Home » » Tetesan Air Mata Kehinaan

Tetesan Air Mata Kehinaan

Written By Admin Monday, February 14, 2011 - 9:59 PM WIB | 0 Komentar


Dikeheningan jiwa,


Malam bertepatan dengan kelahiranmu Yaa Habibi


tak terasa menetes air mata di pipi ini


Sambil terucap lirih.. Ya Alloh, mengapa aku dihidupkan?


Kalau hidup ini tanpa makna dan tiada arti


Mengapa aku dijadikan makhluk yang mulia?


Kalau hidup ini hanya kuperuntukkan untuk nafsuku


Kucoba dan kucoba kutelusuri hidup ini tak jua temukan DIKAU


Sedangkan hidup ini hanya tinggal sesaat


Kemanakah aku mencariMu ya Tuhan….


Yaa Alloh, desah nafas ini tidak seperti dulu


Hidupku sudah dimakan usia, hanya tinggal menunggu ajal menjemput


Terlambatkah diri ini Ya Alloh?


Curahkan RohmatMu kepada hamba yang hina ini


Aku buta, aku bisu, dan aku juga tuli


Kusebut asmaMu tapi lupa, kusembah Dikau tapi dengan kesombongan


Kupuji Dikau tapi dengan penuh kebohongan


Masihkah ada pintu kasih sayangMu untuk hamba yang tiada arti ini


Ya Alloh Engkau Rohman Rohim


Kulihat cahaya kesadaran menyelebungi jagad


Membawa Rohmat ke penjuru alam


Duhai Rohmatallil a'lamin


Duhai Rosulalloh….


Ya Sayyidi…. Ya Rosulalloh….


Sinarilah hamba yang dholim ini, biar tahu jalan dimana Engkau berada


Bawalah hamba yang hina ini agar ku tahu makna kehidupan ini


Tegakah Engkau wahai Paduka Rosul


Selama ini aku buta menjadi budak nafsu


Kusembah diriku, kupuja nafsuku


Raihlah tanganku Ya Rosul, walau sambil Kau tutup mata suci Paduka


Karena daku bukan manusia lagi


Ya Rohmatal lil a'lamin


Ya Sayyidi…. Ya Rosulalloh


Andaikan paduka mencapakkanku


dan andaikan Paduka ludahi wajah yang hina ini


Aku adalah umatMu


Mengapa aku jadi begini, Ya Rosulalloh aku tidak perduli,


Walaupun aku ditempat kolong kehinaan yang paling hina


Walaupun paduka tidak mengenal hamba


Terimalah setetes air mata tulus dari lubuk hati umat yang hina ini


Kalau terpaksa daku harus berpisah selama-lamanya


Ijinkanlah daku menyebut asmaMu yang mulia itu


walaupun ada dineraka yang paling bawah


Duhai Pemimpinku Duhai Utusan Alloh


Ya Sayyidi… Ya Rosulalloh


Aku tak peduli sampai ajal menjemput dan sampai mata menutup


Kusebut asmamu Ya Habibi…. Ya Sayyidi Ya Rosulalloh


Perkenankan daku yang hina ini bersimpuh dihadapanmu


Ya Sayyidi.. Ya Rosulalloh


(Al Fakir Yang Hina)

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment