Home » » Tuhan adalah Hati!

Tuhan adalah Hati!

Written By Admin Wednesday, December 15, 2010 - 9:13 PM WIB | 1 Komentar

Hati itu bagaikan kaca mata, kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang kita lihat akan tampak apa adanya, yang putih akan jelas putihnya, yang coklat muda akan jelas warna aslinya. Namun kalau kita menggunakan kaca mata hitam, apa yang kita lihat tidak akan sesuai aslinya, yang putih akan kelihatan abu muda dan warna coklat muda akan menjadi coklat tua. Demikian juga hati, kalau hati jernih, kita akan melihat realita itu apa adanya, sementara kalau hati kita kotor atau hitam, kita akan melihat realita itu tidak seperti sebenarnya. Sifat baik, sabar, ridho, pemaaf itu sebab karena hatinya, begitupula sebaliknya sifat pemarah, pendendam, iri, dengki, su'udhon itu sebab karena hatinya terjangkit penyakit hati. (sudah dibahas pada postingan sebelumnya)


Maka hati adalah pusat terpenting dari manusia yang akan mengatur segala sikapnya baik buruknya manusia dan merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan dan diutamakan. Tidaklah salah apabila di blog alam hikmah ini membahas tentang masalah hati supaya kembali kepada posisinya yang fitrah, menjadi hamba yang benar-benar sejati.


"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta-hata kamu tapi melihat hati dan perbuatanmu." (H.R. Muslim).


Oleh karena itu, mulia tidaknya seseorang tidak dilihat dari tampilan lahiriahnya tapi dari performa batiniah atau hatinya.


Rosululloh SAW bersabda


"Alaa inna fil jasad mudhgoh Idza soluhat soluha jazadukuluhu Waidza fasadat fasada jasadukuluhu Alaa wa hiyal qolbu."


"Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati",(HR. Bukhari - Muslim).


Sampai sebuah penelitian ilmiah yang ditemukan oleh Dr.Masaru Emoto yang ditulis di dalam buku The Hidden Message In Water tentang keajaiban hati melalui percobaan rangsangan kalimat postif dan negatif kedalam air sehingga yang terjadi tampak sebuah perbedaan yang mencolok dari perubahan molekul-molekul yang terjadi setelah diberikan rangsangan kalimat positif dan negatif. Itulah hebatnya kekuatan hati.


Begitupula kejadian yang dialami oleh beliau Rasululloh Saw ketika sebelum melakukan perjalanan isro mi'roj, malaikat jibril membersihkan hati beliau dulu sebelum melakukan perjalanan isro mi'roj.


Inilah hati yang merupakan panglima untuk seluruh anggota jasad kita. Kalau hati bening, kelakuan kita pun akan beres. Tapi kalau hati kita busuk, seluruh amaliah pun busuk Maka betapa pentingnya masalah untuk hati. Sehingga bermacam-macam metode yang digunakan untuk mensucikan hati, baik itu dengan cara mujahadah, suluk, ataupun metode-metode lain yang digunakan oleh orang telah menemukan metode untuk membersihkan hati. Maka ketika kita tarik kesimpulan bahwa hati berperan penting penentu segalanya.


Akan tetapi ketika hati adalah penentu segalanya lalu dimanakah fungsi Tuhan sebagai penguasa sejati? Apakah hati itu Tuhan? Ataukah Tuhan itu hati? yang bisa berkehendak membuat orang menjadi baik atau jahat!


Konon kabarnya ada salah satu amalan "Sholawat Wahidiyah" yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan itu semua....





Sebarkan:

1 comments :

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    ReplyDelete