Home » , » Akulah Orang yang Paling Hina di Jagad Ini

Akulah Orang yang Paling Hina di Jagad Ini

Written By Admin Saturday, June 4, 2011 - 8:16 AM WIB | 1 Komentar

Gemerlap tawa sudah menyelubungi jagad, sebagian besar manusia lupa akan jati dirinya, yang ada hanya kebanggaan yang melekat dan menempel didalam jiwanya, perasaan akupun sudah mendarah daging, sehingga ia lupa dengan kesalahan yang ia perbuat.


Mari kita flashback kebelakang, sudah berapa banyak dosa kita perbuat? sudah berapa banyak kesalahan yang kita lakukan? dan sekecil apapun kesalahan itu adalah dosa.


Maka renungkanlah sejenak,


Tolong ingat-ingatlah kesalahan yang pernah kau perbuat? berapa banyak kesalahan yang kau perbuat terhadap orang tuamu? Berkata kasar, membentak-bentak, bahkan menelantarkan orang tuamu? itu adalah dosa.


Sembilan bulan ibumu berjuang untuk melahirkan, merawat dan mendidikmu, begitupula ayahmu, dengan peluh keringat berjuang untuk mencari nafkah mencari sesuap nasi, agar engkau bisa hidup layak dan seperti saat sekarang ini, tapi apa balas jasamu sekarang?


Sekarang coba bayangkan, padanglah wajah kedua orang tuamu yang mungkin sekarang sudah tua, wajahnya mengeriput dan rambutnya pun memudar berganti warna putih, sehingga beliau tidak kuat lagi seperti dulu ketika kamu masih kecil, beliau mencurahkan kasih sayangnya kepadamu dengan tulus ikhlas tanpa meminta imbalan apapun darimu, dan sekarang itu menjadi sebuah kenangan yang terukir indah dimasa lalu karena mungkin beliau ayah dan ibumu sekarang tidak bersamamu lagi dan meninggalkanmu untuk selama-lamanya, engkau sekarang sebatang kara hanya bisa memandang batu nisan dari jauh yang bertulis nama ayah dan ibumu.


Coba sekali lagi renungkan, berapa banyak sudah kesalahan yang engkau perbuat? Pernahkah kita ingat beliau? Atau kita lupa dengan gemerlap dunia dan kesuksesan yang sudah kita dapat?


*******


Teruntuk Ibu dan Ayahku


Ya Alloh mengapa daku berbuat dosa, mengapa daku berbuat dholim…


Kusakiti ibu yang melahirkanku, kusiksa dia. Air susunya takkan terbalaskan


Kubuat dia menangis, susah dan menderita


Masih adakah pintu maaf bagiku ?


Keringat dan air mata ayahku tak terbalas


Kubuat dia menderita sampai tua bahkan nafas terakhirpun aku tak peduli


Alangkah dosanya daku


Dosa-dosa terbayang di pelupuk mata


Jahanam serasa dihadapanku


Kucoba berkata lirih, ampunilah daku….


Ibu…ibu…ibu…. Aku anakmu


Ayah… ayah…ayah aku buah hatimu


Tegakah…tegakah, aku berselimut dosa, nafasku berbau dosa


Ampuni anak dan buah hati ini


Ya Alloh andakan boleh kupinta


Ampuni ibu… ampunilah ayah…. Biarlah aku sebagai gantinya, biarkan aku dineraka


Asal ibu…. ayah bahagia, biarlah aku tak oernah berjumpa lagi


Kumohon… sampaikan air mata penyesalan ini kepada ibu dan bapakku…


Senyumlah ibu… senyumlah ayah


Bahagialah ibu.. bahagialah ayah


Agar kebahagiaan itu bisa kurasakan, walau aku jauh disana


*******


Tak terhitung sudah dosaku telah menumpuk, kesalahanku begitu banyak, akupun tak menyadarinya, perbuatan sekecil apapun yang aku lakukan, pasti akan dimintai pertanggungjawaban, dan itu pasti!


Dan sesungguhnya al-Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.(Qs Az Zukhruf 44)


Begitupula dosa terhadap saudaramu atau temanmu, kau memakai dan membenci dirinya, walaupun itu tak terucap dan terpendam didalam hati, itu tetap adalah dosa.


Dan berapa kali kamu menyombongkan diri dihadapan Tuhan? merasa benar, mulia dan suci, padahal yang benar, mulia dan suci itu mutlak milik Tuhan? Mengapa kita aku? apakah itu bukan dosa?


Ayo diantara sekian banyak orang yang membaca tulisan si fakir ini, siapa yang suci dan tidak pernah melakukan dosa?


Tapi saya bukanlah orang yang baik, bukan orang suci apalagi orang yang mulia, aku hanya manusia yang penuh berlumuran dosa dan noda.


Tolong.. tolonglah.. bimbing si fakir dan si hina ini, agar menjadi orang yang baik


Saya masih optimis, Tuhan masih memberikan kesempatan hidup bagi saya untuk menjadi orang baik, teringat tentang kisah seorang pramuria, yang hidupnya penuh bergelimangan lumpur dosa, hanya gara-gara karena memberi minum seekor anjing yang hampir meregang nyawanya, dengan membawa perasaan rendah dan hina saat memberikan minum kepada seekor anjing itu. Pada saat itulah ia diangkat menjadi kekasih Tuhan dan akhirnya masuk surga.


"Fadlol-Nya Allah (ampunan, maghfirah, taufiq, hidayah, inayah, rahmat dan sebagainya) tidak akan diberikan kecuali kepada hati yang sungguh-sungguh 'Prihatin' merasa penuh dosa dan sangat mengharap pertolongan Allah." (Taqribul Ushul: 217).


Maka mulai saat ini mari kita bersama-sama mengoreksi kesalahan dan dosa yang pernah kita perbuat.


Jadilah pembeda diantara sesama..


disaat orang lain tertawa terbahak-bahak karena terbuai dengan dunia maka menangislah, pandanglah dirimu yang penuh banyak salah dan dosa.


disaat orang lain orang bersuka cita kamu harus lebih jadi pembeda, prihatinlah terhadap keadaan umat masyarakat, yang semakin hari semakin jauh dari tatanan agama.


disaat orang lain menggunjing dan berbicara tidak manfaat, maka diamlah karena diam itu lebih baik daripada bicara tiada manfaat, karena semakin banyak bicara semakin banyak kesalahan yang engkau perbuat.


dan disaat orang ingin menonjol, disanjung dan dipuji maka tenggelamlah jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk, semakin banyak ilmu semakin tenggelam, bukan malah sebaliknya semakin banyak ilmu, kesombongan dan keakuan semakin menjadi.


Maka ingatlah…


Hakekat orang yang bodoh itu ialah dia tidak pernah mengoreksi dirinya, yang ada hanya kesombongan, merasa pintar dan cukup dengan dirinya.


Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita semua… Amin



Sebarkan:

1 comments :

  1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Subhanallah, Artikelnya bermanfaat dan banyak hikmah dari artikel anda, benar sahabat merenung atau bermuhasabah sangat penting agar kita bisa memperbaiki akhlak juga ketakwaan kita kepada Allah, Syukron jazakallah khoiron katsiron, salam ukhuwah sahabat.

    ReplyDelete