Home » , , , » Rintihan Harapan di Hari Suci Nan Fitri

Rintihan Harapan di Hari Suci Nan Fitri

Written By Admin Sunday, September 12, 2010 - 12:12 AM WIB | 0 Komentar

idul fitri.jpg Sore ketika semburat merah jingga mulai berpadu dengan ungu menggantikan langit biru kala itu,Warna langit malam yang mulai hitam nampak menujukkan keindahannya, dewi bulan dengan wajahnya yang berseri-seri, Kalimat takbir ilahi membahana menggema di penjuru alam, hari nan sucipun telah tiba, membawa sebuah kehangatan serta kedamaian, tanda perpisahan bulan ramadhan baru saja telah usai, selama satu bulan penuh kenangan terukir manis dengan penuh tetesan air mata menjadikan sejarah paling indah dijagat alam ini, tetapi hanyalah sebagian kecil dari jutan bahkan milyaran makhluk ciptaanNYA, menangis pedih menyesali kepergiannya. Berharap izroil belum menjemput ajalnya dibulan ramadhan yang akan datang.


Sungguh indah jikalau kertas yang bersih nan putih ini tanpa ada goresan sedikitpun tinta merah "adu domba", "fitnah", "keangkuhan", serta tanpa ada goresan sedikitpun tinta merah "kebencian", yang akan menghiasi kertas yang putih nan bersih itu. Akan tetapi yang ada hanyalah hiasan tinta "rasa kebersamaan", "tidak ada saling curiga" serta "iri dan dengki", sehingga terciptalah satu hati yang benar-benar suci dan murni. Semoga dihari nan fitri ini hati kita dibersihkan dari rasa keangkuhan, egois, serta saling menjatuhkan, serta disucikan roh kita sehingga kita benar-benar menjadi manusia yang berjiwa manusia bukan manusia yang berjiwa imitasi.



Rintihan Harapan di Hari Suci Nan Fitri

Biarlah orang-orang bangga dengan kemenangan Ramadhan ini Yaa Alloh,
Biarlah umat-umatmu berbahagia dihari kemenangan ini,
Tapi ku tak pantas bersimpuh dihari nan suci ini
hamba yang fakir dengan berselimut kehinaan & Kemunafekan ini sungguh-sungguh jahat,
Aku telah melukai engkau Yaa Tuhanku dimanapun aku berada
Sholatpun aku lukai dengn engkau Yaa Tuhanku, lupa denganMU
Ibadahpun aku juga berpaling kepadaMU,
tidak ada persembahan yang pantas aku persembahkan kepadaMU Yaa Allah
Kecuali linangan air mata tiada arti dan makna ini
Pantaskah aku mendapat ampunan dari Yaa Alloh….
Aku buta Yaa Tuhan…
Mengingat dosa saja saja tidaklah mampu
Apalagi merasa berdosa Dihadapan Engkau,
Ramadhan telah meninggalkanku.
Kau adalah satu-satunya saksi bisu tentang kebutaan hatiku
kebutaan hati manusia di akhir zaman,
Alangkah kotornya hatiku Yaa Alloh
Engkau maha suci sedangkan hamba yang maha kotor merangkak mencariMU
Pasti engkau tolak karena aku Maha Kotor,
tapi aku akan terus menegadah kepadaMU walaupun aku tahu pasti engkau tolak
Kubersimpuh dengan tiada daya, Kusebut asmaMu
Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.
Aku yakin pastilah Engaku tidaklah tega dengan umatmu ini
Ya Rosulalloh mungkin kita tak akan bertemu,
terlalu mulya Paduka sedangkan diri ini terlalu rendah dan hina.
Tapi kumohon dengarkanlah rintihan ummatMu ini,
biar aku dineraka selama-lamanya,
biarlah aku tak pernah berjumpa apa lagi bersama dan berkumpul dengan Paduka.
tapi berkenanlah wahai paduka walau hanya sekejap dan sesaat,tengoklah kami,
kami dineraka yang paling bawah, agar aku bisa melihat Engkau biar terobati rindu ini
Yaa Sayyidi...Yaa Rosulalloh
Mungkinkah...apa mungkin?
Terlalu hina diri ini dihadapanMu.
Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.
Semuanya ada digenggamanMu.
Aku bermohon limpahkan kasih sayangMu kepada semua makhluk,
ummat ini,keluarga dan ahliku,teman teman seperjuanganku.
Walau aku sebagai jaminannya.
Ya Rohman...Ya Rohim perkenankanlah doa kami.

((Al Fakir Yang Hina)


Technorati : , , ,


Del.icio.us : , , ,


Zooomr : , , ,


Flickr : , , ,

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment