Home » » Rajanya Penyakit Batin Itu Adalah "AKU"!

Rajanya Penyakit Batin Itu Adalah "AKU"!

Written By Admin Tuesday, June 10, 2014 - 10:47 AM WIB | 0 Komentar

Hidup di dunia ini merupakan suatu perjalanan singkat untuk melanjutkan perjalanan suci kembali pulang kepada ALLAH, maka apa yang kita cari di dunia ini, apa yang kita perbuat di dunia ini, sesungguhnya merupakan bekal untuk menentukan sukses dan tidaknya perjalanan suci itu, karena di dalam undang-undang Al Quran surat Adz –Dzariyat ayat 56:

“Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaKU”

Ayat ini sudah sering kita baca dan kita dengar akan tetapi mempraktekkan surat ini yang harus kita buktikan dan ini ada sesuatu yang harus kita ketahui bahwa kita mengabdi kepada siapa? sedangkan orang mengabdi harus tahu dan kenal kenal kepada yang di abdi, karena tidak akan bisa mengabdi dengan benar sebelum kita mengenal siapa yang kita abdi, lalu bagaimana kita bisa mengabdi kepada ALLAH selagi kita belum mengenalnya, sementara kita hanya kenal asma padahal yang kita sembah adalah dzatnya (hakekat) ALLAH sendiri? apa mungkin kita bisa menyembah ILLALIYA’BUDUNselagi kita belum LILLAH (karena ALLAH) dan BILLAH (sebab karena ALLAH)? sedangkan orang yang mengenal kepada ALLAH itulah yang disebut wushul (sampai) atau dalam bahasa agama dia sudah ma’rifat(kenal) kepada ALLAH, tapi bagaimana dengan kita?

“Dan tidaklah AKU (ALLAH)  memerintah kepada kalian, melainkan menyembah kepadaKU dengan setulus dan semurni menyembah” (QS. Al-Bayyinah : 5)

Maka mutlak bagi kita untuk wajib mengenal dan menemukan ALLAH di dunia ini, agar perjalanan sesingkat ini tidak salah tujuan dan tidak tersesat di jalan, karena kita adalah ciptaan maka kelak harus kembali kepada sang pencipta,, karena semua makhluk yang ada pokonya selain ALLAH adalah makhluk (ciptaan) walaupun bentuknya itu abstrak seperti bahagia, sakit, menderita, kenikmatan atau yang berhubungan dengan alam rohani misalnya ; surga, neraka, bidadari, siksaan, pahala, dosa dsb.

Karena semua itu adalah makhluk dan harus disadari bahwa semua makhluk adalah asalnya tidak ada, tidak mempunyai kekuatan, tidak mempunyai kuasa, tidak hidup. Maka alangkah terkecamnya kita sudah tahu apa-apa selain ALLAH itu makhluk tidak wujud, lemah, tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki kemampuan masih diandalkan?

Kita ikhtiar sehingga sukses akhirnya bangga dengan ikhtiar kita!

Kita ibadah sehingga kita mulia akhirnya bangga dengan ibadah kita!

Kita mujahadah sehingga tujuan kita terpenuhi akhirnya bangga dengan mujahadah kita!

Kita bisa menangis sehingga dekat dengan ALLAH akhirnya malah kita banggakan dan kita andalkan!

Inilah yang terkecam, mengandalkan makhluk! tidak boleh sedikitpun ada makhluk selain ALLAH!

Lalu apakah kita bisa ma’rifat? secara syariat kita bisa akan tetapi secara hakekat semua itu tidak ada yang bisa yang bisa hanya dia yang bisa mengenalkan kepada kita (ma’rifat), maka yang kita cari tidak akan bisa kita miliki kecuali wadah itu harus kita bersihkan dulu, karena kekuatan yang suci itu tidak mau disekutukan dengan yang lain karena dia yang MAHA AHAD tidak bisa disandingkan dengan siapapun juga

Ingat wahai saudaraku…!!!

Qolbun (hati) ini yang menentukan sebagai wadah untuk mengenal ALLAH, disini mengandung arti bahwa walaupun akal tempatnya makhluk akan tetapi hati tidak boleh ada makhluk selain ALLAH, harus kosong, harus bersih, harus NOL dari segala makhluk.

Maka hati harus bersih dari sifat-sifat tercela (iri, dengki, hasud, pamer, ujub, sombong) sehingga bisa ma’rifat kepada ALLAH serta tanamkan sesuatu selain ALLAH adalah hijab (makhluk),

Dan ingat wahai saudaraku…!!!

Rajanya penyakit batin itu adalah "AKU"! (aku mulia, aku suci, aku hebat, aku berkuasa, aku kaya,dsb), maka dari itu hati harus dibersihkan, dikosongkan, di NOL kan, walaupun air mata jangan diandalkan harus murni dan ketika merasa murni harus di tenggelamkan lagi sehingga benar-benar bersih, benar-benar NOL tidak ada apa-apa selain ALLAH MAHA SUCI!

Walaupun likulli syaiin sababa (semua ada sebab akibat) akan tetapi sebab akibat itu semua datangnya dari ALLAH! ingatkah dalam pembahasan sebelumnya, 1 obat bisa menghantarakan kita kepada nerakanya ALLAH!

Berapa kali kita menjagakan selain ALLAH? menjagakan sholat, ibadah, haji, mujahadah? sedikit ada keinginan ingin mulia saat itu hancur derajatnya dihadapan ALLAH, apabila hati sudah bisa seperti itu inilah kekasih dan orang khusus dihadapan ALLAH dan orang yang sudah NOL dia tidak butuh terkenal dan dikenal karena dia sadar bahwa semua itu adalah makhluk, terkenalpun makhluk tidak dikenalpun juga makhluk, mulia adalah makhluk, juga adalah makhluk, ia benar-benar sadar didalam hatinya bahwa hanya DIA yang Ahad tidak bisa disandingkan dengan siapapun juga ALLAH Sang Maha Segala-galanya.

Sehingga ketika ia bergelimang dengan kemuliaan, bergeliman dengan ibadah, dan sekalipun bergelimang dengan cacian, hinaan dan fitnaan, akan tetapi ia semakin tenggalam dalam label “aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa” NOL tidak ada pengakuan sedikitpun dan semua disandarkan dihadapan ALLAH SWT!

Karena dirinya sadar bahwa dirinya bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa, sesuai dengan Al Quran:

“Sesungguhnya Aku ini adalah ALLAH, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaahaa [20]: 14)

INGAT, SELAMANYA AKU ITU TIDAK PERNAH ADA SEBAB ADANYA AKU KARENA TIMBULNYA RASA!

Sebagai ilustrasi:

Ada mobil mewah bernopol RI 1, tiba-tiba mobil yang bernopol RI 1 parkir didepan rumah Si Fulan, apakah berani Si Fulan mengaku bahwa itu adalah mobilnya walaupun mobil bernopol RI 1 itu parkir didepan rumah Si Fulan? Jawabnya tentu tidak! sebab ia tidak merasa memiliki yang merasa dan berhak memiliki mobil itu adalah Pak Presiden, kalau Si Fulan pasti ia bisa dipenjara, karena mobil bernopol RI 1 bukan miliknya tapi diaku bahwa Si Fulan yang memiliki mobil bernopol RI 1.

Ilustrasi ke 2:

Suatu saat ada sepasang suami istri menikah akan tetapi bertahun-tahun masih belum mempunyai keturunan akhirnya sepasang suami istri itu memutuskan untuk mengadopsi seorang anak perempuan dari ibu fulan saudara salah satu pasangan suami istri tersebut.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun berganti tahun, anak adopsi itu tumbuh dewasa dan menjadi seorang anak remaja yang cantik , suatu saat di salah satu pertemuan ada seseorang menanyakan kepada sepasang suami istri tersebut bertanya “Itu anak bapak ya? Cantik sekali seperti istri bapak ya”

Jawaban dari bapak anak itu “iya, itu anak saya pak” dan ketika bilang bahwa itu adalah anak saya didalam hatinya sadar bahwa sebenarnya anak itu adalah bukan anak kandungnya, tapi anak dari ibu fulan yang dia adopsi.

Inilah ilustrasi gambaran hakekat ingat itu, mulut berbicara akan tetapi hati sadar bahwa itu sebenarnya bukan miliknya.

Begitupula ingat kepada ALLAH, kita yakin bahwa semua dunia seisinya adalah ciptaan dan miliknya ALLAH (kaya, pandai, mulia, bahkan keluar masuknya nafas kita semuanya itu milik ALLAH),  maka yang berhak untuk mengaku semuanya hanya ALLAH! karena jelas “Sesungguhnya Aku ini adalah ALLAH, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku” .

Akan tetapi bagaimana dengan kita?

Ketika kita kaya, kita mengaku bahwa itu adalah kekayaan saya!

Ketika pandai, merasa sebab pandai hasil usaha keras belajar saya!

Ketika mulia, merasa dari kedudukannya sehingga menjadi mulia!

Ketika bisa hidup, bernafas dan melakukan aktifitas merasa sebab dari dirinya!

Maka sedikit merasa aku, penjara tempat kita dan penjaranya ALLAH itulah NERAKA!

ASTAGHFIRULLOH HAL ADZIM….TERNYATA KITA ADALAH PENIPU-PENIPU TUHAN!

Inilah kejahatan rohani terbesar bagi manusia dan tidak pernah kita bongkar sebelumnya, merasa memiliki dan diaku semua, kita tidak sadar bahwa selama ini kita menyekutukan ALLAH dengan diri kita sendiri, semua diaku, akhirnya secara tidak sadar timbullah “PENGAKUANKU SEBAGAI TUHAN, kita kaya, merasa kaya, ketika pandai, merasa pandai, ketika ahli ibadah, bahwa aku adalah orang suci yang ahli ibadah.

Maka keluarlah dari sifat-sifat aku-mu (kaya, pandai, mulia, suci) bila ingin hidup selamat dunia dan akherat.

“UKHRUJ AUSHOOFI MIN SIFATIKAL BASYARIYYATIKA…”

Seperti ilustrasi ilustrasi diatas tadi, penempatannya didalam hati, ketika kita punya mobil mewah katakan itu mobil saya, akan tetapi hati jangan sekali-kali merasa memiliki karena semuanya adalah titipan sebab ketika kita mati semua akan kita tinggalkan.

Ada sebuah kisah hikmah dari sahabat Rasulullah SAW:

Suatu saat Sayyidina Umar RA yang berwatak keras dan ingin membunuh Rasulullah SAW tunduk sehingga masuk islam hanya gara-gara membaca Al Quran surat Thoha 14 seperti diatas, ini merupakan rahasia besar yang harus kita gali, karena begitu tinggi dan dalam surat Thoha 14 tersebut.

Semuanya harus disandarkan kepada ALLAH, artinya semua harus tiada (NOL) karena harus ada akunya ALLAH dan akunya ALLAH harus hidup dihatinya manusia dan ketika akunya ALLAH hidup dihatinya manusia maka otomatis semua harus hancur, fana’, kosong, nol kecuali hanya ALLAH, saat itulah baru dikatakan manusia ingat kepada ALLAH dan tidak akan ingat kepada ALLAH selagi hati masih merasa aku, maka harus dilatih perasaan NOL itu sehingga benar-benar merasakan bahwa dirinya adalah rendah, bodoh, berlumuran dosa.

Ingat…!!!

Ada setitik perasaan aku maka selamaya tidak akan sadar kepada ALLAH!

Ada setitik perasaan aku maka manusia akan hancur kedudukannya dihadapan ALLAH!

Sedangkan syaratnya bertemu dengan ALLAH jangan ada syirik, harus murni dan suci, jangan sekali-kali menjagakan air mata dan mujahadah kita, harus NOL dari menjagakan selain kepada ALLAH!

Dan ingat…!!!

Timbulnya kekacauan, perpecahan, sampai pertumpahan darah sebab merasa aku! saat itu dia syirik dihadapan ALLAH, menyekutukan ALLAH dengan keakuannya dan ternyata ketika aku tidak ada itulah NOL!

Maka makhluk apapun harus NOL, kalau tidak NOL dirinya adalah sumber kerusakan, sumber kesyirikan karena manusia merasa ada, merasa mampu, dan merasa kuat, maka untuk menemukan itu harus mujahadah, karena semua makhluk tidak manfaat dan tidak membahayakan karena makhluk itu tidak ada yang wujud, mutlak harus NOL!

Segala sesuatu selain ALLAH (sepi dari ALLAH) adalah PALSU “ALAA KULLU SYAIIN MA KHOLALLAAHU BAATHIL” dan Segala sesuatu rusak hancur kecuali ALLAH "Kullu Syai In Haalikun Illaa Waj Hah" karena semuanya adalah ciptaan dan tidak ada, hancur dan binasa.

YAA ALLAH, YA TUHAN KAMI….

Siapakah KAU? apakah KAU ada didalam diriku? sesuci inikah diri ini ? apakah kau dihatiku? apakah juga sesuci inikah hati ini? KAU yang suci adalah hanya sebuah nama, maka perkenankanlah kami YAA ALLAH untuk mengenal dibalik asma Agung itu.

Kusebut AsmaMU, kuingat asmaMU tapi aku tidak tahu siapakah diriMU, sehingga kuucap ALLAHUAKBAR, ALLAHUSSOMAD, ALLOHU KHOLAQOSSAMAWAA TI WAL ARD tapi tetap aku tidak tahu, Butakah diriku ini? Kusebut asmaMu tapi lupa, ku ingat asmaMU tapi lupa, kusembah DIRIMU tapi aku tidak tahu.

Apa arti diri ini yang tiada arti, tidak ada apa apa dan bukan siapa siapa? tapi mengapa harus ada? mengapa harus hidup? sangat dholim diri ini bila harus ada dan harus hidup! maka lenyapkanlah YAA ALLAH semuanya ini kembalikanlah kami kepangkuanMU agar aku tahu tentang diriMU karena yang tau KAU adalah KAU, yang ingat KAU adalah KAU, yang melihat KAU adalah KAU dan semuanya ini ada digenggamanMU karena semuanya adalah IRODATMU (NOL).

--------------------------------------------------------------
Catatan kelam perjalanan Al Fakir yang hina

Dalam Bumi Kerendahan, 10 Juni 2014

“Hidup Sekali Harus Berarti”

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment