Home » » Kemuliaan yang Terselubung!

Kemuliaan yang Terselubung!

Written By Admin Tuesday, December 21, 2010 - 8:00 PM WIB | 0 Komentar

sabar.jpg


Pernah tejadi didalam sejarah


Suatu hari, Rasululloh saw bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasululloh, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasululloh. Melihat hal ini, Rasululloh tersenyum.


Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasululloh kembali memberikan senyum.


Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasululloh beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.


Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasululloh yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata,"Wahai Rasululloh, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"


Rasululloh menjawab,"Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnaan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Alloh SWT. Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya."


Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung.


Maka dari itu kita bersama-sama mengoreksi diri, bagaimana dengan diri kita ? ingat koreksi kedalam, jangan melihat keluar!.


Kita datangkan rombongan-rombongan iblis dengan membalas cacian, fitnaan yang datang pada diri kita atau dengan kesabaran kita datangkan rombongan malaikat yang siap memohonkan ampun kepada kita ?


(Renungan dasyat untuk hati penuh kebencian)




Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment