Home » , , , » Sindrom Akut “Krisis Nurani” yang Akan Menghancurkan Dunia!

Sindrom Akut “Krisis Nurani” yang Akan Menghancurkan Dunia!

Written By Admin Wednesday, February 9, 2011 - 10:04 PM WIB | 0 Komentar

Zaman ini masuk dalam zaman krisis, zaman dimana serba kekacauan dan zaman serba kekurangan, baik itu krisis ekonomi maupun krisis nurani.


Krisis ini sudah merajalela dan menyengsarakan umat, lebih-lebih lagi yang terparah diakhir-akhir ini adalah krisis nurani, krisis rohani, krisis iman, atau krisis qolbu, sehingga manusia lupa akan jati dirinya, manusia yang di cari hanya sebatas kebutuhan hidup, tapi lupa dengan tujuan hidup, bagaimana tidak? firman-firman suci dari Tuhan sekarang diperalat untuk memperkaya diri, sholawat diperalat mendapatkan kemuliaan, mujahadah diperalat untuk memupuk keakuan, bahkan tangisanpun juga diperalat untuk dijadikan Tuhan. Alangkah memprihatinkan keadaan umat dizaman ini. Inilah krisis rohani telah menjangkit umat masyarakat.


Mengapa sampai terjadi adanya "Krisis Nurani" seperti itu?


Tidak lain karena hati manusia sudah mengeras dan sudah membatu sehingga terjadinya krisis qolbu., dimana hati manusia itu sendiri sudah menolak kebenaran, sudah menolak apabila di ingatkan untuk ingat kepada Sang Maha Pencipta, bahkan di ajak beribadahpun sulit, apalagi menjadi hambaNya.


Yang beribadah hanya sekedar seremonial saja, yang berzikir hanya sebatas lahir saja, yang berpuasa hanya sekedar menahan makan dan minum saja, yang menunaikan haji hanya dibuat untuk memupuk kemuliaan saja, sehingga pulang dari tanah haji perasaannya merasa suci, Bahkan yang bermujahadah hanya sebatas bungkus jasmaninya saja, sehingga hati tidak pernah dilibatkan, terbukti hati kita masih jahat, hati kita masih ada rasa ingin menjatuhkan orang lain, masih ada ingin unggul dengan yang lain, masih ada rasa hasud sehingga menfitnah orang lain, dan masih ada rasa pengakuan "AKU" didalam hati. dan parahnya lagi banyak orang yang melakukan dosa justru malah tertawa.


inilah sindrom akut "Krisis Nurani" telah mewabah dikalangan umat masyarakat.


Maka apabila terjadi seperti itu, Alloh pun memberi peringatan keras kepada kita


"..Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata" (QS : Az Zumar 22)


Dan apabila Alloh sudah menyesatkan hati manusia, pasti didalam diri manusia itu yang terlihat hanya kebagusan dirinya sendiri, sehingga orang lain dianggap salah, yang terlihat hanya kesucian dirinya sendiri sehingga orang lain dianggap kotor dan hina, yang terlihat hanya kebenaran dirinya sendiri, sehingga orang lain dianggap sesat. Awas!


Bagaimana dengan kita? Perasaan itu munculkah didalam hati?


Kita ini siapa? Kok berani-beraninya mempunyai perasaan seperti itu?


Padahal kita sudah jelas distempel merah bahwa manusia adalah tempat salah dan dosa, tapi mengapa kita masih merasa benar dan mulia? Awas, hati-hati wahai saudaraku!


Kalau begitu mengapa sampai terjadi krisis rohani? sehingga manusia sampai kehilangan jati dirinya?


Sebab hati manusia sudah tidak pernah di isi untuk ingat kepada Alloh, yang di isi hanya akal pikiran dan otaknya saja.


Lalu mengapa hati manusia tidak pernah di isi untuk ingat kepada Alloh?


Bagaimana hati akan mengingat Alloh, sedangkan kita saja belum mengenalNya. Apalagi mengingatNya.


Mengapa hati tidak kenal kepadaNya? tidak kenal kepada yang membuat hidup? tidak kenal kepada yang menciptakan kita?


dikala hati yang fitrah ketika turun didunia, langsung terkontaminasi dengan kebutuhan hidup, sehingga melupakan manusia lupa dengan Sang Pencipta.


Kalau menyebut asmanNya bisa, bahkan anak kecilpun mampu mengucapkan asmanNya


Akan tetapi membongkar dibalik asma suci itu, sehingga manusia mengetahui akan jati dirinya, hanya sedikit orang yang mampu melakukan.


Sehingga Alloh memerintahkan kita di dalam surat An Nahl 43


"Maka bertanyalah kamu kepada orang yang mempunyai pengetahuanjika kamu tidak mengetahui"


Sehingga Rosul pun berpesan kepada kita untuk mencari guru atau orang yang mempunyai pengetahuan yang bisa menuntun kita meninggalkan 5 hal yang yang menjadikan penyakit hati dan melaksanakan 5 hal yang menjadikan hati kita dari jauh penyakit hati.


Carilah :


1. Orang yang bisa menuntunmu dari ragu menuju yakin


2. Orang yang bisa menuntunmu dari perasaan riya' (aku) menjadi ikhlas (nol)


3. Orang yang bisa menuntunmu keluar dari perasaan sombong menjadi perasaan rendah


4. Orang yang bisa menuntunmu keluar dari pengaruh cinta dunia menjadi cinta kepada Alloh


5. Orang yang bisa menuntunmu keluar dari sifat benci menjadi sifat kasih sayang.


Walaupun orang itu adalah tukang becak, pengemis atau kuli bangunan, datangilah mintalah fatwa kepada dia untuk mengajarkan 5 perkara yang telah disebutkan diatas


Walaupun orang itu adalah tukang becak, pengemis atau kuli bangunan, datangilah mintalah fatwa kepada dia untuk mengajarkan 5 perkara yang telah disebutkan diatas.


Ingat ! Tanda-tanda bersih hatinya manusia terlihat jelas cacatnya didalam dirinya. sehingga dia tidak berani menghujat orang lain "kafir, sesat, musyrik, setan" akan tetapi dia selalu intropeksi tehadap kekurangannya sendiri.


Ingat! bencana besar akan turun apabila kita tidak cepat-cepat menyadari tentang kesalahan kita, dan kesalahan terbesar kita adalah merasa lebih unggul dari orang lain, merasa lebih mulia dari orang lain, merasa lebih suci dari orang lain sehingga berani menghujat dan menjatuhkan terhadap sesama manusia


Wahai pejuang-pejuang hati kapan kita bangkit dari keterpurukan ini?


Wahai pejuang-pejuang wahidiyah kapan kau teteskan air matamu untuk umat?



Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment