Home » » Reportase Perjalanan Alam Hikmah di Mojokerto : Hadiah Ulang Tahun Beliau (Dalam Perjalanan Mencari Hikmah)

Reportase Perjalanan Alam Hikmah di Mojokerto : Hadiah Ulang Tahun Beliau (Dalam Perjalanan Mencari Hikmah)

Written By Admin Thursday, April 26, 2012 - 6:46 AM WIB | 0 Komentar

Kemarin tepat pada tanggal 20 april, 52 tahun yang lalu beliau dilahirkan oleh seorang ibunda yang bernama Hj. Kaminah dan ayahanda H. Sunarjadi, yang kebetulan berbarengan dengan kajian pendalaman Al Hikam di Mojokerto, Seno, Sidomulyo Bangsal.

Segenap kru Alam Hikmah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Beliau, semoga Allah melindung, menjaga, dan memberikan karunia seagung-agungnya.  

Pukul 21. 00 wib pendalaman kajian Al Hikam pun dimulai, awal pembahasan Al Hikam dengan gaya khas yang Beliau sajikan begitu gamblang dan mudah dipahami, lanjut setelah pemaparan yang diberikan selama 40 menit, sesi tanya jawab pun dimulai, pertanyaan pertama diajukan oleh Bapak Khoirudin mengenai pembahasan bagaimana ilmu hikmah cara ilmu hikmah itu bukan hanya masuk di akal akan tetapi bisa masuk kedalam hati sehingga bisa membuahkan ahklaqul karimah, dan Alhamdulillah pertanyaan dari Bapak Khoirudin terselesaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Setelah pembahasan selesai lanjut pertanyaan diajukan oleh Ustadz Mahbub, awal pertanyaan dari Ustadz Mahbub itu datar, setelah dialog interkatif mulai terjadi mengajukan pertanyaan yang sangat berat bahkan Beliau sendiri mengakui:

“Terima kasih kepada Ustadz Mahbub, karena bisa menyelami pemikiran saya dengan pertanyaan yang sangat berat tapi Alhamdulillah saya tetap tegar, mestinya saya jatuh dengan pertanyaan tentang Ahadiyah yang diajukan tadi, tapi saya tegar karena tujuan saya hanya satu, Wahidiyah harus tersebar keseluruh penjuru dunia.”

KH. Muhammad Heru Sudji Hanarto didampingi oleh Bapak Ir. Mujiono (kanan)

Walaupun pertanyaan yang diajukan oleh Ustadz Mahbub sangat berat, mengenai konsep metode NOL tapi Beliau tetap santai dan tenang menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan gamblang bahwa intinya metode NOL itu bukan ajaran baru tapi metode NOL itu merupakan metode untuk menggapai Billah, dimana banyak orang yang tidak paham telah salah paham dengan masalah ini. Dan NOL disini bukan suatu angka seperti di dalam matematika akan tetapi NOL disini ialah leburnya jiwa, sehingga bisa benar-benar meniadakan diri dari sifat keakuan.

Ustadz Mahbub (merah) mendengarkan secara seksama jawaban dari Beliau 

Semua hadirin nampak khidmat dalam kajian pendalaman di Mojokerto 

Penulis salut dengan Ustadz Mahbub yang berani mengkonfirmasi masalah metode NOL. Dengan jawaban yang menyejukkan hati, saat itulah majelis pengajian menjadi lunak dan membuahkan hikmah.

Semoga pertemuan pada hari jumat malam di Mojokerto kemarin yang bertepatan dengan ulang tahun beliau yang ke-52, membuahkan hikmah yang sebesar-besarnya. Amin… 

Pesan dari penulis untuk pembaca :

Terlalu singkat, capek, dan sia-sia hidup ini untuk diisi dengan negative thingking, alangkah indahnya jika lembaran hidup ini kita isi dengan positif thingking dan kita warnai dengan goresan tinta kasih sayang dan manfaat kepada sesama, maka sibukkanlah diri kita untuk mencari hikmah dan mencari kesalahan diri sendiri, jangan sibukkan diri kita untuk mencari hal-hal yang negatif.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al Hujuraat [49] : 12)

###

Untuk hasil kajian Al Hikam dan hasil klarifikasi metode NOL di Mojokerto sudah bisa didownload:

Ciri Menonjol Seseorang Mempunyai Sifat Aku (22 April 2012):

Klarifikasi Metode NOL - (Mojokerto, 20 April 2012)

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment