Home » » Akhlaq Tertinggi Bagi Seorang Hamba Adalah Mati

Akhlaq Tertinggi Bagi Seorang Hamba Adalah Mati

Written By Admin Thursday, October 18, 2012 - 7:46 AM WIB | 0 Komentar

Siapakah manusia itu?

Manusia adalah ciptaan yang dicpitakan oleh Sang Pencipta (ALLAH)

Dan ciptaaan pun asalnya tidak akan pernah ada selagi tidak ada yang menciptakan

Kalau manusia adalah ciptaan, berarti hakekatnya ia tidak pernah ada, tidak pernah wujud, dan tidak pernah bisa berkendak!

Tapi sungguh aneh di akhir zaman ini..

Manusia yang tidak pernah ada, tidak pernah bisa berkendak, muncul menjadi Tuhan  - Tuhan baru dimuka bumi

Yaa… menjadi Tuhan – Tuhan baru yang bermunculan di muka bumi!

Karena manusia sudah merasa memiliki seperti sifat “Sang Pencipta”

Dia (manusia ) merasa ada, merasa wujud, merasa bisa berkehendak, merasa hebat, merasa kaya, merasa pintar, merasa alim, merasa mulia, merasa terhormat, dsb

Sehingga perasaan “AKU” itu menutupi jati diri yang sesungguhnya

Menutupi sifat seorang hamba yang tidak pernah merasa memiliki

Sehingga timbullah sifat anarkis, brutal, berani membunuh sesama saudara sendiri

Sungguh aneh fenomena di akhir zaman ini…

dan masalah ini tidak pernah kita pikirkan

Kita hanya memikirkan bungkus tapi lupa dengan yang didalam

Ibarat bungkus rokok yang tiada isi, pasti akan dibuang oleh pemiliknya

Begitupula dengan manusia yang mempunyai batas umur dan waktu

Pasti jasad akan terkubur kedalam tanah meninggalkan segala aksesoris yang melekat pada dirinya

Dan kembali kepada “Sang Pencipta”… Kembali kepada Allah Robbul A’lamin…

Maka hamba yang tahu dengan skenario kehidupan ini

Dia akan mati sebelum dia mati

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)” (QS. Zumar [39} : 30)

Mati dari merasa ada, merasa wujud, merasa bisa berkehendak, merasa hebat, merasa kaya, merasa pintar, merasa alim, merasa mulia, merasa terhormat, dsb

Itulah akhlaqul karimah tertinggi seorang hamba

Kembali kepada “Sang Pencipta” dan NOL dari pengakuan merasa bisa

Karena tahu bahwa dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa

---------------------------------------------------------------

Catatan kelam perjalanan hidup “Si Fakir” yang hina

Dalam Bumi Kerendahan, 18 Oktober 2012

 “Hidup Sekali Harus Berarti”

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment