Home » » Jangan Pernah Sekali-kali Kau Gadaikan Imanmu Hanya Karena Dunia! (Petuah Bilal Bin Rabah)

Jangan Pernah Sekali-kali Kau Gadaikan Imanmu Hanya Karena Dunia! (Petuah Bilal Bin Rabah)

Written By Admin Sunday, May 13, 2012 - 7:22 AM WIB | 0 Komentar

 

Dimanakah letak kemuliaan itu?

Apakah harta dan pangkat kedudukan yang selama ini aku kejar bisa membawa diriku menjadi mulia disisi Tuhanku?

Apakah dengan banyaknya kitab-kitab yang telah kuhafal bisa menjadikan diriku mulia disisi Tuhanku? 

Kenyataan mengatakan bahwa seorang Nabi Sulaiman tetap menjadi mulia meskipun disinya penuh dengan harta benda, tetapi kenyataan juga mengatakan betapa dahsyatnya pengaruh dunia sehingga Qarun harus hancur ditelan bumi bersama harta bendanya, bahkan kenyataan juga mengatakan Iblis dengan segala ilmunya menjadikan terlempar keluar dari dalam surga! Dimanakah letak kemuliaan yang hakiki itu?

Mari kita ingat di zaman Baginda Rasulullah Saw dahulu, seorang budak belian kurus kering, berkulit hitam, tidak ada nilainnya di mata orang-orang karena kemiskinannya, dia adalah "BILAL BIN RABAH".

Dimana hari-harinya dia selalu dipenuhi dengan kegersangan kemiskinan, tiada menentu di hari itu, dan tidak pula bisa menaruh harapan di hari esok.

Hari ini bisa mendapatkan makanan, mungkin besok tiada lagi makanan, tergantung dari uluran para dermawan yang kaya raya dan hatinya selalu terketuk untuk merasakan kesedihan bagaimana keadaan orang-orang yang miskin diluar sana, kadangkala bisa makan kadangkala hanya bisa menangis menahan sejuta derita kelaparan.

Namun meskipun segi lahirnya Bilal penuh dengan kemiskinan, akan tetapi dia justru banyak mendapatkan anugerah kemuliaan yang tak tergambarkan nilainya baik didalam pandangan Rasul maupun Tuhannya.

Lantas dimanakah kemuliaan Bilal itu berada?

Lihatlah tatkala sahabat Bilal mempertahankan keimanannya kepada ALLAH yang sudah menjadi rasa dan perasaan, terpatri kuat didalam jiwanya bahwa hanya ALLAH sajalah yang Maha Hidup, Maha Suci dan Maha Segalanya.

Meskipun bujukan rayuan sejuta materi dan kedudukan ditawarkan, Bilal tetap mengatakan "Ahad.. Ahad" (Allah yang Maha Esa).

Meskipun setiap hari harus rela menjalani hantaman siksaan, dalam keadaan tubuh telanjang, batu besar dan bara api yang panas ditaruh diatas dadanya yang penuh luka-luka itu, dia tetap tegar mengatakan "Ahad.. ahad.. Allah yang wujud, Allah yang Maha Suci, tiada sekutu sedikitpun bagi-NYA.

Subhanallah..!!! Sungguh mulia engkau Bilal meskipun takdir membawamu kedalam kemiskinan, meskipun tubuhmu penuh luka-luka, tetapi hatimu bagaikan mahkota murni raja diatas Raja.

Wahai orang-orang yangg dititipi harta kekayaan oleh ALLAH SWT..!!!

Ingatlah…! didalam hartamu itu ada sebagian hak bagi orang-orang yang miskin diluar sana!

Tegakah hatimu melihat anak-anak mereka harus merintih menangis menahan kelaparan?

Tegakah hatimu melihat keterpaksaan seorang perempuan tua dengan menggendong anaknya diajak mengemis hanya untuk mempertahankan hidup di hari itu?

Tegakah hatimu melihat orang-orang miskin diluar sana harus rela menjual keimanannya agar anak-anaknya tidak kelaparan dan bisa mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya?

Jangan caci maki mereka karena harus mengajak anaknya mengemis!

Jangan salahkan mereka kalau harus menjual keimanannya demi harta benda!

Tanyakan hatimu wahai orang-orang yang berada..!!! semua yang kau dapat dan kau miliki itu adalah titipan Tuhan!

Janganlah kau rakus dengan harta kekayaan itu, tengoklah keadaan orang-orang disana yang kebetulan tidak bernasib sepertimu!

Bagaimanakah dengan keadaan diri kita selama ini?

Apakah dengan kemiskinan ataupun kekayaan, ALLAH tidak lagi kau Ahad kan?

Apakah dengan banyaknya sanjungan pujian ataupun cacian, ALLAH sudah tidak lagi kau Ahad kan?

Apakah banyaknya ilmu yang kau dapati ALLAH sudah tidak lagi kau muliakan?

Jika hari ini engkau sedang diuji kemiskinan, maka belajarlah dari “BILAL BIN RABAH”

DAN INGAT..!!! JANGAN PERNAH SEKALI-KALI KAU GADAIKAN IMANMU HANYA KARENA DUNIA, PANGKAT, PENGARUH, DAN KEMULIAAN!

###

Yaa ALLAH turunkanlah seseorang yang berhati seperti Bilal, yang tetap kokoh dan mengajak umat masyarakat untuk kembali kepada kesucian-MU, disaat kebenaran ayat-ayat-MU sudah tidak mampu lagi ditangkap oleh hati nurani, disaat keEsaan-MU sudah banyak ternodai oleh keangkuhan-keangkuhan jiwa yang penuh dengan kekotoran.

Disaat kebenaran sudah banyak ditentang oleh umat masyarakat, dan disaat Asma-MU hanyalah menjadi hiasan manis di bibir saja.

Tetapi masih ada orang yang tetap tegar mengatakan bahwa keesaan-MU adalah Ahad, tidak ada sedikitpun yang mampu bersekutu dengan keagungan dzat-MU.

Yaa ALLAH kembalikan kami semua keharibaan kekasih-MU..

Agar kami semua kembali menyadari bahwa diri hanyalah hamba yang tetap selamanya akan menjadi hamba dengan penuh ikrar "FAQOD DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII" merasa penuh dengan kedholiman, karena kami bukan apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

 

Ditulis oleh : Omyang Jinggo 

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment