Home » , » Bagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 1)

Bagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 1)

Written By Admin Friday, October 22, 2010 - 9:43 AM WIB | 0 Komentar

uzlah.jpgBagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 1) - Abad 21 merupakan abad terberat dan terhebat, kecanggihan teknologi tidak bisa dibendung dan dihindari lagi, pegeseran dari makhluk nomaden menuju makhluk modern sudah terjadi bak jamur yang tumbuh subur, tak terelakkan lagi pergeseran nilai KETUHANAN sudah mulai nampak terjadi, banyak orang sudah mulai eksodus dari ketauhidan menuju kepada mengagung-agungkan akal dan logikanya, ini sudah mulai terbukti, paham-paham kapitalis dan duniawi sudah meracuni hati umat manusia, sehingga semua serba pehitungan tanpa mengindahkan hukum dari Tuhan.


Pada situasi saat ini kegalauan, kegelisahan, rasa cemas mencekam, tiada lagi titik perdamain, alam semakin tidak bersahabat, bencana tejadi dimana-mana baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan, karena manusia sudah kehilangan jati dirinya sehingga manusia bukan berjiwa sebagai manusia lagi akan tetapi manusia yang anarkis, buas seperti serigala haus dengan darah mangsanya, hukum rimba terjadi dimana-mana, siapa yang kuat dialah pemenangnya. sehingga seorang berani membunuh saudaranya, ayah bahkan ibunya sendiri. perzinaan dilakukan terang-terangan, Orang amanah dituduh berkhianat, sedangkan orang yang khianat diberi amanat. Tiada lagi suatu penerang jiwa, dan penyejuk hati, karena manusia bukan lagi sebagai hamba akan tetapi manusia telah menjadi Tuhan-Tuhan baru yang bermunculan dimuka bumi. Merasa kuat, merasa berkuasa, bahkan merasa memiliki. Kebodohan hati menjadi dominan, maka inilah pertanda detik-detik hancurnya dunia akan terjadi.zaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api.


Sifat anakris sudah merebak dimana-mana terutama dikalangan generasi muda, lihatlah tragedi Kerusuhan kemarin 20 Oktober 2010 telah membuktikan betapa bringas dan anarkisnya kejadian itu Bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Bapak Wakil Presiden Boediono, serta kejadian bencana kemanusiaan di Tarakan yang baru-baru ini terjadi, ataupun kejadian malam minggu berdarah di Blowfish , Jakarta hanya gara-gara berebut lahan sehingga baku tembak terjadi, tak terelakkan lagi sekali lagi korban berjatuhan. Atau yang lebih parah lagi pembantaian berdarah di jalur gaza yang menelan ribuan jumlah orang yang mati syahid karena kebringasan pemimpin bangsa. dan ironinya umat islam terbelalak terbengong tiada daya untuk membela saudara kaum muslim di palestina itu, hanya raungan ompong "mengutuk" kebiadaban zionis israel. serta masih banyak lagi tragedi kemanusiaan yang telah terjadi di atas bumi ini. Dan yang jelas intinya adalah Anarkis.




Bencana Kemanuisaan Jalur Gaza :








Bencana Kemanusiaan Jalur Gaza :








Bencana Kemanusiaan Jalur Gaza :








Bencana Kemanusiaan Jalur Gaza :






Bencana Kemanusiaan Jalur Gaza :









Dari mana semua itu berasal ? Otaklah sebagai "dalang utama"



Yang menjadikan manusia menjadi anarkis, brutal dan tidak ada Kasih Sayang diantara sesama . Dimana pada posisi otak yang mengusai hati, bukan sebaliknya semestinya hati yang mengusai otak, akal ataupun pikiran.


Maka situasi yang sedemikian ini patutlah kita harus kembali pada



"Pendidikan Karakter Manusia Berbasis Kehambaan"



dimana manusia sebagai kholifah (Pemimpin) dan dimana manusia sebagai hamba Tuhan.



Adzariyat ayat 56:


"dan tidaklah AKU(Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKU".



Maka dari itu kita harus menemukan "Formula" yang tepat agar manusia tetap sebagai manusia yang santun, manusia yang lemah lembut, dan manusia yang bersaudara bukan manusia sebagai Tuhan yang merasa berkuasa, merasa hebat, serta merasa memiliki. Sehingga menjadi anarkis dan kejam.


Dan yang mampu menghancurkan karakater-karakter pengakuan sebagai Tuhan (Merasa mampu, yang merasa berkuasa, merasa hebat, serta merasa memiliki). hanya kekuatan mutlak yang mana kekuatan itu senantiasa bersama manusia dimana dan kapanpun berada.



Al Hadid ayat 4 :


"….Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada…."



Ironinya kekuatan agung itu tidak bisa disandingkan atau disekutukan dengan apapun walaupun sekecil atom perasaan aku, maka mutlak manusia harus meleburkan perasaan akunya. Karena kalimat Allah Yang Maha Agung inilah yang bersumber dari produk hati yang suci dan produk jiwa yang betul-betul sejati dan muncul dari jiwa betul-betul murni sebagai hamba, bukan jiwa munafik, bukan pula jiwa yang pengecut.



Renungkanlah ? murnikah kita sebagai hamba ? atau masih merasa ada pengakuan sebagai Tuhan ?



Sekecil mempunyai perasaan aku pasti tidak akan datang kekuatan agung itu, sebiji atom manusia merasa bisa tidak akan datang kekuatan agung itu didalam jiwa manusia.


Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (sebiji atom)-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah-pun (sebiji atom), niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula (QS Az-Zalzalah [99]: 7-8).



Bersambung.... Bagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 2)


Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment