Home » » Laporan Selayang Pandang Beliau dan Tim Alam Hikmah di Negeri Jiran “Malaysia”

Laporan Selayang Pandang Beliau dan Tim Alam Hikmah di Negeri Jiran “Malaysia”

Written By Admin Wednesday, October 10, 2012 - 9:35 AM WIB | 0 Komentar

Laporan selayang pandang ketika Tim Alam Hikmah mengikuti Beliau atas undangan Tuan H. Suyot Jatmikon:

Kesempatan hanya sekali, gunakan agar bisa berarti…..!!!

Hari Pertama:

Jumat, 28 September 2012 Beliau dan Tim Alam Hikmah berangkat pukul 17.40 WIB dari stasiun Bangil menuju ke bandara Juanda International Airport, Take Off pukul 20.50 WIB sampai Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 23.10 WIB / 00.10 waktu setempat.

Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di bandara KLIA dan di tunggu oleh Beliau Tuan H. Suyot Jamikon di pintu Ketibaan Antarbangsa (International Arrivals).

Foto : Saat di bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA)

Perjalanan dilanjutkan menuju kerumah beliau di Kampung Delik, Klang – Selangor tiba di rumah pukul 02.00 Waktu setempat. Sabtu pagi kami berkunjung ke rumah saudara Tuan H. Suyot Jatmikon untuk mengadakan doa bersama sekaligus penyiaran disana.

Foto : Doa bersama dan tasyakuran bersama keluarga Tuan H. Suyot Jamikon


Foto : Oleh-oleh buku "Pengakuanku Sebagai Tuhan" dari Alam Hikmah

Sekitar jam 6 petang waktu setempat, kami diantar kerumah Abah H. Mufid oleh Beliau Tuan H. Suyot Jatmikon, dan alhamdulliah kami bertemu dengan Abah H. Mufid sekeluarga sekitar 10 orang yang sudah menunggu di kampung sungai kayu arah – Damansara – Kuala Lumpur, dan beliau Abah H. Mufid sangat bersyukur atas kedatangan Beliau dan teman-teman Alam Hikmah, sore itu banyak sharing, tanya jawab, membahas masalah perjuangan, dan mujahadah.

Foto : Saat Mujahadah dan sharing di rumah Beliau Abah H. Mufid (kiri) 

Foto : (dari kiri) Beliau KH. Muhammad Heru Sudji Hanarto, Abah H. Mufid, Tuan H. Suyot, Bapak Saroni  

Kami salut dan terharu ditengah kota metropolitan yang berjejal bangunan-bangunan megah yang notabene hanya memikirkan masalah dunia akan tetapi masih ada segolongan orang yang memperjuangkan masalah hati, semoga Allah meridhoi.

Hari kedua :

Pada hari kedua, Pagi (Minggu, 30 September 2012) Tuan H. Suyot Jamikon mengajak kami ke Kuala Selangor (kurang lebih 1 jam dari Klang) untuk menghadiri acara pernikahan saudara dari Beliau sekaligus doa dan penyiaran disana.

Foto : Saat penyiaran di Kuala Selangor (1 Jam dari Klang)

Pada malamnya kami bertemu dengan Abah H. Nurudin dan teman-teman pengamal disana di Kampung Masjid Lot 20-10 Segambut Dalam – Kuala Lumpur yang kurang lebih diikuti oleh 40 orang, dalam pertemuan tersebut Beliau membahas masalah dampak penyakit “AKU” yang sangat menghancurkan iman. Dawuh Beliau Iblis menghancurkan manusia melalui 4 jalur sesuai dengan surah Al A’raaf  [7] : 17

"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."

 

Foto : Ketika Abah H. Nurudin menyambut Beliau KH. Muhammad Heru Sudji Hanarto

Foto : Bersama teman-teman pengamal di Segambut - Kuala Lumpur

Foto : Bersama teman-teman pengamal di Segambut - Kuala Lumpur

Manusia dihadang dari muka, belakang, samping kanan dan sampan kiri, begitu hebatnya godaan Iblis terhadap manusia sehingga sedikit manusia yang bersyukur kepadaNYA dan banyak manusia yang kufur, mungkin termasuk diri kita, marilah kita koreksi sedalam-dalamnya.

Dawuh Beliau :

“Tidak akan pernah selamat seseorang kecuali lewat jalur atas dan jalur bawah (dalam istilah wahidiyah jalur atas itu Lillah Billah, Lirrosul Birrosul dst, dan jalur bawah merasa rendah dan istidlor mengetrapkan faqod dholamtu abadan warobbini) dan ini harus dilatih, sekali lagi harus dilatih baik melalui mujahadah maupun pengetrapan sehari-hari”.

Acarapun selesai pukul 22.30 waktu setempat, semua peserta merasa puas dan masih mengharap kedatangan Beliau untuk memberikan bimbingan ke Malaysia lagi karena begitu piawainya Beliau memberikan penjelasan sehingga mudah diterima.

Selamat berjuang saudaraku di Malaysia Abah H. Mufid dan Abah H. Nurudin beserta teman-teman di segambut maupun di damansara, semoga Allah meridhoi kita semuanya.

Begitupula Tuan H. Suyot Jatmikon selamat berjuang, hidup hanya sekali, bersih hati, suci jiwa dan selamat berjuang.

Hari ketiga :

Senin, 1 Oktober 2012 ; Tibalah saatnya kami mempersiapkan diri untuk berkemas sambil menunggu waktu kembali ke Indonesia. Tepat pukul 12.00 waktu setempat kami menuju ke bandara Kuala Lumpur, sebelum pergi ke bandara, kami diajak keliling-keliling dan bermujahadah sejenak di Masjid Negeri Selangor dan Masjid Negeri Putra Jaya.

Semoga langkah kami diridhoi oleh Allah SWT dan di syafaati oleh Beliau Rasulullah SAW dan mendapat jangkungan nadroh dari Beliau Romo KH. Sayyid Abdul Madjid Ma’roef RA Amin… amin…

 

Foto : Saat di Masjid Negeri "Sultan Shalahudin Abdul Aziz" - Shah Alam 

Pukul 16.30 sampailah kami di bandara Kuala Lumpur (KLIA), saat yang mengharukan telah tiba ketika kami berpamitan kepada Tuan H. Suyot Jatmikon karena masih ada hari untuk berjuang dinegara jiran, terima kasih saudaraku, Tuan H. Suyot Jatmikon, Abah H. Mufid, dan Abah H. Nurudin serta rekan seperjuanganku di Malaysia semoga Allah memperkenankan kita bertemu kembali dalam perjuangan yang agung FAFIRRU ILALLAH WAROSULIHI SAW amin… Ya Robbal A’lamin.

Foto : Saat Beliau dan salah satu kru Alam Hikmah di waiting room bandara KLIA

Waktu terus berjalan menunjukkan pukul 18.00 waktu setempat, sebelum meninggalkan Malaysia, sambil menatap orang-orang disekeliling ruang waiting room di bandara KLIA, tiba-tiba Beliau berpesan langsung kepada kami:

“Sekian banyak orang disini merasa bahwa hari ini adalah harinya, tapi tidak tahu bahwa akan ada hari esok yang pasti akan datang, dan hari esok itu bukan lagi hari kita, sedangkan orang yang tahu, dia hanya diam dan tidak peduli dengan hal ini karena semua bukan milik kita tapi milik Sang Pencipta maka jangan merasa memiliki sekali lagi jangan merasa memilik, Sadarilah karena kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, semuanya atas kehendakNYA itulah ma’rifat bagi orang yang menyadarinya”.

_________________________________

Reportase oleh : Tim Alam Hikmah

Malaysia, 29 September - 1 Oktober 2012

“Hidup Sekali Harus Berarti Kita Pulang Jangan Sesat dijalan, kita semua adalah saudara Qolbun Wahid Jasadul Wahid”

“MAJU TATU MUNDUR ANCUR (MAJU LUKA MUNDUR AKAN HANCUR)”

__________________________________

Hasil kajian MP3 --> Download

Hasil kajian Video --> Part 1 & Part 2  (untuk menggabungkan file gunakan software hjsplit)


Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment