Home » » Jiwa yang Bersama Allah

Jiwa yang Bersama Allah

Written By Admin Friday, October 19, 2012 - 9:46 AM WIB | 0 Komentar

 

Jiwa yang hidup selalu tawaduk & sopan kepada siapapun

Jiwa yang hidup selalu kasih sayang kepada semua makhluk

Jiwa yang hidup selalu ucapannya membawa hikmah

Jiwa yang hidup selalu menerima ujian dengan ikhlas

Tapi bagaimana dengan kita?

Sudah tawadukkah kita pada orang yang lebih tua

Sudah sopankah ucapan kita kepada semua orang tanpa membedakan status sosial, dll.

Sudahkah kita kasih sayang kepada semua makhluk atau kita mudah membeci dan menyakiti

Sudahkah ucapan kita membawa hikmah atau menjadi sumber fitnah

Sudahkah hati kita ikhlas menerima ujian dari Alloh ataukah justru memprotes ujian itu

Mari kita koreksi dalam kedalam diri kita…

Jika masih tidak punya sopan santun maka sadari bahwa hati kita mati

Jika kita mudah membenci orang lain walaupun orang itu sering menyakiti kita tapi kita ikut larut dan membenci juga maka sadarilah bahwa hati kita mati

Jika ucapan kita masih kotor, mudah meluapkan amarah, membicarakan keburukan orang lain maka sadarilah bahwa hati kita mati

Jika setiap ujian dari Alloh berupa kemiskinan, di hina dan di fitnah orang lalu kita ngersulo itu juga sadarilah bahwa hati kita mati

Jiwa yang hidup (bersama Allah) senantiasa memandang apapun semuanya datangnya dari Allah

Pandangan batinnya tidak terhalang makhluk bernama ujian (miskin, kaya, kuat, lemah, fitnahan, mulia bencana alam, dll), sehingga dia senantiasa qona'ah dan tidak ada protes sedikitpun

Tapi sebagai hamba tetap berdo'a sebagai makhluk yang lemah, hina dan penuh dosa

Bukan berdo'a untuk memerintah Allah menuruti kemauan kita

Hamba senantiasa di dalam jiwanya merasa NOL (bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa)

Inilah jiwa seorang hamba yang selalu berada bersama Allah

------------------------------------------------------------------------

Bangil, 19 Oktober 2012 (Ditulis oleh Zay – Kru Alam Hikmah)

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment