 1996 Saya yang hina bermimpi bertemu yang mulia Rasulullah Saw: Beliau bersabda, Bagaimana cintamu kepada Rasulullah Saw bila dibandingkan dengan negara dunia seisinya?

  • Pengalaman Sang Professor 2 Kali Menemui Ajal (Sebuah Kisah Nyata)

    Tak terelakkan ujian demi ujian datang silih berganti saat itu juga, ujian berupa anak, istri, harta, bahkan diri kita sendiri merupakan ujian yang terbesar yang akan menjegal lolos dari iman. Sang Prof berkata “Ternyata sakaratul maut yang paling berat ketika ada di hati”

  • Dialog Mengerikan Antara Roh dan Jasad

    Akhirnya ketika sangka-kala ditiup dengan pekaknya, jasad terbangun dari kuburnya, tibalah saat pertemuan menegangkan antara roh dan jasad terjadi

  • Petuah Sang Profesor

    "Jangan Engkau berhandai-handai batu akan menjadi emas, jika kebencian kepada siapapun yang ada pada dirimu belum kau rubah menjadi kasih sayang"

19 Februari 2012

Rindu Kami Yaa Rasul - Edisi Spesial Cinta Rasul

Download sekarang juga kajian Hikmah dari Sang Prof..!!! 
Edisi Spesial Cinta Rasul (Peringatan Maulid Nabi Saw) 
Tema     : "Rindu Kami Yaa Rasul"
Edisi ke   : 95
Tanggal   : Minggu, 19 februari 2012
Jika bermanfaat tolong share/sebarkan kajian hikmah ini
###
Follow twitter : @alamhikmah
Follow fb fanpage: hikmah sepanjang masa
Read More "Rindu Kami Yaa Rasul - Edisi Spesial Cinta Rasul"

18 Februari 2012

Curhat Eyang Geni - (Si Iblis dalam Penjelmaan) didalam Bumi Kerendahan “Alam Hikmah”

Curhat Eyang Geni - (Si Iblis dalam penjelmaan) didalam bumi kerendahan “Alam Hikmah”:

PESAN BUAT CUCU-CUCUKU!

Cucuku….!!! aku bangga melihat kamu makin besar dan makin pandai, dan aku bahagia melihat kau selalu bertengkar dengan saudara-saudaramu, berebut sesuatu kebenaran dengan BERBAJU FITNAH, ANARKISME dan BERMAHKOTAKAN KEAKUAN, teruskan nak…, hancurkan dunia ini, kamu mampu....!!!

Sebarkan pesan ini keseluruh penjuru dunia, tunjukkan sejatinya siapa dirimu, aku bangga melihat engkau, aku bahagia melihat sikapmu itu, karena Eyangmu ini adalah IBLIS PENJELMAAN yang kau nanti-nantikan dan yang kau cintai….! (EYANG GENI)

Cucuku yang ada di wahidiyah…!!!  aku bangga sekali ketika engkau berulah tidak seperti PEMBIMBINGMU sehingga langkahmu menebar fitnah dan membuat kerusakan dimana-mana..!!! bertengkarlah terus nak, buat susah Muallif RA wahai cucuku!

Kamu juga mampu nak merusak perjuangan agung ini, mujahadahmu sehari semalam berapa kali? itupun kau gunakan hatimu atau tidak? atau hanya bungkusnya saja yang bermujahadah? betapa bahagianya diri Eyang ini kalau mujahadahmu hanya bungkusnya saja (lahirnya) dan semuanya penuh kepalsuan.

Cucuku…!!! yang kutakuti dizaman ini adanya a’wan-a’wan sejati yang akan datang untuk memenggal lehermu dengan senjata LILLAH BILLAH dan LIRROSUL BIRROSUL yang murni, sehingga kau kembali sadar kepadaNya dan kembali dalam ajaranNya.

Cucuku…!!! Kalau kau memang mencintaiku, jauhilah SI A’WAN PECUNDANG itu, dia datang membawa kerendahan, dia pilih diam daripada fitnah, dia banyak menangis memikirkan penderitaan umat, dia tidak pernah lepas dari orang tua rohaninya yang bernama Muallif RA itu.

Ketika kau berhadapan dengan dia, kedamaian dan hikmah yang ia suguhkan, dia selalu berada dibumi kerendahan.

Ingat cucuku, Jauhilah dia….!!! Bila perlu tebar fitnah akan dia, kalau kau masih mencintai eyangmu.

Aku ingin kau menemaniku selama-lamanya, didalam MAGHLIGAI API dikota indah JAHANNAM!

Kau kutunggu cucuku, jauhilah Muallif RA dan a’wan - a’wan sejati itu, kalau kau masih mencintai dan ingin menemuiku.

Aku selalu merindukanmu………!!!!

.

Kakekmu, Eyang Geni - (Si Iblis dalam penjelmaan)

Dalam bumi Ketenaran dan Keakuan.

Read More "Curhat Eyang Geni - (Si Iblis dalam Penjelmaan) didalam Bumi Kerendahan “Alam Hikmah”"

11 Februari 2012

Wahai Kesatria-Kesatria Wahidiyah, Dimanakah Kalian Berada?

Wahai Kesatria-Kesatria Wahidiyah, Dimanakah Kalian Berada?

.

Semakin hari semakin pudar rasa ini

Semakin hilang asa ini

Semakin jauh tidak mengenal Engkau

.

Saat himmah berkobar-kobar

Seakan-akan diri ini mulia dan merasa benar sendiri

Tapi setelah kubuka topengku

Kucoba melihat diri ini dengan air mata kerendahan

. 

Aku terkejut..!!!

Ternyata aku adalah penipu

Ternyata aku adalah seorang durjana

Ternyata aku adalah seorang pecundang yang berselimut dibalik perjuangan sucimu

.

Astaghfirullah…

Kenyataan dalam mujahadahpun aku lupa

Begitupula didalam sholat, akupun juga lupa tak pernah ingat kepada Allah

Anehnya lagi diriku bertepuk dada, tak pernah merasa rendah bahkan merasa mulia dihadapanNya

Yang ada hanya hiasan mahligai “Kebanggaan” dan mahkota “Ananiyah”

. 

Duhai Mbah Yai Muallif RA…..

Aku berusaha ikut dibelakang Paduka

Tapi tak sadar kurobek baju kemuliaan Paduka

Ampunilah sang durjana ini

Tolong bimbing diri yang fakir dan hina ini

Agar diri ini bisa menemukan

Siapa a’wan sejatimu

Siapa kekasih sejatimu

Dan siapa pejuang sejatimu

.

Wahai kesatria-kesatria wahidiyah, dimanakah kalian berada?

.

Duhai Mbah Yai Muallif RA…..

Ampunilah kami dan seluruh pengamal sholawat wahidiyah

Satukanlah hati kami agar tidak ada perpecahan, permusuhan dan kebencian diantara kami

.

Catatan Kelam "Si Fakir" yang hina

Dalam bumi kerendahan, 11 Februari 2012

 

Read More "Wahai Kesatria-Kesatria Wahidiyah, Dimanakah Kalian Berada?"

08 Februari 2012

Seni Keindahan Tasawuf dari Masa-Kemasa

 

Sungguh sangat indah berhiaskan ketenangan dan kedamaian, disaat tapak-tapak kaki kerendahan hamba-hamba ALLAH berjalan melangkahkan kakinya untuk tenggelam didalam pusat dasar lautan ke-ESAan-NYA,

Menemukan kebenaran,

Menemukan sejatinya hidup,

Dan menemukan hakekatnya hidup,

Semuanya tertuang didalam buaian ungkapan keindahan yang mencerminkan apa yang ada didalam jiwanya

SYAIKH ABU YAZID AL BUSTHAMI, didalam teori FANA' dan BAQO'-nya terungkap sebuah kata-kata yang indah:

"AKU MENGENAL TUHAN MELALUI DIRIKU HINGGA AKU HANCUR, KEMUDIAN AKU MENGENAL TUHAN MELALUI DIRINYA MAKA AKUPUN HIDUP"

SYAIKH AL HALLAJ, didalam teori HULUL-nya terungkap sebutir kata-kata yang penuh makna:

"ANA AL HAQQ"

SYAIKH IBNU ARABI, didalam teori WAHDAH AL-WUJUD-nya terungkap sebuah kata-kata yang indah:

"WAJAH SBENARNYA SATU, NAMUN JIKA ENGKAU PERBANYAK CERMIN MAKA IA MENJADI BANYAK"

dan Si FAKIR, dengan mendapatkan fadhal bimbingan pancaran sinar nadhroh dari seorang guru rohaninya SYAIKH KH. SAYYID ABDOEL MADJID MA'ROEF RA didalam teori NOL-nya:

Tersirat butir-butir keindahan ungkapan yang penuh bermakna dari sebuah ketasawufan, sebab NOL bukanlah angka dan bukanlah nilai, tapi NOL merupakan ungkapan jiwa karena kesempurnaan Ma'rifat,

"KETIKA AKU TENGGELAM KEDALAM NOL, MAKA TIADALAH AKU, KARENA AKU BUKANLAH APA-APA DAN BUKANLAH SIAPA-SIAPA"

DAN KETIKA MATA KUPEJAMKAN MAKA LEBURLAH SEMUANYA,

DAN KETIKA KUBUKA MATA, MAKA JELASLAH SEMUANYA ADALAH CIPTAAN DAN TIADA"

QS. AL-QASHASH AYAT 88

"kullu syay-in haalikun illaa wajhahu"

Segala sesuatu itu hancur, lebur, binasa (NOL), kecuali DIA (ALLAH)

QS. AZ-ZUMAR ayat 30

"innaka mayyitun wa-innahum mayyituun"

Sesungguhnya kamu itu mati (NOL), dan sesungguhnya semuanya adalah mati (NOL)

QS. AR-RAHMAN ayat 26-28

"kullu man 'alayhaa faan, wayabqaa wajhu rabbika dzuul jalaali wal-ikraam, fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan"

Semuanya yang ada di bumi itu rusak/binasa (NOL), dan yang kekal adalah DZAT Tuhanmu (ALLAH) yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Maka nikmat TUHAN-mu yang manakah yang kamu dustakan....??

 

Ditulis oleh: Omyang Jinggo (5 Februari 2012)

 

Read More "Seni Keindahan Tasawuf dari Masa-Kemasa"

20 Januari 2012

Siapakah Pengikut Sejati Beliau Muallif Ra?

Muallif Sholawat Wahidiyah Ra

Ketika hamba-hamba Allah mencari kebenaran di dunia yang semakin sempit dan semakin gelap ini,

Ketika ayat-ayat sudah ditutup sendiri oleh umat islam,

Ketika ayat-ayat Allah sendiri tidak mampu merubah hatinya umat islam,

Ketika ayat-ayat itu sudah diperalat oleh nafsu umat islam itu sendiri,

Saat itu hamba-hamba Allah mencari celah-celah yang masih terbuka jalan menuju kepada Tuhannya, dimana saat kedurjanaan umat memotong perjalanan wahyu-wahyu Ilahi melalui akal bukan melalui hati yang jernih, sehingga ayat-ayat Tuhan yang semestinya sebagai petunjuk bagi manusia (hudal linnas) untuk menghantarkan kepada Tuhannya menemukan kasih sayang dan perdamaian, akan tetapi sekarang dibuat akal-akalan, dijadikan sebagai bahan adu domba dan fitnah, bahkan dijadikan alat untuk menghancurkan sesama umat khususnya sesama umat islam itu sendiri.

Maka apabila celah-celah itu sudah tertutup, saat itulah Allah sendiri yang membuka celah memaksa manusia untuk tunduk kepadaNya dan Allah akan menampakkan jatidiriNya (baca: Dahsyatnya Kekuatan Inti, Merubah Dunia Menjadi Surga).

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Q.S Al Zalzalah [99]:1-8)

Lalu siapakah sejatinya pengikut Muallif Ra itu?

Seorang pengikut sejati, tidak jauh dengan apa yang ia ikuti,

Begitupula pengikut Beliau Muallif Ra, tidak akan jauh dari sifat-sifat Beliau,

Mempunyai sifat kasih sayang, sabar, bijaksana, dan selalu rendah diri atau tawadhu’,

Adakah pengikut sejati Beliau di zaman ini?

Ingat!, memegang perkara hak dan mengikuti jejak Beliau di zaman ini seperti memegang bara api.

Jika Beliau mendapat kontrasan, hujatan, cacian, fitnaan, serta ancaman, maka pengikut Beliau pasti akan mendapatkannya juga.

Pengikut Muallif Ra yang sejati selalu memikirkan umat, prihatin, merasa rendah, merasa nol tidak ada perasaan apa-apa, dan senantiasa mengikuti jejak Beliau lahir dan batin, sehingga setiap langkah dan nafasnya tidak pernah lepas dari dzikir dan sholawat.

Maka siapa a’wan sejati itu?

Seorang a’wan sejati dia tidak pernah merasa menjadi a’wan,

Seorang pengikut sejati Muallif Ra, Ia hanya bisa mengatakan, tidak pantas untuk mengikuti Beliau, karena ia selalu merasa menyakiti dan menghianati perjuangan Beliau,

Sehingga dia merasa semakin rendah, tenggelam, dan merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, bahkan air mata kerendahan sering menetes dan tumpah, karena ikatan rohani dengan Beliau muallif Ra,

Sayapun teringat dawuh Beliau,

“Jangankan jadi guru, jadi muridpun saya tidak sanggup”

Subhanallah betapa mulianya akhlak Beliau,

Benarkah kita adalah pengikut Beliau?

Astaghfirullah…!!! Ternyata aku sang penipu Muallif Ra.

Salahkah jika Muallif Ra kuanggap sebagai guru dan pembimbing rohaniku???

Sebenarnya di zaman sugengnya Muallif Ra perasaan nol ini sudah ditanamkan di hati para “Pengamal Wahidiyah” sehingga di zaman itu pengamal satu dengan yang lain tidak ada saling hasut menghasut, tidak ada saling fitnah menfitnah, semua saling bergotong-royong, menghargai satu dengan yang lain, dan saling merasa rendah diri, ucapan para pengamal di saat itupun saling membawa hikmah, sebab disaat itu semua saling merasa nol (bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa).

Namun disaat Muallif Ra di panggil menghadap Ilaahi Robbi, kini perasaan itu pudar bagai debu yang tiada arti, hanya sebagai penghias bagi akal saja, sehingga satu pengamal dengan pengamal yang lain saling berebut merasa benar sendiri, bertopeng sebagai pengikut sejati di belakang Muallif Ra tapi secara tak sadar merobek-robek baju kemuliaan Beliau.

Sungguh terlalu jiwa ini, tidak menyadari bahwa sebenarnya diri ini terlempar jauh dari Muallif Ra.

Masih adakah “Pengamal Wahidiyah” sebagai pewaris sifat, sikap serta akhlaqul karimah Beliau untuk mengembalikan sesuatu yang sudah pudar untuk membawa diri ini menuju kemurnian jiwa hamba seperti yang dulu ditanam oleh Mbah Yahi Ra?

Duhai Mbah Yahi Ra..

Aku berebut menjadi pengikut sejatimu tapi kenyataannya kurobek-robek baju kemuliaan Paduka…

Maafkan kami dan semua “Pengamal Sholawat Wahidiyah”….

.

Catatan kelam perjalanan hidup “Si Fakir” yang hina

Dalam Bumi Kerendahan, 20 Januari 2012

Read More "Siapakah Pengikut Sejati Beliau Muallif Ra?"

15 Januari 2012

Siapakah Muslim Sejati itu?


Download sekarang juga...!!! 

Edisi Spesial Kajian Hikmah 15 Januari 2012
Tema : "Siapakah Muslim Sejati Itu?"

Link :
Follow Fan Page :

 

Read More "Siapakah Muslim Sejati itu?"

06 Januari 2012

Anakkku, Engkau Ingin Tahu Rahasia Hati Orang Lain? Itu Sangat Mudah!

Anakkku, Engkau Ingin Tahu Rahasia Hati Orang Lain? Itu Sangat Mudah!

Engkau jangan tertipu dengan segala aksesoris yang melekat pada dirinya (tampan, cantik, kaya, mulia, alim, dsb),

Jangan tertipu dengan dengan banyaknya ia ibadah (sholat, puasa, zakat, haji, mujahadah),

Jangan pula engkau tertipu pandainya ia bersilat lidah, atau  goresan-goresan tinta yang ia tuangkan sehingga memikat bagi siapa saja yang membaca,

BUKAN ITU ANAKKU, SEKALI LAGI JANGAN TERTIPU DENGAN KEMASAN YANG TAMPAK MENAWAN ITU, KARENA SEMUA ITU ADALAH TIPUAN, BUKAN ISI YANG SEBENARNYA!!!

Engkau benar-benar ingin tahu rahasia hati orang lain anakku?

Lihatlah kesehariannya, lihatlah kebiasannya, lihatlah ucapannya, lihatlah cara ia bergaul dengan orang lain!

Apakah ucapannya itu penuh dengan racun-racun fitnah, baik secara langsung maupun sindiran sering mengajak untuk menggunjing dan merendahkhan orang lain?

Apakah kesehariannya itu penuh kesombongan dan kecongkakan, sehingga KEAKUANNYA nampak dalam kesehariannya?  (aku pandai, aku mulia, aku terhormat, aku kaya, aku berkuasa, dsb)

Apakah sifat dan sikapnya lemah lembut ataukah penuh kedengkian, sehingga sifat dan sikapnya sering menyinggung perasaan orang lain?

Lihatlah itu, jangan engkau tertipu dengan segala aksesoris yang melekat dalam dirinya, karena lahirnya merupakan cermin dari hatinya!

.

Anakku, Ingat…!!!

Jangan pernah engkau seperti gajah dipelupuk mata tidak terlihat, sedangkan semut yang begitu kecil nampak diseberang lautan,

Sebaik-baik orang yaitu dia selalu sibuk mengoreksi dirinya, bukan malah sibuk melihat keluar menilai pribadi orang lain!

.

Ingat Anakku…!!!

Hidup hanya ada 2 pilihan:

Kalau tidak menjadi orang baik ya menjadi orang jahat,

Kalau tidak menjadi orang yang bermanfaat, ya menjadi orang yang tidak bermanfaat,

Kamu pilih mana anakku, karena hidup hanya sekali, tidak ada kesempatan yang kedua kali,

Terserah, sekarang setiap keputusan ada pada langkahmu…!!!

.

Pesan dari “Sang Prof”: untuk diri yang fakir dan hina ini.

.

Catatan kelam perjalanan “Si Fakir” yang hina

Dalam Bumi kerendahan, 6 Januari 2012

Read More "Anakkku, Engkau Ingin Tahu Rahasia Hati Orang Lain? Itu Sangat Mudah!"

05 Januari 2012

Anakku, Jadilah Seperti Padi "Semakin Berisi Semakin Merunduk"

Masih terngiang sangat jelas kata-kata itu ketika "Sang Prof" berbisik lirih dihapadanku:

Anakku...

Jangan pernah marah ya, ketika ketika kamu mendapatkan hujatan...
Jangan pernah marah ya, ketika ketika kamu mendapatkan cacian...
Jangan pernah marah ya, ketika ketika kamu mendapatkan fitnaan...

Walaupun engkau mampu untuk membalasnya...

Jangan pula kamu merasa sombong ya, dikala kamu diatas orang lain...
Jangan pula kamu merasa bangga ya, sehingga ke "AKU" anmu menenggelamkan sifat kehambaanmu..

Tuhan itu Maha Tahu,

Dosamu itu sangat banyak, bahkan tak terhitung, terutama dosa kepada orang tuamu, tapi Tuhan masih berkenan dan kasih sayang menyimpan dan menyembunyikan kecurangan, keculasan serta kebusukan hatimu dihadapan orang lain..

Maka sebenarnya tidak ada tempat untuk marah ketika kamu dihina oleh orang lain,

###

Jangan pernah marah ya anakku....

Jadikanlah ujian, hujatan, fitnaan, kemiskinan, kerendahan, dan tangisan sebagai tangga untuk melatih sifat kehambaanmu..

Tundukkan sifat keakuanmu...
Rendahkan kesombongan yang ada di dalam dirimu...
Tenggelamkanlah sifat ke egoanmu..

Maka pandanglah orang lain sebaik-baik manusia, dan pandanglah dirimu sejelek-jelek manusia.

Jadikanlah air mata kerendahan sebagai pencuci jiwamu dan penebus dosamu agar hikmah akan terus selalu terpancar dalam aura kesabaranmu...

Tolong, Ingat hanya satu pesan untukmu anakku:

Jadilah seperti padi "Semakin Berisi Semakin Merunduk" jangan jadi api "Semakin Membara Semakin Keatas"

.

Catatan kelam perjalanan "Si Fakir" yang hina

Dalam bumi kerendahan, 5 Januari 2012 

Read More "Anakku, Jadilah Seperti Padi "Semakin Berisi Semakin Merunduk""

24 Desember 2011

Ingat Anakku, Cinta Sejati Itu Harga Mati!

Anakku…

Jika engkau benar-benar cinta kepada anakmu, tiba-tiba ada seseorang datang menawarkan mobil mewah, rumah bertingkat, harta yang melimpah, bahkan membawa anak yang cantik rupawan, minta ditukar dengan anakmu, pasti akal sehatmu akan menolak mentah-mentah tawaran dari orang itu, walaupun anakmu orang yang cacat, buruk rupa.

Ingat, Ini urusan cinta anakku…!!!

.

Anakku…

Jika engkau benar-benar cinta kepada Allah,

Jika engkau benar-benar cinta kepada Rasul,

Tak akan pernah kau gadaikan cintamu dengan puji-pujian, pahala, bahkan kenikmatan surga, dan bidadari, karena engkau pasti akan muak dengan itu semua!

Seperti engkau mempunyai rumah mewah, kekayaan melimpah, bahkan kenikmatan-kenikmatan yang ada,

Akan tetapi apalah arti rumah mewah, kekayaan melimpah, bahkan kenikmatan-kenikmatan yang ada itu jikalau yang kau cintai tidak berada disana?

Pasti engkau akan tersiksa!

Pasti engkau akan sengsara!

Pasti engkau akan merana!

Karena yang engkau cintai tidak berada disana,

.

Begitupula ketika engkau di dalam surga,

Apalah arti surga, dengan kenikmatan-kenikmatan yang tersaji disana kalau tidak ada yang engkau cintai?

Pasti engkau akan tersiksa!

Pasti engkau akan sengsara!

Pasti engkau akan merana!

Ini masalah cinta anakku…!!!

.

Jika engkau benar-benar cinta kepada Allah,

Jika engkau benar-benar cinta kepada Rasul,

Mengapa kamu berpaling selain DIA?,

.

Engkau bawa kemana ibadahmu?

Engkau bawa kemana sholatmu?

Engkau bawa kemana puasamu?

Engkau bawa kemana hajimu?

Engkau bawa kemana mujahadahmu?

Surga kah? Bidadari kah? Atau kenikmatan-kenikmatan sesuai dengan hawa nafsumu itu?

.

Jika engkau benar-benar memang cinta kepada Allah,

Jika engkau benar-benar memang cinta kepada Rasul,

Sudah, lakukan tanpa ada pamrih,

Karena Allah Maha tahu dan sesungguhnya Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya,

.

Ingat, Ini urusan cinta anakku…!!!

Apapun itu, cinta sejati tidak akan pernah bisa ditawar,

Karena cinta sejati itu harga mati…!!!

 

(Petuah “Sang Prof”)

.

Catatan kelam perjalana “Si Fakir” yang hina

Dalam Bumi kerendahan, 24 Desember 2011

*Download : obat pembersih hati dari virus ke aku-aku an

Read More "Ingat Anakku, Cinta Sejati Itu Harga Mati!"

21 Desember 2011

Anakku, Masih Ingatkah Filosofi “TEBU”? (2)

Untuk kesekian kalinya, ketika “Sang Prof” berbisik lirih memberikan petuah yang sangat dalam maknanya, membawa kesejukan serta butiran-butiran hikmah bagi jiwa yang kering ini, dengan nada lemah lembut, penuh kasih sayang Beliau berpesan kepada diri yang hina dina ini:

. 

Anakku…

Seandainya tiba-tiba ada seorang datang mencaci kamu habis-habisan dihadapanmu sambil membentak menujuk jarinya di muka kamu,

Tetap sabar, jangan membalas ya…

Seandainya tiba-tiba ada seorang datang menghujat dan menfitnah kamu habis-habisan, sehingga semua orang mencemooh dan membencimu,

Kamu juga tetap sabar, jangan membalas ya…

Walaupun kamu mampu membalasnya, tapi kamu mampu sabar, menahan untuk tidak membalas, bahkan memaafkan orang mencaci, memaki, dan menfitnah kamu,

Itu lebih baik daripada ibadah, sholat, puasa, bahkan mujahadahmu seribu tahun lamanya dengan membawa perasaan “AKU”,

.

Anakku… Ingat…!!!

Seorang hamba sangat bangga dengan kepapahannya,

Seorang hamba sangat bangga dengan kelemahannya,

Seorang hamba sangat bangga ketika ada dibawah, dan

Seorang hamba sangat bangga dengan air mata kerendahannya,

.

Maka..

Jadikanlah ujian itu untuk mengenal jati dirimu,

Jadikanlah ujian itu sebagai alat untuk merendah dihapadanNYA,

Jadikanlah ujian itu obat dari virus "KEAKUANMU",

Jadikanlah ujian itu sebagai pencuci dosamu,

Jadikanlah ujian itu sebagai tolok ukur sejauh mana hatimu menerima dengan keadaan itu…

.

Menangislah anakku...

Merendahlah anakku..

Paksa jiwamu untuk menunduk yaa…

Paksa hatimu untuk menerima yaa…

Paksa hatimu untuk ridho menerima cacian, makian, dan fitnaan itu…

Tunjukkan bahwa kamu memang benar-benar hamba yang penuh banyak salah dan dosa,

.

Masih ingatkah  filosofi “TEBU”?

Tebu tidak akan bermanfaat selagi tebu itu belum digiling, diperas, bahkan di injak-injak sampai benar-benar mengeluarkan sari tebu itu.

Begitupula hikmah, tidak akan mendapatkan hikmah, selagi ujian, hujatan, fitnaan, kemiskinan, kerendahan, dan belum engkau terima dengan hati yang ikhlas dan ridho.

.

Tetap sabar ya anakku…

Karena Allah pasti bersamamu

Innallaha ma'ashobirin

 

.

Catatan kelam “SI Fakir” yang hina

Dalam Bumi kerendahan, 21 Desember 2011

Read More "Anakku, Masih Ingatkah Filosofi “TEBU”? (2)"

20 Desember 2011

Anakku, Ingat-ingatlah Filosofi “TEBU”

Masih terngiang jelas kata-kata itu ketika "Sang Prof" berbisik lirih dihapadanku:

Anakku, Ingat-ingatlah filosofi “TEBU”, selamanya tebu tidak akan mengeluarkan sari tebunya sebelum digiling dan diperas

Kamu harus kuat anakku..!!!

Ujian, hujatan, fitnaan, kemiskinan, kerendahan, dan tangisan adalah sumber dari segala hikmah, maka pandanglah orang lain sebaik-baik manusia, dan pandanglah dirimu sejelek-jelek manusia.

Jadikanlah air mata kerendahan sebagai pencuci jiwamu...

.

Catatan Perjalanan "Si Fakir" yang hina

Dalam Bumi kerendahan, 20 Desember 2011

Read More "Anakku, Ingat-ingatlah Filosofi “TEBU”"

18 Desember 2011

Astagfirullah…!!! Ternyata Aku Sang Durjana

 

Ketika himmah (semangat) berjuang menggelegar di dada ini,

Terasa dekat jiwa ini dengan Muallif Sholawat Wahidiyah RA,

Bagaikan pejuang sejati Kekasih Beliau RA,

Dimata ini semua nampak cela, dan penyimpangan yang harus diluruskan,

.

Kupengggal saudaraku sendiri,

Kutikam dan kutusuk teman seperjuanganku dengan senjata pamungkas berupa ilmu dan mujahadah,

Aku tak peduli siapapun itu,

Tapi kucoba melihat diri ini dengan air mata kerendahan,

Aku terkejut….!!!

Ternyata aku seorang Durjana,

.

Kenyataan dalam mujahadahpun aku lupa tak pernah ingat kepada Allah,

Begitupula didalam sholat, akupun juga lupa,

Anehnya lagi diriku bertepuk dada, tak pernah merasa rendah dihadapanNYA,

Yang ada hanya hiasan mahligai “Kebanggaan” dan mahkota “Ananiyah”,

Kupenggal dan kutikam saudaraku sendiri dengan sifat ananiyah,

Yang berbalut dengan perjuangan, ilmu dan mujahadah,

.

Duhai Mbah Yai Muallif RA…..

Ampunilah Sang Durjana ini,

Ternyata aku masih jauh,

Karena dikuasai sifat “Ananiyah”

Dikuasai oleh kebencian, dan sangkaan yang jahat,

.

Yaa Allah…

Sucikanlah hati ini, bersihkanlah jiwa ini,

Tanamilah diri ini dengan sifat kerendahan,

Agar kami menjadi seorang hamba dan seorang pencerah,

bukan seorang penghujat, yang tega menghabisi saudaraku sendiri,

.

Yaa Allah...

Penuhilah dada ini dengan sifat kasih sayang,

Sehingga tiada kebencian dengan siapapun juga,

.

Yaa Allah…

Ternyata aku adalah penipu,

Dimanakah pejuang sejati…????

Dan dimanakah a’wan sejati…????

Aku tertipu, ternyata diri ini adalah tiada arti,

.

Saudaraku-saudaraku…

Khususnya di Alam Hikmah….

Rendah dan tundukkanlah dirimu,

Pandanglah orang lain sebaik-baik manusia,

Dan pandanglah dirimu sejelek-jelek manusia,

Jadikanlah air mata kerendahan sebagai pencuci jiwa,

.

Ingat filosofi “TEBU”

Tidak akan mengeluarkan sari tebunya sebelum digiling dan diperas,

.

Ingat wahai saudaraku...!!!

Ujian, hujatan, fitnaan, kemiskinan, kerendahan, dan tangisan adalah sumber dari segala hikmah,

.

Catatan Kelam "Si Fakir" yang hina

Dalam bumi kerendahan, 18 Desember 2011

Read More "Astagfirullah…!!! Ternyata Aku Sang Durjana"

Jeritan Hati Si Fakir : Ketika Jiwaku Terpatri Dalam Duri Keakuan

Ingatlah wahai saudaraku..!!!

Ketika sifat ananiyah (rasa keaku-akuan) yang kau patri dengan kokohnya didalam jiwa,

yang kau hiasi dengan keindahan kemuliaan amal ibadah,

yang kau bungkus dengan ilmu, perjuangan dan mujahadah,

dan yang kau ikat dengan sifat kehambaanmu,

Suatu saat akan menghancurkan dirimu sendiri!

.

Ingatkah, ketika hari dimana antara jasad dan roh dipertemukan?

Roh akan menjadi saksi atas perbuatan jasad,

Tiada intervensi dari siapapun juga,

Dalam peradilan Tuhan, jasad siap menjadi tape recorder,

Memutar dengan rinci dan detail setiap bagian file yang telah terekam dunia,

Kesalahan demi kesalahan yang pernah dibuat, akan segera terbeber dan terbongkar pada saat itu,

Dimana dulu di dunia,

Jasad yang engkau manjakan dengan perasaan AKUmu,

Jasad yang engkau nina bobokan dengan kesombonganmu karena ilmumu,

Jasad yang engkau bela mati-matian demi harga dirimu,

Sehingga bukan lagi DIA (ALLAH) sebagai pelindungmu akan tetapi dinding-dinding baja KEAKUAN yang sangat tebal menjadi pelindung dan jubah kemuliaanmu,

Engkau ingkar dengan janjimu ketika dihadapan TuhanMu

“Bukan aku ini Tuhanmu? Betul engkau Tuhan kami, Kami menjadi Saksi.”

Dan engkau juga ingkar di dalam sholatmu

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Engkau Yaa Allah..”

.

Tapi rohmu pada saat itu berkata :

Janjimu adalah janji palsu,

Ucapanmu adalah ucapan penuh kobohongan dan kemunafikan,

Engkau bilang semua engkau abdikan pada Tuhanmu,

Tapi engkau malah mempertebal keakuanmu,

Sehingga keakuanmu itu malah menjadi Tuhanmu,

Sekarang aku menuntutmu…,

.

Saat itulah tiada pengampunan bagi roh,Pada saat itu JASAD akan menjadi musuh terbesar dalam sejarah hidupmu,

Waktu tidak akan berputar kembali,Tinggallah roh akan menemui penyesalan untuk selama-lamanya,

.

Ingatlah wahai saudaraku…!!!

Iblis yang dimuliakan oleh Allah, sebagai pimpinan malaikat disurga, itupun terlempar karena ada satu sifat “AKU” merasa lebih baik daripada Nabi Adam,

.

Bagaimana dengan diri ini…???

Mujahadah..!!! leburkan diri..!!! NOL kan…!!!

***

Catatan Kelam “Si Fakir” yang hina

Dalam bumi kerendahan, 19 Desember 2011

*download : obat pembersih dari virus ke aku-aku an

Read More "Jeritan Hati Si Fakir : Ketika Jiwaku Terpatri Dalam Duri Keakuan"

13 Desember 2011

Download - 2 Konsep Membangun Karakter Manusia Berbasis Kehambaan

Download sekarang juga...!!!
Edisi Spesial Mujahadah Kubro (Gelombang kanak-kanak)

Download

down

"2 Konsep Membangun Karakter Manusia Berbasis Kehambaan"

http://mediafire.com/?vpeqlwms0ci2k97

Read More "Download - 2 Konsep Membangun Karakter Manusia Berbasis Kehambaan"

09 Desember 2011

Ketika Kupejamkan Mataku, Leburlah Dunia Ini

Ketika kupejamkan mataku, maka leburlah dunia ini,

Dan ketika kubuka mataku, maka tiadalah dunia ini,

.

Ketika mata hati memandang,

Kenyataanya ada juga si fakir bisa menemukan dunianya dengan kefakirannnya,

Si bodoh menemukan dengan kebodohannya bahkan,

Si cerdik cendikia menemukan kecerdikan dan kepandaiannya,

.

Si fakir sadar, walau kita berbeda, tapi hakikatnya tetap adalah sama,

Si miskin dengan kemiskinannya,

Si kaya dengan kekayaannya,

Si pintar dengan kepintarannya,

Si alim dengan ke alimannya,

Cepat atau lambat semua pasti akan berpulang untuk menemui sang pencipta, sang wujud sejati ,

.

Ingat saudaraku..!!!

Dunia adalah fatamorgana,

Dunia ini adalah mimpi,

Ketika kamu ingin kaya, silahkan!

Ketika kamu ingin mempunyai rumah mewah, silahkan!

Ketika kamu ingin mempunyai mobil mewah, silahkan!

Tapi ingatlah semua yang kau impikan itu sebentar lagi akan kau tinggalkan dan tidak tersisa sama sekali,

Seperti makanan makanan enak,

yang kau makan setelah berselang 1 jam apakah makanan enak itu masih terasa?

Jawabnya tidak ada rasanya sama sekali, dan semua akan menjadi kotoran,

Apakah ini yang dicintai dan dicari oleh umat manusia?

Sehingga agamapun dicari untuk memupuk mencari impian-impian itu,

.

Wahai saudaraku..!!!

Kapan kita sadar?

Jangan kau terpengaruh dengan keindahan dan gebyarnya dunia ini,

Jangan kau terpengaruh dengan impian-impian yang bisa membuatmu lupa dengan TuhanMu,

Dengan mengejar impian itu kau tega membunuh keluargamu,

Dengan mengejar impian itu kau tega membunuh temanmu,

Dengan mengejar impian itu kau tega membunuh orang lain,

Dengan mengejar impian yang semu itu kau tega mengorbankan orang banyak,

.

Ingat dan camkanlah…!!!

Pengaruh itu impian,

Sukses itu impian,

Jadi orang besarpun juga impian,

Karena hakekatnya semua itu tidak ada dan bukan apa-apa,

Karena sebenarnya itu yang bukan kita cari,

Dan hakekat yang kita cari itu adalah Si Pembuat dan Pencipta impian itu sendiri,

Itulah Allah Sang Maha Segalanya,

Tuhan seruan alam,

Karena Dia adalah pasti,

Bukan impian atau bukan lamunan,

.

Tolong renungkan dimana kuncinya?

.

Maka ketika ia bisa menemukan NOL dijagad ini,

Dialah yang sejatinya menemukan dunia,

Karena kenyaataannya yang ada hanyalah NOL,

Sehingga bisa meniadakan diri untuk mengenal yang ada,

.

Ketika memandang Allah itulah hakikinya surga,

Ketika memandang Allah itulah hakikinya bidadari,

Ketika memandang Allah itulah itulah hakikinya kenikmatan,

Ketika memandang Allah itulah segala-galanya baginya,

Ketika memandang Allah aku tiada dan tidak ada disana,

Ketika memandang Allah hilanglah pandangannya, dan

Ketika melihat Allah, hilanglah penglihatannya,

.

Maka ketika kupejamkan mataku, maka leburlah dunia dan semua yang ada ini,

Dan ketika kubuka mataku, maka tiadalah dunia ini,

Karena jelas bahwa semakin nyata bahwa yang kulihat ini adalah fatamorgana,

+++++++

Catatan kelam perjalanan hidup dari “Si Fakir yang hina

Dalam bumi kerendahan, 9 Desember 2011

“Hidup Sekali Harus Berarti”

Read More "Ketika Kupejamkan Mataku, Leburlah Dunia Ini"

29 November 2011

Download Doa Pembersih Jiwa Dari Virus Ke-Aku-An (Ananiyah)

Wahai saudara-saudaraku apabila kalian cinta dengan keluarga, anak, istri, suami, tetangga, bahkan umat masyarakat, tolong bantu kami untuk menyebar luaskan doa pembersih jiwa dari virus ke-aku-an (Ananiyah) ini.

Perlu diketahui….!!!

Dampak apabila jiwa tidak mencerminkan sifat "Kehambaan" (merasa alim, merasa haji, merasa pandai, merasa baik, merasa mulia, merasa suci, merasa kaya, merasa cantik, merasa gagah, merasa terhormat, merasa berkuasa, merasa aku pendidik, merasa bertitel sarjana sampai doktor, dsb..) akan terwujud terapi-terapi iblis menjamur di muka bumi ini yang akan menanamkan virus sifat ke aku-akuan, sehingga manusia bukan lagi menjadi hamba akan tetapi manusia merasa bagaikan Tuhan yang bermunculan dimuka bumi, disinilah timbulnya anarkisme dimana-mana, satu sama lain tidak ingin dikalahkan karena merasa menang, merasa unggul, dan merasa lebih dari yang lain, serta kasih sayang akan mulai sirna.

Download

download DOA PEMBERSIH JIWA DARI VIRUS KE-AKU-AN (Ananiyah)

Asy-Syams 9-10

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”

###

Catatan kelam perjalanan hidup “Si Fakir” yang hina

Negri Jiran – Klang - Selangor – Malaysia

Akhir November 2011

Read More "Download Doa Pembersih Jiwa Dari Virus Ke-Aku-An (Ananiyah)"

27 November 2011

Selayang Pandang Perjalanan “Al Fakir” di Malaysia

Alhamdulillah, kami tiba di Malaysia dengan selamat dibandara LCCT KLI pukul 00.30 waktu Malaysia. Kami disambut dengan penuh ramah tamah, oleh sang tuan rumah “Tuan Suyot Jamikon”.

CIMG9703

CIMG9704

CIMG9705

Kami terharu, perjuangan kami penuh dengan penghormatan dan kemuliaan, terasa air mata menetes dipipi ini, mengingat perjuangan Rosululloh Saw dan Beliau Romo KH. Sayyid Abdul Madjid Ma’roef Ra yang sangat berat sekali. Terasa tak pantas kami “Al fakir” yang hina mendapatkan sanjungan dan kemuliaan seperti ini, kami hanya berucap Jazakumulloh….

Terima kasih saudaraku di Malaysia, semoga Allah membalas dan meridhoi.

Ø Model penyiaran kami di Malaysia

Mengingat situasi dan kondisi dimalaysia, sehingga tepat sabtu malam minggu bertapatan malam 1 Muharam, kami membuat metode penyiaran kemasyarakat melalui selebaran seperti dibawah ini, semoga Allah meridhoi, Rosululloh Saw mensyafaati, dan Beliau Ghouzti Hadza Zaman senantiasa memberi nadroh yang istimewa kepada Al fakir di Malaysia, ternyata masyarakat disini sangat membutuhkan, sehingga masih mengharap untuk mendapat pencerahan lebih lanjut dan insya Allah kami diharapkan datang kesini lagi.

 

CIMG9813

CIMG9876

2011-11-26 08.01.57

2011-11-26 10.36.58

Metode yang kami lakukan dengan diskusi dan tanya jawab sekaligus dengan mempraktekkan mujahadah dan sekaligus menyebarkan selebaran yang kami susun.

Inilah selebaran yang kami susun dengan menggunakan bahasa melayu untuk dibagikan kemasyarakat di Malaysia khususnya di Klang-Selangor, dan kami mohon doa dari saudara-saudaraku di Indonesia semoga langkah kami di ijabahi dan diridhoi oleh Allah Swt.

####

DOA PEMBERSIH JIWA DARI VIRUS ANANIYAH (KE-AKU-AN)

clip_image002

ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. .......(100X)

Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.

Catatan:

Iblis yang sudah mendiami surga itupun terusir karena sekali merasa AKU (ananiyah)

clip_image004

Allah berfirman: "Apakah penghalangnya yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah." (Al-A'raaf 7:12)

Apalagi kita semua yang menginginkan masuk ke surganya Allah bila didalam hati masih ada perasaan aku (aku pandai, aku sudah baik, aku berkuasa, aku kaya, aku mulia, dsb), maka mustahil dan tidak mungkin.

Al Hadist :

"tidak akan masuk syurga orang yang ada di dalam hatinya seberat biji sawi dari takbur (sombong). dan tiada akan masuk neraka orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari iman" (HR Muslim)

Membersihkan jiwa (hati) dari kotoran-kotoran (nafsu) adalah wajib”.(kitab Kifayatul Atqiya)

Asy-Syams 9-10

clip_image005clip_image006

Sesungguhnya berjayalah orang yang menjadikan dirinya - yang sedia bersih - bertambah-tambah bersih (dengan iman dan amal kebajikan), Dan sesungguhnya hampalah orang yang menjadikan dirinya - yang sedia bersih - itu susut dan terbenam kebersihannya (dengan sebab kekotoran maksiat).

Makna hijrah yang hakiki

Makna hijrah yang hakiki adalah hijrah dari perasaan AKU (Ananiyah) menuju keperasaan hamba,

Hijrah dari riya ' menuju ikhlas,

Hijrah dari permusuhan menuju kasih sayang dan nasihat,

Hijrah dari perasaan takbur menuju ke perasaan tawadhu '

#####

Hidup hanya sekali……!!!

Kesan apa untuk dunia ini??? dan jasa apa untuk hidup ini???

Kita punya tinggalan apa untuk ummat ini???

Catatan kelam perjalanan “Si Fakir” yang hina

Negri Jiran – Klang - Selangor – Malaysia

Akhir November 2011

Read More "Selayang Pandang Perjalanan “Al Fakir” di Malaysia"

13 November 2011

Hamba Sejati Selamanya Tidak Akan Pernah Melukai Tuhannya

hamba

Seorang hamba sejati dia bangga dengan kepapahannya,

Seorang hamba sejati dia bangga dengan kerendahannya,

Seorang hamba sejati dia bangga dengan kelemahannya, dan

Seorang hamba sejati dia bangga dengan tangisan air matanya,

Seorang hamba sejati dia menaruhkan harga dirinya semua untuk Tuhannya,

Dia lebih memilih menangis dari pada dia bangga apa yang ia lakukan,

Dan seorang hamba sejati tidak akan pernah sekalipun melukai Tuhannya dengan perasaan bangganya,

Tapi bagaimanakah dengan kita?

Apakah perasaan bangga itu masih melekat didalam hati kita?

Apakah perasaan mulia itu masih menempel di dinding-dinding rohani kita?

Renungkanlah wahai saudaraku?

Kita akan kembali, kita akan pulang dan kita akan bertemu dengan Allah?

Bagimana seandainya kita mati membawa perasaan bangga itu?

Di dunia ini kita sebatas menunggu dan mengisi waktu luang untuk dijemput malaikat izroil

Inilah yang harus kita pikirkan,

Tapi aneh hal yang sangat prinsip “kenalnya hati kepada Tuhannya” tidak pernah sedikitpun kita hiraukan,

Yang ada kita terlena dengan gebyar dan keindahan dunia yang menipu ini,

Terserah kalian semua,

Yang jelas cepat atau lambat kita pasti akan mati dan meninggalkan semua

Inilah rumus dunia

Semua pasti harus berpisah, tiada kekal nan abadi

Ingat… !!! “sebentar lagi kita akan pulang, jangan sampai sesat dijalan”

###

Inilah sedikit rangkuman petuah dari Sang Prof yang disampaikan minggu tadi pagi pada pertemuan kajian rutin 2 minggu sekali

Untuk rekaman audionya bisa langsung di unduh di alamat

"Hamba Sejati Selamanya Tidak Akan Melukai Tuhannya"

http://www.mediafire.com/?voiq8490sihzvmv

Semoga bermanfaat

###

Catatan kelam dalam perjalanan hidup “Si Fakir” yang hina

Dalam bumi kerendahan, 13 November 2011

“Hidup Sekali Harus Berarti”

Read More "Hamba Sejati Selamanya Tidak Akan Pernah Melukai Tuhannya"

05 November 2011

“Arofah” Refleksi Menemukan Jati Diri

arafah

 

ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… LAAILAHA ILLALLOH ALLAHU AKBAR ALLOHU AKBAR WALILLAHILHAMDU…

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, semua hamba Allah yang dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji berjuang untuk mengenal jati dirinya sebagai hamba yang lemah dan tiada wujud di Padang Arofah yang merupakan puncak ritual ibadah haji. dimana hari ini seluruh umat muslim dari berbagai penjuru dunia tanpa pandang bulu, kumpul menjadi satu, untuk meleburkan dirinya kedalam ke Esaan YANG MAHAPENCIPTA, itulah hakekat perjuangan hidup manusia.

Manusia dimuliakan, dihidupkan, dipelihara olehNYA, di Padang Arofah inilah manusia harus mengenal akan jati diri tersebut sehingga dia mengenal akan Tuhannya.

Dengan hati bergetar dan cucuran air mata penuh kerendahan dan dosa, semua sama merunduk, intropeksi diri.

Inilah hakikat wukuf harus benar-benar menyadari bahwa ia adalah ciptaan, dia bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa karena yang ada hanyalah Sang Pencipta itu sendiri.

Maka pada saat posisi seperti itulah si hamba telah sukses menemukan jati dirinya sehingga menjadi haji yang mabrur, karena dia telah menemukan Tuhannya. Karena dia sudah lebur, tidak merasa memiliki dan mampu dihadapanNya.

Saudaraku…!!! Setelah wukuf selesai tibalah melakukan ritual melempar jumroh, dalam filosofinya adalah melempar jumroh adalah melempar syaiton-syaiton.

Tapi hakekatnya ritual jumroh itu adalah melempar syaiton-syaiton yang telah bersemayam di dalam hati manusia itu sendiri. Sehinga mengakibatkan manusia merasa besar, sombong, bangga, dan merasa baik.

ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… LAAILAHA ILLALLOH ALLAHU AKBAR ALLOHU AKBAR WALILLAHILHAMDU…

Pada tanggal 10-13 Dzulhijjah itulah hari tasyrik yang disunahkan untuk memotong hewan kurban.

Dalam napak tilas, Nabi Ibrahim As berani mengorbankan anaknya Nabi Ismail As yang merupakan satu-satunya kecintaannya untuk disembelih.

Tapi pada saat itu, ketika pedang sudah terarah dileher Nabi Ismail As, Allah berkehendak lain dengan penuh kasih sayang, Allah menggantinya dengan seekor kambing.

Inilah kronologis sejarah Idul Adha, sehingga sampai sekarang dijadikan ritual memotong hewan kurban.

Tapi apa artinya, manusia memotong lembu, kambing, dan onta, kalau hewan-hewan yang bersemayam didalam jiwa manusia, tidak dikorbankan, tidak dipotong sehingga manusia memiliki sifat seperti binatang, anarkis, ingin menang sendiri.

Bagaimanakah dengan kita wahai saudaraku?

Sudahkah kita rela mengorbankan kesenangan (nafsu) kita untuk Allah?

Sudahkan kita rela untuk memotong sifat-sifat hewani (amarah, buas, menang sendiri, dsb) yang bersemayam didalam diri kita?

Sudahkan sifat-sifat iblis (takabur, sombong, serta merasa “AKU”) kita sembelih dari hati kita?

Wahai saudaraku mari kita koreksi….

Apa yang kita bawa setelah pulang dari haji?

Perasaan mulia kah?

Perasaan sombong kah?

Atau perasaan takabur yang berbalut dengan titel haji?

Coba renung  dan tanyakan pada diri kita sendiri?

Inilah hakekat idul adha, hakekat hari raya qurban, dimana seorang hamba harus (wajib) memotong sifat-sifat hewani dan sifat iblis yang telah bersemayam di setiap hatinya umat.

Maka pada saat itulah ketika sudah memotong sifat-sifat tersebut barulah si hamba itu menjadi manusia yang paripurna,  (sempurna lahir maupun batin).

Semoga seluruh umat islam yang sedang melaksanakan ibadah haji diterima hajinya, dibersihkan hatinya serta disucikan jiwanya.

ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… LAAILAHA ILLALLOH ALLAHU AKBAR ALLOHU AKBAR WALILLAHILHAMDU…

+++++

“ALLOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, FII KULLI LAMHATIW WANAFASIM BI’ADADI MA’LUUMAATILLAHI WA FUYUUDLHOOTIHI WA AMDAADIH“

Doa pembersih jiwa dan Peng ESA an kepada Tuhan 

(Al Habib Syeikh Sayyid Abdul Madjid Ma'roef RA guru dari Sang Prof)

+++++

Catatan kelam dalam perjalanan hidup “Si Fakir” yang hina

Dalam bumi kerendahan, 5 November 2011

“Hidup Sekali Harus Berarti”

Read More "“Arofah” Refleksi Menemukan Jati Diri"

23 Oktober 2011

Mengapa Hati Ini Sulit Untuk Ingat Allah?

Syukur Alhamdulillah setelah sekian lama vakum,  kajian pembahasan kitab al hikam setiap 2 minggu sekali ini, minggu pagi jam 9 tadi dimulai kembali, tentunya bagi para penikmat telah menanti-nanti petuah dari “Sang Prof”.

Kami tidak bisa membuat rangkuman, karena begitu indah petuah-petuah yang Beliau berikan pada pertemuan minggu pagi tadi, yang jelas dalam kajian kali ini Beliau menitikberatkan permasalahan yang kerap terjadi dan menimpa kita semua, sehingga dalam kajian hikmah kali ini kami beri judul “Mengapa Hati Ini Sulit Untuk Ingat Allah?”.

Semoga bermanfaat...

Untuk petuah dari Beliau Sang Prof bisa langsung di download: Via 4Shared -- Via Mediafire


Read More "Mengapa Hati Ini Sulit Untuk Ingat Allah?"