Home » » Ingat Anakku! Dan Inipun Pasti Akan Berlalu

Ingat Anakku! Dan Inipun Pasti Akan Berlalu

Written By Admin Thursday, July 19, 2012 - 7:59 AM WIB | 0 Komentar

Pesan beliau ketika berkumpul dengan teman-teman di Gedung Al Ma’roef:

Anak.. anakku…!!!

Ingatlah, engkau tidak akan pernah merasakan manisnya hikmah sebelum engkau merasakan bagaimana rasa pahitnya fitnah, sebab antara hikmah dan fitnah ibarat daging dan kulit, tidak akan pernah engkau merasakan isinya selagi belum memakan kulitnya.

Anak.. anakku…!!!

Semua auliya dan para kekasih Allah tak lepas dengan bergelimangnya pahitnya fitnah, dalam sejarah Rasulullah Saw pun dianggap sebagi tukang sihir, bahkan Siti Aisyah istri beliau pernah dituduh selingkuh, begitupula para ulama-ulama termashur dibantai, disiksa, dipenjara bahkan dipancung oleh sekelompok orang yang tidak menginginkan kehadirannya karena dia sebagai batu sandungan kepentingannya, itulah Billal Ar Rabbah, Ibnu Arobi dan Al Hallaj serta ulama ulama besar lainnya.

Anak.. anakku..!!!

Rasakan ketika daging-dagingmu dicabik-cabik dengan moncong-moncongnya fitnah…

Biarkanlah daging yang kurus, miskin, papah, dan bodoh dihabiskan moncong-moncong fitnah di zaman akhir ini….

Bersabarlah anakku…!!!

Yang susah pasti berlalu berganti kebahagiaan, yang bahagia juga pasti akan berlalu menjadi kesusahan, tapi ingat kebahagiaan dan kesusahan pasti akan berganti dengan kematian, This is too will pass.. Karena yang inipun pasti akan berlalu.

Jika engkau bertanya “Kapan pertolongan dari Allah ini akan turun?”

Aku akan lekas menjawab:

Nasrum minallohi wa fathun qoorib… “Tunggu dan bersabarlah sebentar dan tidak akan lama lagi pertolongan Allah akan datang”

Ingatlah anakku…!!!

Kesempatan yang diberikan Tuhanmu hanya sekali,  Jangan marah! Jangan membalas! terus berjalan, karena sekali engakau marah dan membalas gugur sudah perjalananmu menuju kepada Tuhanmu.

Jadikanlah kesempatan adanya hujatan maupun fitnaan ini sebagai kendaraan untuk menuju kepada Tuhanmu.

Karena perjalanan hidup ini ada yang mengatur, satu langkah ada yang mengatur, dua tiga langkah pasti ada yang mengatur apalagi langkah kita menemukan kebahagiaan pasti ada yang mengatur.

Begitupula sekali-kali tempo kita yang sudah jauh ada gelombang fitnah, pasti ada yang mengatur dan memberi karena perjalanan hidup ini bukan perjalanan kita, perjalanan kita hanyalah fatamorgana karena kita hanya sekedar melaksanakan skenario dari Tuhan. (kata orang jawa “Sak dermo mung ngelampahi”)

Disinilah hukum Tuhan berlaku, jangan dikira ahli fitnah itu bukan tangan Tuhan dan jangan dikira ahli hikmah itu bukan tangan Tuhan karena fitnah dan hikmah itu semua milik Tuhan, maka yang menjadi pelaku-pelaku fitnah itu adalah milik Tuhan.

Begitupula pelaku-pelaku hikmah itu juga milik Tuhan, maka pandanglah Sang Sutradara karena semua itu adalah milikNya.

Selamat berjuang wahai anak anakku…!!!

Semoga kita bertemu dipenghujung ridhoNya, karena orang yang diridhoi Allah adalah NOL. Dipuji maupun dicaci tidak berefek sama sekali, karena tahu bahwa semua itu bukan apa dan bukan siapa-siapa.

****

Ditulis oleh Muhammad Yudhi

Pandansari - Malang, 19 Juli 2012

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment