Home » , , , » Menyibak Pintu Rahasia Kekuatan Tak Terbatas! (Part 2)

Menyibak Pintu Rahasia Kekuatan Tak Terbatas! (Part 2)

Written By Admin Thursday, December 23, 2010 - 8:07 AM WIB | 0 Komentar

nol.jpgMaka dengan rujukan rambu-rambu didalam al-quran surat Adzariyat ayat 56 inilah sebagai kunci suatu petunjuk utama kepada manusia dimana Al Quran adalah suatu pintu petunjuk hidayah untuk mengenal Sang Pencipta (Qs Al Baqarah 185).


"…..Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…."


akan tetapi dalam benak kami ada sebuah pertanyaan, dimanakah Al Quran yang asli itu ? apa Al Quran yang setiap hari kita tadaburi dengan ayat-ayat nya itu ? apakah Al Quran hanya sebuah simbolis saja sehingga identitas kitab suci agama islam akan sirna tidak pernah digali dan ditinggal oleh pengikutnya, saya teringat pada akhir zaman nanti akan datang suatu masa dimana Al Quran hanya tinggal bacaannya saja.


Padalah manusia harus sampai kepada Alloh dengan ayat innalillahi wa inna ilaihi rojiun "kita hamba Alloh dan Pasti kembali kepada Alloh". Sangat sederhana akan tetapi sulit untuk dijabarkan. Akhirnya Rosululloh bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abi Suraih al-Khazza'I berkata:


"Rosululloh keluar menemui kami dan bersabda, "Kabar gembira, Kabar gembira, bukankah kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Alloh, dan aku adalah Rasul-Nya?. Sahabat menjawab; Ya. Beliau berkata, " Sesungguhnya Al-Qur'an adalah tali yang satu ujungnya ditangan Alloh dan ujungnya yang lain ditangan kamu. Maka berpeganglah dengannya. Sesungguhnya kamu tidak akan tersesat dan binasa selama-lamanya" (HR.Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syekh Albani dalam Targib dan tarhib).


Zaid bin Arqam berkata Rosululloh saw bersabda :


"Ketahuilah bahwa saya meninggalkan bagi kalian dua hal yang berat salah satunya adalah Kitabullah dan itu adalah tali Alloh barangsiapa mengikutinya maka dia ada dalam petunjuk Alloh dan barangsiapa meninggalkannya maka ia dalam kesesatan."


Dari rujukan diatas jelaslah Al Quran sebagai ujung sakelar, ibarat listrik kita hanya menekan tombol sakelar, seketika itu nyalalah lampu itu tanpa harus pergi ke pusat listrik. Maka barang siapa ingin berhubungan dengan AKU (Alloh), maka sekali-kali kamu tidak akan ada yang bisa menemukan AKU, maka kalau kalian mencari Aku !, maka carilah makhlukKu yang dimana ujung Al-Quran satunya ada ditanganKu yang dan diujung satunya didadanya makhlukKu, yang bernama Muhammad Saw kekasihKu yang sesungguhnya.


Disinilah kronologis terbentuk kalimat syahadat dimana asalnya hanya Ashadualla IlahailAlloh, setelah itu ditambahlah menjadi Ashaduanna Muhammad Rosululloh.


Sedangkan untuk mencapai frekuensinya Rosululloh, ada sosok figur yang bernama Muhammad. Muhammad sendiri berposisi sebagai tirai jasmani sedangkan didalam jiwa Muhammad terdapat kekuatan agung langsung dari Alloh yaitu Nur Muhammad. dan Nur Muhammad inilah yang bisa menjadi penghantar untuk berhubungan langsung dengan Alloh. Maka dari itu ulama sufi sepakat merujuk sebagai acuan "ujung Al-Qur'an adalah tali yang satu ujungnya ditangan Alloh dan ujungnya yang satunya ditangan Muhammad Rosululloh" dan berpendapat ketika ada orang ingin bertemu dengan Alloh, orang itu harus masuk kedalam frekuensi Nur Muhammad yang dimana ada suatu gelombang yan tersambung otomatis kepada Nur Ilahi. Seperti layaknya aliran listrik yang berpusat di gardu induk mengalir menuju rumah yang dialiri listrik , tidak perduli tempatnya jauh ataupun dekat, apabila rumah itu terhubung dengan kabel yang terkena aliran listrik dari pusat aliran gardu induk, lampu rumah dipastikan bisa menyala.


Itulah sebagaian analoginya, maka mutlaklah untuk mencapai frekuensi Nur Muhammad harus memperbanyak hubungan rohani terhadap Nur Muhammad tersebut dengan cara memperbanyak membaca sholawat kepada Rosululloh. Karena sholawat itulah ibarat sebagai kabel penghantar aliran listrik. Begitu juga dengan rohaninya Rosululloh juga sebagai kabel pengahantar kekuatan Alloh yang Maha Dasyat.


Inilah rahasia kekuatan yang sangat dasyat sampai malaikat bersholawat kepada Nabi :


"Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkan salam kepadanya." (Al-Ahzab: 56).


Karena keutamaan membaca sholawat salah satunya yaitu untuk mencapai titik kesempurnaan "Ma'rifat" kenal dengan Sang Pencipta, serta untuk mencapai puncak titik nol kembali pada posisi sebagai hamba yang tidak merasa memiliki apa-apa sehingga nampak terpancarlah aura KESABARAN didalam diri seseorang yang membaca sholawat tersebut. dengan catatan membaca sholawatnya harus "ASLI", maksudnya membaca sholawatnya harus benar-benar melibatkan kekuatan AGUNG yang tak terbatas (~) yaitu kekuatan Alloh SWT.


Maka apabila kekuatan agung itu dilibatkan didalam dirinya, maka Alloh sendirilah yang akan menjadi bemper atau kekuatan yang sangat hebat yang menyelimuti dirinya. Maka tidaklah heran ada seseorang yang memusuhi kekasih Alloh otomatis dia menabrak keakuatan Alloh yang Maha Dasyat maka hancurlah seketika saat itu.


Maka jangan pernah sekali-kali mencoba memusuhi dan menghujat orang yang berselimut dengan sholawat yang melibatkan Nur Muhammad sebagai kekuatan karena Tuhan sendiri yang akan menjadi kekuatan dasyat didalam jiwa orang tersebut. inilah rahasia para kekasih-kekasihnya Tuhan. (kalaupun ucapan saya bohong boleh dibuktikan,, musuhilah kekasih Tuhan itu ! ).


dari Abu Hurairah R.A, ia berkata: Rosululloh SAW bersabda:


"Sesungguhnya Alloh berfirman, 'Barangsiapa memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidak ada (amal) yang lebih Aku cintai yang digunakan hamba-Ku untuk mendekati diri kepada-Ku, selain dari (amal) yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (amalan-amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, Aku pun menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, dan Aku menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, dan Aku menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri; jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku lindungi. Dan Aku tidak pernah ragu-ragu dalam sesuatu yang Aku perbuat sebagaimana keraguan-Ku ketika mematikan jiwa mukmin, kerana ia tidak menyukai kematian, sedang Aku tidak ingin menyakitinya.'" (HR Al-Bukhari).


akan tetapi ketika orang itu menjadi kekasihnya Alloh maka rahmat dan kasih sayanglah yang berselimut didalama dirinya. maka doa baik pula yang keluar dari ucapannya dan yang pasti doa orang tersebut mengandung doa untuk seluruh kebaikan makhluk penjuru alam


"Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar"( Al-Baqarah:153)


Bersambung…





Technorati :

Del.icio.us :

Zooomr :

Flickr :

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment