Home » » Ingat! Sakaratul Maut Hanya Sekali Terjadi Dalam Hidup Ini Maka Harus Menang

Ingat! Sakaratul Maut Hanya Sekali Terjadi Dalam Hidup Ini Maka Harus Menang

Written By Admin Friday, May 3, 2013 - 10:26 AM WIB | 0 Komentar

Ingat wahai saudaraku…!!!

Setinggi dan sejauh kita melangkah suatu saat pasti akan putus!

Sejauh kita berkiprah pasti akan terhenti!

Sejauh kita beraktifitas baik manfaat atau tidak pasti ada ujungnya!

Sejauh kita melangkah pasti ada batasnya!

"Kullu nafsin dzaa-iqotul maut - tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati (QS. Ali Imran [3]: 185)

Maka ketauhilah wahai saudaraku..!!! Ujung hidup bagi manusia itu ialah kematian, dan detik-detik kematian pasti di tandai dengan kedahsyatan yang penuh kengerian dan kepedihan sakit bagi mereka yang ingkar kepada Tuhan dan kelezatan bagi mereka yang beriman kepada Tuhan, itulah yang disebut peristiwa "SAKARATUL MAUT"!

Batas yang terakhir inilah yang harus benar-benar kita perhatikan, karena ujung batas itu yang menentukan manusia selamat atau tidak, bahagia selama-lamanya atau sengsara selama-lamanya.

Dan yang paling ujung ialah lepasnya antara jasad yang selalu setia bersama roh sakaratul maut yang hanya sekali dipenghujung langkah kita.

Ingat Saudaraku...!!!

Hidup didunia ini hanya sekali yang penghujungnya adalah sakaratul maut, sakaratul maut tidak datang dua kali, maka wajib bagi manusia untuk memenangkan ketiga musuh itu bila ingin mati membawa iman (khusnul khotimah)!

Dimana yang kita hadapi adalah Iblis dan tentara-tentaranya, dunia yang kita cintai dan nafsu kita yang akan menggelincirkan kita bahkan dirinya pun menjadi musuh terberat pada saat itu, maka sakaratul maut yang hanya sekali harus menang dan harus menang!

Disaat sakaratul maut iblis dengan segenap kemampuannya akan menggelincirkan ­ manusia dari segala penjuru, menginjeksi hati manusia agar disaat roh keluar dari jasad benar-benar dalam keadaan kotor, karena terselubung perasaan merasa "aku", aku yang alim, aku yang kaya, aku yang paling mulia, dan sebagainya. Dan pada saat sakaratul maut datang memori yang ada didalam otak manusia sudah terputus, sehingga pada saat itu jangankan menyebut asma agungNYA, ingat pada dirinya saja ia tidak mampu, hanya hukum roh yang berlaku pada saat itu.

Saat itulah datang Iblis dan tentara-tentaranya menggoda manusia, Iblis merubah dirinya menjadi orang yang dicintai dan membawakan semangkok air yang beracun apabila diminum saat itu bisa melupakan ingat kita kepada Allah, karena pada saat sakaratul maut datang saat itulah manusia mengalami rasa haus yang sangat dahsyat, seakan-akan minum air sebayak luasnya samudera tidak cukup untuk menghilangkan haus pada saat itu.

Yang kedua dunia yang dia cintai sehingga lupa bahwa semua itu hakekatnya miliknya Tuhan, disaat sakaratul maut, dunianya akan mengikuti, mempersulit roh keluar dari jasad sehingga duniapun yang ia miliki menjadi penghalang pada saat proses sakaratul maut, kekayaannya, anak-anak serta keluarganya yang dicintai bahkan dirinya sendiri menjadi penguji pada saat itu. Begitu berat dan hebatnya proses sakaratul maut yang hanya sekali dalam hidup ini dan harus menang!

Dan yang ketiga dirinya sendiri yang lebih dia cintai daripada Tuhan, sehingga timbul perasaan syirik, menganggap dirinya paling baik, membanggakan diri, merasa hidup, merasa bisa berbuat ini dan itu, sehingga tega membunuh dan menghasud sesamanya demi harga diri dan kepentingan pribadi, itupun kelak akan menjadi musuh untuk menggelincirkan ­ roh disaat mau keluar dari jasad, agar benar-benar lupa kepada Tuhan yang maha suci, yang maha hidup, dan yang maha bisa berbuat apa-apa, sehingga mati tidak membawa iman, (su'ul khotimah).

Ingat....!!! Kesempatan Sakaratul Maut  Hanya Sekali dan Harus Menang!

Ingat...!!! sakaratul maut hanya sekali maka harus menang!

Lalu bagaimana kita menang? Jangankan menang, ingat kepada diri sendiripun tidak mampu! apalagi mengalahkan Iblis dan tentara-tentaranya!

Rasulullah pernah bersabda :

“Barang siapa yang mengucap “Laa Ilaa Haa Ilallaah” diakhir hanyatnya ia pasti masuk surga”

Akan tetapi “Laa Ilaa Haa Ilallaah” yang mana? dan alangkah ruginya kalau Lillah Billah kita palsu, sekedar lamunan dan pengertian diakal dan bukan dirasakan!

Ingatkahkah pengalaman mati 2 kali yang pernah dialami oleh Beliau “Sang Prof” itu? 

Jangankan mengucap kalimat tauhid kalimat “Laa Ilaa Haa Ilallaah”, ingat pada dirinya sendiripun tidak mampu, karena pada saat itu memori yang ada didalam otak sudak terputus dan manusia sudah tidak sadar degan dirinya sendiri!

Lalu kalimat “Laa Ilaa Haa Ilallaah” yang mana sehingga manusia lepas dan selamat dari sakaratul maut yang begitu dahsyat itu?

Tidak lain hanya hidayah dan pertolongan Allah yang bisa menyelamatkan kita untuk selamat dari cengkraman Iblis dan tentara-tentaranya.

ILLA MAN ATALLOOHA BIQOLBIN SALIIM... (KECUALI ORANG YANG SOWAN KEPADA ALLAH DENGAN HATI YANG SELAMAT)

Mujahadahlah... mujahadahlah…. Karena mujahadah adalah pintunya hidayah!

AL MUJAHADAH MIFTAHUL HIDAYAH!

Maka dari itu mulai dari sekarang dan mulai detik ini:

Latih… latih… jiwa ini untuk merendah dan penuh merasa dosa!

Latih… latih… jiwa ini senantiasa tidak memiliki perasaan mampu!

Latih… latih… jiwa ini senantiasa untuk melepaskan dari perasaan aku! (dalam bahasa kami mengeNOLkan diri)

Karena hati yang selamat ialah hati yang tidak pernah menyekutukan DIA dari segala sesuatu apapun tanpa terkecuali dengan perasaan mampu kita!

Semoga Allah member karunia diakhir penghujung nyawa kita, mati membawa iman bi khusnul khotimah…. Amin….

Ingat…!!! Satu kali pengakuan merasa suci saat itu hilang kesempatan untuk ingat kepada Allah!

-------------------------------------------------------------------------------
Catatan Kelam Perjalanan “Si Fakir” yang hina

Dalam Bumi Kerendahan, 3 Mei 2013

Hidup Sekali Harus Berarti

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment