Home » , » Pantaslah Kalau Diri Ini disebut Iblis Berwajah Manusia

Pantaslah Kalau Diri Ini disebut Iblis Berwajah Manusia

Written By Admin Sunday, July 10, 2011 - 10:12 AM WIB | 0 Komentar

Sekarang nafsuku bergelora, ingin dipuja dan dimanja, ingin dikatakan orang mulia dan suci, padahal dibalik itu semua, adalah kemunafikan dan kebohongan belaka. Tiada ucapan sedikitpun yang bisa mendinginkan kecuali hanya untuk ajang adu domba.


Padahal..


Manusia sejati ialah kasih sayang,


Manusia sejati tidak pernah menyakiti sesama,


Manusia sejati tidak rela saudaranya menderita,


Manusia sejati tidak akan mungkin memakan bangkai saudaranya sendiri, dan


Manusia sejati akan selalu taat dengan perintah TuhanNya,


Tapi aku tidak, kasih sayang itu hanya sebuah isapan jempol belaka, ucapan demi ucapanku selalu membawa perpecahan, sikap dan sifatku yang sok suci berbalut ketawadhuan sebenarnya penuh dengan kebencian dan kemunafikan, tidak ada orang yang tahu kecuali nafsuku yang sangat halus itu!


Perintah Tuhanpun senantiasa kulanggar, itupun tidak pernah ku sesali, padalah Nabi adam sekali berbuat salah, ia sesali dengan tangisan selama 200 tahun, sambil membawa perasaan hina, perasaan rendah, dan penuh banyak dosa, sehingga keprihatinanpun menyelimuti jiwanya, sehingga lantunan doa "Robbana dholamna anfusanawailam tagfirlana watarhamna lana kunanna minal khosirin" tak pernah lepas dalam setiap langkahnya.


Berbeda dengan iblis, ketika melakukan kesalahan ia malah menonjolkan sifat kesombongan dan ketakaburan, menentang hukum Tuhan, ke akuannya pun tampak sambil bertepuk dada seraya berucap "aku lebih baik daripada dia" karena aku diciptakan dari api sedangkan Dia diciptakan dari tanah.


Yaa Allah… Yaa Tuhan kami…


Aku menyatakan iblis adalah musuhku,


Tapi kenyataannya sifat-sifat iblis menyatu dalam diriku,


Sifatku adalah penjelmaan iblis,


Urat nadiku pintu keluar masukknya iblis,


Sekarang darahku sudah terkontaminasi dengan racun ke AKU an,


Tak sadar bendera "AKU" bersemayam didalam hatiku,


Ibadahpun kuperalat untuk mendapatkan kemuliaan dan pengaruh,


Sehingga nafsuku ingin selalu disanjung, dipuja dan dimanja,


Pantaslah kalau diri ini disebut Iblis berwajah Manusia!


Karena sudahlah terbukti, sifat dan sikapku bukan menunjukkan sebagai manusia apalagi sebagai hamba, sangat jauh!


Oh…. Tuhan…


Pantaskah bila diri yang kotor ini disebut sebagai hambaMU?



"Hidup Sekali Harus Berarti"


Catatan kelam perjalanan hidup dari si fakir yang hina


Dalam bumi kerendahan, 10-07-2011



Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment