Home » , » Iblis Berselimut Wali

Iblis Berselimut Wali

Written By Admin Thursday, June 16, 2011 - 12:12 PM WIB | 0 Komentar

Seorang hamba sejati dia tidak pernah ada pengakuan merasa dirinya baik dan suci.


Seorang wali sejati dia senantiasa menutupi dirinya dengan bingkai kerendahan.


Hatinya selalu dingin sehingga tercermin dalam sikap dan sifatnya selalu penuh dengan ketawadhuan dan kasih sayang, ucapannyapun lembut, tidak pernah sekalipun menyakiti dan menyalahkan orang lain. Dan ketika ia dicaci, dihina, dan difitnah ia diam tidak membalas, hanya lantunan doa didalam hati :


"Semoga Alloh memberikan hidayah serta mengampuni orang yang telah mencaci, menghina dan memfitnahku"


Berbeda lagi dengan Iblis Laknatulloh


Pengakuan demi pengakuan ia selalu nampakkan dengan jubah kemuliaan dan sorban keakuan, dia selalu menonjol ingin dihormati, walaupun terlihat samar berbalut dengan ketawadhuan.


Ucapannyapun bagaikan lebah meyengat musuhnya, penuh dengan racun-racun fitnah, mengadu domba antara sesama golongan atau beda keyakinan, sehingga perasaan akulah yang paling benar, dan yang lain salah, seolah-olah ia membawa perdamaian, akan tetapi membawa permusuhan yang diselimuti dengan kesucian dan kemuliaan yang ia tunjukkan.


Ketika ia dicaci, dihina dan difitnah, hatinya senantiasa marah, senantiasa ada emosianal yang tinggi, senantiasa tidak lunak, atau senantiasa tidak billah, iapun kebakaran jenggot, seperti bensin ketika tersulut api ia meledak ledak, penuh amarah, penuh dengan kebencian, dan bagaimana ia berfikir untuk membalas lebih kejam daripada yang ia terima.


Mari kita koreksi, posisi kita sekarang, sikap serta sifat kita bagaimana?


Apakah kita mencerminkan seorang wali, yang mempunyai sifat kasih sayang? ataukah kita mencerminkan sifat seorang iblis yang mempunyai rasa benci terhadap sesama?


Walaupun ahli bermujahadah, walaupun ibadah setinggi langit, dan walaupun disanjung sanjung oleh umat manusia, apabila hati tidak digantungkan kepada Alloh, yang ada kebagusanku, alimku, ilmuku, bahkan akulah seorang wali yang harus dihormati.


Maka itulah iblis yang beselimut wali, itulah iblis yang berselimut dengan kemuliaan. Awas!


Kalau memang mengira bahwa saya adalah orang baik, saya adalah orang terhormat, dan saya orang yang mulia, anda keliru besar, jujur saya tidak pantas menjadi hamba apalagi menjadi kekasih Alloh, karena begitu banyak dosa dan noda yang telah ku ukir dengan tinta merah diatas lembaran lembaran putih.


Maka ingatlah wahai saudaraku


Seorang wali adalah suci, seorang kekasih Alloh hatinya selalu nol tidak merasa apa-apa, hatinya selalu pasrah digantungkan bersama Alloh, dan hatinya selalu Billah, karena ia sadar bahwa semua itu adalah skenario yang harus dijalankan.


Oooohh.. betapa indahnya ada salah satu seorang anak manusia yang berhati dan berjiwa seperti Rasul itu.


Semoga kalianlah orang yang saya maksud…


Catatan kelam dari si fakir yang hina


(16 Juni 2011)



Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment