Home » , » Pintu Mengenal Tuhan (Petuah dari Sang Profesor #3)

Pintu Mengenal Tuhan (Petuah dari Sang Profesor #3)

Written By Admin Wednesday, August 3, 2011 - 8:39 PM WIB | 0 Komentar

pintu rahmat.jpg


Yaa Tuhan…

Alangkah menakjubkan ketika aku hidup? aku tidak tahu dimana Kau berada, Padahal Kaulah yang ada, tapi mengapa yang ada menjadi tidak ada?,

Apakah yang ada itu tidak ada? ataukah yang tidak ada itu yang ada? kalau begitu matikan aku biar aku tidak ada sehingga aku mengenal yang ada dan lebur kedalamnya.

Kalau begitu siapa hakikat aku?

Yang jelas Diriku Adalah Dirimu,Tapi Aku Bukanlah Engkau!

Yaa Allah…

Aku tahu ketika aku jatuh, hancur itu karena diriku yang ada disana, dan ketika diriku tidak ada disana semua berubah, kulihat tidak ada siapa siapa, dan ketika aku tidak bisa melihat apa-apa nyatalah hanya Engkau, Engkau sendiri. tidak ada siapa-siapa lagi. karena Engkaulah Allah Tuhan yang tiada apapun selain Engkau.

Dan siapakah diriku ini?

Yang pasti aku bukanlah Engkau, karena aku bukanlah apa apa dan bukan siapa-siapa.

Yaa Tuhan…

Ketika mata melihat dan telinga mendengar, hati merasakan semakin kulihat, kudengar dan kurasakan semakin buta, tuli dan pekak jiwa ini.

Yaa Salam.. Yaa Tuhanku..

kucoba kucari disana tak kutemukan kau disana, sehingga aku tersesat disana. semakin aku meronta, berusaha semakin jauh aku tersesat. jalanku buntu akhirnya aku diam, pasrah siap hancur, dan mati.

Dan ketika selimut mati kau selimutkan padaku. maka tiadalah aku. dan alangkah terkejutnya diriku karena nampak semuanya itu palsu, fatamorgana, tidak ada dan kosong belaka.

Yaa Allah Tuhanku mengapa aku melihat?

Mengapa aku mendengar dan merasakan sesuatu yang tidak ada dan kosong?

Alangkah Agungnya Kau Tuhanku, ciptaan, makhlukMu dari yang tidak ada kau jadikan ada, menjadi aku buta tidak mengenalMu sama sekali. maka kembalikan aku dalam ketiadaan karena sesungguhnya aku tak kan pernah ada.

Yaa Allah Tuhanku kalau begitu siapakah aku ini?

Karena aku tidak pernah ada, dan aku bukan apa apa dan bukan siapa siapa.

Firman Allah :

"Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya aku akan mengingatmu pula. Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku." (QS. Al-Baqarah 152)

Hebat dan mulia sekali Tuhan yang Maha Agung dan Maha Wujud mengingat hamba yang lemah dan tidak wujud. Hanya karena mengingatNya.

Maka Siapa yang bisa mengingatNya?

Apakah yang tidak ada bisa mengingat yang ada?

Apakah Dia mengingat Dia? tentu tiada keraguan lagi.

Mungkinkah yang tidak ada bisa bersukur kepada yang Maha Ada?

tentu tidak dan mustahil. Maka Dialah yang bersukur pada Dia.

Di dalam Azzumar 30 :

"Sesungguhnya kau adalah mati dan kamu semua adalah mati."

Karena yang hidup dan yang ada hanya satu, itulah Allah.

Begitupula didalam surat Al Anbiya' 21

"Sekiranya ada di langit dan di bumi (jagad) tuhan-tuhan selain Allah, maka rusaklah jagad ini."

Karena mustahil ada dua yang wujud, dan mustahil ada dua yang Maha Ada.

Firman Allah :

"Kullu Syai In Haalikun Illaa Waj Hah"

"Segala sesuatu rusak hancur kecuali Allah".

Karena semuanya adalah ciptaan dan tidak ada, hancur dan binasa.

Rasulullah Saw pun bersabda:

"Alaa Kullu Syai In Maakholallaha Baatil."

"Camkanlah, bahwa segala sesuatu selain Allah itu palsu, kosong, tidak ada. Dan tiap nikmat kesenangan dunia pasti rusak lenyap".

Firman Allah di dalam Surat Al Anfal 17 :

Dan bukanlah Kau yang melempar(ingat, syukur, ibadah, dll) tetapi Allah lah yang melempar (ingat, syukur, ibadah, dll.)

Maka barang siapa yang lebur kedalamnya, Allah berfirman :

"….maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Al Furqon70)

Yaa Allah ,Yaa Tuhan Kami….

Siapakah Kau?

Apakah Kau ada didalam diriku?

Sesuci inikah diri ini?

Apakah kau dihatiku?

Apakah juga sesuci inikah hati ini?

Kau yang suci adalah hanya sebuah nama.

Perkenankanlah kami Yaa Allah untuk mengenal dibalik asma Agung itu.

Kusebut AsmaMu, kuingat asmaMu tapi aku tidak tahu siapakah diriMu, sehingga ku ucap Allahu Akbar, Allahussomad, Allahu Kholaqossamawaa Ti Wal Ard tapi tetap aku tidak tahu.

Butakah diriku ini?

Kusebut asmaMu tapi lupa, ku ingat asmaMu tapi lupa, kusembah Dirimu tapi aku tidak tahu.

Dimana Kau kucari Yaa Tuhanku?

Yang tau Kau adalah Kau,

Yang ingat Kau adalah Kau,

Yang melihat Kau adalah Kau.

Semuanya ini ada digenggamanMu, karena semuanya adalah irodatMu.

Apa arti diri ini?

Diri ini tiada arti, tidak ada apa apa dan bukan siapa siapa.

Tapi mengapa harus ada?

Mengapa harus hidup?

Dholim amat diri ini bila harus ada dan harus hidup.

Lenyapkanlah Yaa Allah semuanya ini kembalikanlah kami kepangkuanMu agar aku tahu tentang diriMu.

===================================================================


Dalam bumi kerendahan, 3 Agustus 2011



Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment