Home » » Mengapa Rohaninya Manusia Sudah Tidak Berbobot Lagi?

Mengapa Rohaninya Manusia Sudah Tidak Berbobot Lagi?

Written By Admin Tuesday, February 22, 2011 - 1:33 PM WIB | 0 Komentar

Apa yang terjadi dengan keadaan umat manusia?


Ada filsafat jawa mengatakan :


Sesuk yen wis ana kreta tanpa turangga --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.


Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.


Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.


Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.


Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.


Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi(bingung).


Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.


Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.


Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.


Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman--- Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik


Apakah filsafat itu sudah benar?


Sehingga banyak manusia yang kebingungan, tabrakan antara satu dengan yang lain, sehingga lupa saudara, lupa teman, lupa seagama, lupa sebangsa dan setanah air. sehingga terjadi anarkis dimana-mana?


Apakah zaman itu telah datang?


Kalau memang zaman itu sudah datang, mengapa sampai terjadi demikian?


Mungkin rohaninya manusia sudah tidak berbobot lagi,


Sehingga mudah terombang ambing oleh fitnah,


Sehingga mudah terombang ambing oleh adu domba,


Sehingga hati sudah tidak mempunyai kepercayaan diri lagi.


Tentunya kita tidak ingin seperti itu, bukan!


Lalu apa yang salah?


Apakah agama belum sempurna?


Apakah sistem pendidikan juga masih belum sempurna?


Kenyataannya….


Semua agama sudah sempurna, pendidikan semakin mendekati kesempurnaan, akan tetapi mengapa jiwa manusia malah semakin jauh dari kesempurnaan?


Mungkinkah….


Manusia sudah lupa dengan Sang Pencipta,


Manusia sudah jauh dengan Sang Pencipta,


Sehingga karena jauhnya inilah manusia bagaikan binatang, tidak punya adab, tidak punya tata krama dan kasih sayang.


Maka dari itu…


Pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai solusinya sehingga diri kita akan menjadi tenang.


Ala bidzikrillahtathma'innul qulub.


"Hanya dengan berzikir kepada Alloh lah hati-hati kalian menjadi tenang dan tentram"



Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment