Home » , » Bagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 2)

Bagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 2)

Written By Admin Wednesday, October 27, 2010 - 12:24 PM WIB | 0 Komentar

uzlah.jpg
Bagaimana Menjadi Hamba Sejati ? (Part 2) - Kekuatan itu bukan otak kanan maupun otak kiri dan otak tengah akan tetapi kekuatan itu ada didalam hati manusia, karena sinyal untuk mengenal Sang Pencipta adalah hati sedangkan otak menerima sinyal untuk mengenal ciptaannNYA untuk menemukan Sang Pencipta.
Maka didalam Az zumar 30 :
"Sesungguhnya kamu adalah mati dan sesungguhnya mereka adalah mati (pula)."
Ayat tersebut merupakan panduan dan petunjuk dari Allah bagi manusia seyogyanya manusia tidak mampu walaupun hanya sebiji atom. Sudahkan kita demikian ? maka wajarlah didunia ini manusia bukan seperti manusia, sifat anarkis telah mencoreng keindahan dunia ini, terjadi merasa baik dimana-mana. Persaingan yang tiada arti dan saling menjatuhkan dimana-mana, karena karakter bangsa yang berazaskan atas kemanusiaan yang adil dan beradab belum tercermin didalam diri manusia itu sendiri.
Masih pantaskah kita disebut sebagai manusia ? apalagi disebut sebagai hamba ? mungkinkan dunia telah dikuasai oleh sifat-sifat anarkis berbaju manusia ?
Maka ditemukanlah formula 2 kekuatan besar dunia yang digali dari ilmu wahidiyah (KH. Abdul Madjid Ma'roef QS) yang bersumber dari jiwa yang bersih :

1. Kekuatan Sang Pencipta yang didapat oleh hati yang suci bukan didapat oleh pikiran yang pandai, bukan pula otak kanan, otak kiri maupun otak tengah, akan tetapi hanya bisa didapatkan oleh hati yang bersih dan suci.

2. Kekuatan Nol yang bersumber dari kehambaan sehingga memancarkan kekuatan yang sejati dan kekuatan yang Maha Dasyat yaitu yang menimbulkan perasaan rendah, perasaan hina, serta perasaan tidak mampu, sehingga menjadi hamba benar-benar murni bukan imitasi, maka perasaan itulah yang akan mendatangkan kekuatan agung tak terbatas sehingga hamba itu senantiasa dilindungi oleh Sang Pencipta.


Untuk mendatangkan kekuatan agung tersebut disinilah terdapat dua terapi yang sangat ampuh yaitu dengan melalui 2 tahapan dasar.
1. Harus Nol / Istighrog / Lebur / Menyatu

Dalam melaksanakan peribadatan harus santai, relax dan semua kepentingan dunia yang menancap dipikiran diturunkan ke hati dan jiwa sehingga tidak pernah merasakan apa-apa, sehingga benar-benar bisa mengetrapkan Kalimat Tauhid ‎"Laa haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil azhhim".

2. Harus Ada Getaran


Ciptakan getaran didalam jiwa ketika membaca kalimat sholawat apapun atau setidaknya membaca hatinya sholawat "Yaa Sayyidi Yaa Rosulalloh". melalui metode jiwa harus, lemas, santai, pasrah, nol, merasa mati, tunduk dihadapan Allah lalu ucapkan perlahan berulang-ulang secara lirih sambil menjerit kuat sekeras-kerasnya ditekan didalam hati sampai timbul suatu getaran didalam jiwa layaknya seperti orang bisu tapi tiada daya untuk berteriak. dan ini harus dilatih selama minimal kurang lebih 30 menit setiap hari.
Mengapa harus 30 menit setiap hari ? Didalam kehidupan semua pasti ada zakatnya, zakat tersebut merupakan realisasi sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas segala limpahan karunia untuk hidup, bernafas, melihat, mendengar, serta merasakan semua nikmatNya yang tak terbatas dan tak bias kita hitung itu yang diberikan secara cuma-cuma. maka mutlak zakat waktu, sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah tuhan semesta alam. Maka apabila kalau dikalkulasikan dalam 1 hari dari 24 jam terdapat kurang lebih 30 menit untuk zakat waktu 2.5% . dan apa yang sebenarnya yang dimaksud zakat waktu itu ? hakekat yang dimaksud zakat waktu itu ialah mengenolkan diri, yaitu merasa tidak mampu, merasa tidak berdaya, merasa tidak berkuasa, dan merasa sebagai hamba yang lemah, hina dan tiada arti, itulah yang dimaksud zakat waktu. sebagai realisasi pengetrapan ‎"Laa haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil azhhim" Tidak ada daya dan upaya, kekuatan kecuali dari Allah.

Saat itulah posisi jiwa kita telah menangkap sinyal gelombang radiasi yang Maha Dasyat yang mengadung kekuatan absolute, mutlak kekuatan nol yang bersumber dari sifat kehambaan yang masuk kedalam jiwa kita.

Lalu bagaimana dengan posisi akal dan pikiran ?

Akal dan pikiran menyadari, semua gerak gerik adalah pemberian Allah, begitupula hati harus menyadari dan merasakan bahwa kita tidak memiliki apa-apa, itulah yang disebut "Nol" karena merasa semua tidak ada apa-apa. Dan Nol bukanlah ajaran baru tapi pengetrapan dari kalimat tauhid ‎"Laa haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil azhhim". Maka tiada kekuatan yang sangat dasyat bagi seorang hamba kecuali ketika merasa nol sehingga yang ada hanyalah Allah, Tuhan yang Maha Pencipta.

Apabila dilatih secara terus menerus ini akan memunculkan kekuatan dasyat "Hamba Sejati" yang bersumber dari dalam jiwa seorang hamba, dan hamba itu otomatis mengeluarkan sinar kehambaan dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1. Menutupi aib orang lain, tidak menyalahkan siapapun juga dan sibuk mengoreksi diri sendiri.

2. Memaafkan kesalahan orang lain meskipun sebesar apapun kesalahannya.

3. Kasih sayang dan lemah lembut kepada siapapun.

4. Menaruh orang lain diatas dirinya.
Kesimpulan

Dampak apabila manusia tidak mencerminkan sifat "Kehambaan" akan terwujud terapi-terapi iblis menjamur di muka bumi ini yang akan menanamkan virus sifat ke aku-akuan, sehingga manusia bukan lagi menjadi hamba akan tetapi manusia merasa bagaikan Tuhan yang bermunculan dimuka bumi . Satu sama lain tidak ingin dikalahkan karena merasa menang, merasa unggul, dan merasa lebih dari yang lain. Maka dampak yang jelas timbul ialah timbul suatu kebencian sehingga terjadi anarkis karena ketidakpuasan menyebabkan muncul perasaan paling benar sendiri sehingga antara pemimpin satu dengan pemimpin yang lain bersilangan dan saling menjatuhkan.

Sejarah kelam mencatat perjalanan umat manusia di zaman Stalin dan Lenin yang pada saat itu mengagungkan kekuatan otak bukan kekuatan hati. Sehingga dengan ideologi yang gila itu menjadikan suatu kediktatoran yang sangat buas. Demi menjaga ideologinya tercatat dalam sejarah puluhan juta nyawa melayang diujung telunjukknya. Begitu pula kengerian zaman raja tega penguasa jerman Adlof Hitler yang menganut paham darwinisme demi mempertahankan ras keturunan bangsa jerman yang berkualitas, Genosida pun dilancarkan sejarah kelam mencatat kembali kekejaman anak manusia demi mempertahankan idealisme yang sampai sekarang terasa kekejamannya, menelorkan permusuhan antara umat yahudi dengan umat yang lain. Israel membabi buta dengan kekuatannya untuk mendapatkan tanah yang dijanjikan mengklaim bahwa Negeri Bulan Sabit Palestina adalah tanah yang dijanjikan itu, Negeri yang elok damai nan indah itu seketika itu hancur luluh lanta ditangan besi kediktatoran dari pemerintahan David Ben-Gurion sampai pemerintahan Benjamin Netanyahu, mereka akan membantai siapapun yang berani merebut tanah yang dijanjikan itu, sungguh sangat tragis, sejarah kelam kembali terukir karena kebringasan dari para pemimpin yang terjangkit virus keaku-akuan.

Mulai hari ini, detik ini kita tanam pohon-pohon kesadaran dengan menyuburkan sifat KEHAMBAAN, yaitu sebagai hamba yang lemah, hina dan tiada daya. dan ini harus dikembangkan bukan di akal akan tetapi benar-benar dirasakan didalam hati agar kita benar-benar mengetahui dimana kedudukan posisi sebagai hamba dan dimana pula posisi Sang Penguasa Sejati.

Apabila situasi dan kondisi seperti ini masih berlanjut tidak menutup kemungkinan Indonesia pun hancur karena bencana alam (sudah mulai terbukti) maupun bencana kemanusiaan karena kepongahan umat manusia merasa menjadi Tuhan-Tuhan baru dimuka bumi ini ataupun menjadi sasaran keberingasan dari hukum rimba negara yang adidaya sehingga suatu saat pasti akan terjadi lanjutan babak perang dunia ke tiga yang menyebabkan umat masyarakat yang akan menjadi korban kebrutalan para pemimpin bangsa. Karena disebabkan oleh ambisi dari para pemimpin tidak tersampaikan.

Pada saat itulah

"Akan datang suatu zaman dimana manusia dengan otaknya akan menghancurkan dunia".

Nuklir pun akan berjatuhan diatas bumi. milyaran orang tergeletak mati mengenaskan sebab karena sifat keangkuahan dan kepongahan dari virus-virus sifat keakuan.

Wahai pejuang-pejuang hati kapan kita bangkit untuk bangkit dari keterpurukan ini ?

Maka saat inilah kita berlomba-lomba mencari hikmah dibalik kejadian itu semua jangan sekali-kali ada perasaan paling benar sendiri, dan menyalahkan Baik Islam satu dengan Islam lain, karena kita satu Tuhan, satu Nabi, dan Satu Al Quran. ataupun yang serumpun satu sholawat antara "PSW, Miladiyah maupun YPSW",

Karena Hakekat suatu agama sendiri bukan alat untuk membenarkan atau menyalahkan akan tetapi sebagai alat untuk mendekatkan kita kepada Tuhan Semesta Alam. maka mulai hari ini, detik ini kita satukan kekuatan untuk memerangi dan menghancurkan KEKUATAN OTAK yang sangat kejam dan beringas itu, dengan Kekuatan Nol yang bersumber dari kehambaan sehingga memancarkan kekuatan yang sejati dan kekuatan yang Maha Dasyat yang akan mendatangkan kekuatan agung tak terbatas sehingga hamba itu senantiasa dilindungi oleh Sang Pencipta.


Tidak akan batu itu menjadi emas jikalau kebencian tidak dirubah menjadi Kasih Sayang

Gambar Skema Kronologis Kedasyatan Kekuatan NOL :
http://embun-hikmah.co.nr/Gambar%20Skema%20Kronologis%20Kedasyatan%20Kekuatan%20NOL.jpg" height="1314" width="1000" />
Gambar Skema Karakter Pendidikan Berbasis Kehambaan :
http://embun-hikmah.co.nr/Skema%20karakater%20pendidikan%20Berbasis%20Kehambaan.jpg" height="1408" width="1000" />


*lihat sini apabila tidak bisa dilihat

Skema Kekuatan NOL

Skema Karakter Pendidikan Berbasis Kehambaan


Renungan Dasyat Untuk Mempertahankan Dunia



Hati tetap fitrah, akan tetapi mengapa tidak ada yang pernah menggali ?
Tapi masalah otak, digali dan diseminarkan.
Ada fenomena apa dalam kehidupan dunia ini ?
Pelaku-pelaku yang menggali masalah otak
Baik otak kiri, kanan, maupun otak tengah adalah tersanjung dan disanjung
Bagaikan pahlawan dalam kehidupan didunia ini
Sedangkan pelaku-pelaku pembersih hati dan jiwa tenggelam dan ditenggelamkan.
Ada fenomena apa dalam kehidupan ini ?
Apa cukup dengan tetesan air mata untuk mengembalikan fitrah manusia ?
Yang mana fitrah itu terletak didalam hati bukan di otak.
Ingatlah wahai saudara-saudaraku
Otak itu jahat !
Otak itu kejam !
Otak itu pembunuh !
Membuat orang jadi kikir !
Membuat orang mempunyai kepentingan !
Membuat orang putus asa !
Membuat orang lupa dengan Tuhan !
Wahai pejuang-pejuang hati kapan kita bangkit ?
Kapan kita seminarkan masalah hati ?
Mulia dan jayanya kehidupan bila hati menguasai zaman.


.:. Renungan Dasyat Untuk Mempertahankan Dunia .:.
Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment