Home » » Dasyatnya Kasih Sayang, Merubah Batu Menjadi Emas (Petuah dari Sang Profesor #2)

Dasyatnya Kasih Sayang, Merubah Batu Menjadi Emas (Petuah dari Sang Profesor #2)

Written By Admin Saturday, July 9, 2011 - 8:08 AM WIB | 0 Komentar

Secercah cahaya.jpg


Petuah dari Sang Profesor #2 - Pengalaman ketika ku menjenguk Beliau yang sedang sakit.


Kesejukan itu terasa bagiku saat Sang Profesor menyampaikan pesan kepada Al Fakir, serasa embun yang sejuk menghilangkan kehausan jiwa yang gersang ini, dengan berkata lirih tiba-tiba Beliau berpesan dengan penuh hikmah kepadaku yang aku rasakan pesan ini sangat mulia bagi diri yang dholim ini, sehingga pesan ini merupakan pembangkit semangat hidupku sebagai hamba yang penuh dosa dan senantiasa bergandengan tangan dengan sifat-sifat keakuan yang iblis tanamkankan dalam hati yang paling dalam, sehingga aku buta dan tidak tahu bahwa iblis telah bersemayam didalam hati ini.


Pesan Sang Profesor


"Jangan Engkau berhandai-handai batu akan menjadi emas, jika kebencian kepada siapapun yang ada pada dirimu belum kau rubah menjadi kasih sayang"


Jangan engkau berhandai-handai akan bertemu dengan Rasulullah, kalau jiwa jahat dan hati busukmu belum kau rubah menjadi jiwa yang kasih sayang dan lemah lembut, karena Allah tidak akan bertajali pada hati hamba yang keras, hati hamba yang jauh dari RasulNya.


Jangan berhandai-handai kamu mampu mengikuti Muallif Sholawat Wahidiyah RA kalau kamu belum taat pada bimbinganNya.


Janganlah keluar hatimu dari pengaruh rohani Beliau, karena keluar sedetik hatimu akan berubah menjadi keras seperti batu.


Sesungguhnya dunia yang nampak dan yang kita rasakan itu sebetulnya tidak ada, dan yang kau cari-cari itu adalah fatamorgana, karena pasti akan kau tinggal.


Ingatlah apa yang tidak kita rasakan dan yang tidak nampak dan yang kau anggap tidak ada dan tiada arti sesungguhnya itulah yang ADA, karena kamu tidak akan bisa mampu menjangkau Dia yang Maha Ada.


Ingatlah dirimu sendiri itu tidak ada, dirimu sendiri adalah fatamorgana, dirimu sendiri adalah tiada, dan dirimu sendiri adalah fana tiada arti karena engkau adalah ciptaan yang diciptakan.


Jangan terpengaruh dengan gebyar dan indahnya dunia ini, sesungguhnya gebyar dan indahnya dunia ini bagi mata hati yang melihat semakin jelas kalau itu adalah fatamorgana dan semakin nampak bahwa itu adalah ciptaan.


Tenggelamkanlah jiwamu kedalam ketiadaanmu,


Matikanlah dirimu dalam kefanaanmu,


Niscaya kamu akan melihat secercah sinar keagungan yang Maha Ada.


Sesungguhnya dibalik yang ada itu adalah ketiadaan dan sesungguhnya dibalik ketiaadaan itu bersemayam yang Maha Ada, karena mustahil Yang Maha Ada berdampingan dengan makhluk ciptaanNya yang sesungguhnya dan asalnya tidak ada, maka tiadakanlah dirimu untuk mengenal Yang Maha Ada (inilah yang menurut Beliaunya yang disebut NOL)


NOL bukanlah ajaran tapi RASA untuk meniadakan diri guna menggapai BILLAH.


Gunakan hatimu yang jernih,


Gunakan jiwamu yang suci untuk mendapatkan PESAN ini,


Tanyakan pada dirimu, siapa sesungguhnya Engkau? dan


Tanyakanlah pada dirimu, Kau berasal dari mana dan akan kemana?


Jangan coba menjawab dengan hati dan jiwa yang kotor, karena kamu tidak akan mendapatkan jawabannya.


Sucikanlah mata hatimu dengan air mata kehambaan,


Sucikanlah mata hatimu dengan air mata perasaan dholim selalu, dan


Sucikanlah mata hatimu dengan air mata ketiaadaan dirimu,


Tentulah kamu akan menemukan jawabannnya.


Jangan bilang Tuhan itu ada, kalau kamu belum mengenal dirimu,


Hanya munafiklah yang mengatakan Tuhan ada tapi dia tidak mengenal dirinya sendiri,


Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW


"Siapa yang mengenal dirinya sungguh dia akan mengenal TuhanNya, sebaliknya siapa yang tidak mengenal hakekat dirinya sendiri, maka sungguh dia tidak akan mengenal hakekat TuhanNya"


Ingatlah…..!


Sebentar lagi pasti kita akan pulang, tapi sayang kita tidak tahu jalan,


Karena sudah tersesat jauh didunia yang penuh dengan tipu dayanya.


Dan Ingatlah…!


Kita didunia ini tersesat tapi kebanyakan kita malah mencintai kesesatan itu, bahkan ingin hidup selama-lamanya di dunia yang fana' ini dan yang pasti akan kita tinggalkan.


Renungkan dan Ingatlah….!


Kita ini Hamba Tuhan,


Hamba Allah,


Milik Allah,


Tapi mengapa kita tidak kenal kepadaNya?


Kita hanya ingin senang dikubangan lumpur kehidupan di dunia ini,


Kembalilah wahai diriku…. Kembalilah wahai saudaraku…..


Jangan tersesat didunia ini, kita harus rindu kembali kepadaNya


Sesungguhnya kita ini adalah hamba Allah dan akan kembali kepadaNya


INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUN.




Catatan kelam perjalanan hidup dari si fakir yang hina


Dalam bumi kerendahan, 8-07-2011 "Hidup Sekali Harus Berarti"


Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment