Home » » Pancunglah Lehermu, Bila Ingin Bertemu dengan Tuhanmu!

Pancunglah Lehermu, Bila Ingin Bertemu dengan Tuhanmu!

Written By Admin Tuesday, February 28, 2012 - 4:30 PM WIB | 0 Komentar

Petuah Sang Prof yang sempat tertulis disela menjelang maghrib dalam perjalanan dikota Bekasi:

Anakku...., Jangan pernah takut dan ragu untuk melangkah, karena sejauh langkah perjuanganmu pasti diawali dengan langkah pertama, dan jangan pernah takut untuk berjuang, karena Allah pasti akan menghargai jerih payah dan langkah perjuanganmu, tapi kamu harus ingat anakku, berjuang pasti harus berkorban!

Ingat rahasia pesan dari Eyang Geni, itu merupakan tantangan dan kamu harus melangkah, gunakan metode NOL untuk menghadapi semuanya itu, karena metode dahsyat untuk menemukan Tuhanmu adalah meniadakan diri! (NOL).

LAA MAUJUDA (NOL) ILLALLOH (HANYA ALLAH)

Anakku... pancunglah lehermu, bila ingin bertemu dengan Tuhanmu!

Mungkin kata-kata itu sungguh mengerikan anakku, tapi indah dan menantang bagi siapa saja yang ingin mencari kebenaran untuk menemui Sang Penguasa Sejati!

Kalau begitu ada 2 rahasia  kamu harus tahu anakku agar engkau tidak salah paham dalam mengartikan bahasaku ini..!!!

Rahasia pertama yang pertama:

Selamanya kamu tidak akan bisa menemui Tuhanmu selagi dirimu belum kau matikan (INNAKA MAYYITUN – QS. Az Zumar[39]: 30), karena kamu tidak akan pernah menemukan Tuhan yang Maha Hidup (YAA HAYYU) selagi dirimu merasa hidup, maka pancung lehermu, karena kamu harus benar-benar mati sehingga dirimu NOL tidak merasa apa-apa.

Dan rahasia yang kedua:

Selamanya kamu tidak akan bisa menemui Tuhanmu selagi dirimu masih menggunakan akal, pikiran maupun otakmu, maka pancunglah lehermu, agar kamu menggunakan hatimu!

Maka saat kau pejamkan matamu maka pancunglah lehermu,

Saat kau pejamkan matamu maka nolkan dirimu,

Saat kau pejamkan matamu maka leburkanlah dirimu, dan

Disaat kau buka matamu, nyata bahwa yang kau liat semua itu nol, semu, fatamorgana belaka karena semua adalah ciptaan (NOL / TIADA).

Ingat anakku…!!!, perjuangan masih panjang, walaupun kekayaaan dunia dan seisinya kau pertaruhkan semua itu kosong tiada arti, karena hakekatnya DIALAH yang Maha Ada, maka cari dan temuilah Tuhanmu direlung kehidupan ini.

Dan ingat anakku…!!!, Kau dikenal dan dikenang oleh zaman bukan karena ucapanmu tapi karena perbuatanmu, dan kau dimuliakan bukan karena perbuatanmu tapi karena Tuhanmu!

.

Catatan perjalanan hidup "Si Fakir" yang hina

Bekasi, 25 Februari 2012

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment