Home » , » Biadabnya Diriku! Mengaku Sebagai Tuhan Di Tanah Suci

Biadabnya Diriku! Mengaku Sebagai Tuhan Di Tanah Suci

Written By Admin Sunday, September 21, 2014 - 9:07 AM WIB | 0 Komentar

LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULKA LAA SYARIIKALAKA….
“Kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu”
Wahai saudaraku…
Haji adalah ibadah yang sangat istimewa, tidak semua manusia diperkenankan untuk melaksanakan, hanya tamu-tamu Allah yang terpilih untuk melaksanakan ibadah haji siapa saja yang diperkenankan maka dia sebagai tamu ALLAH, tamu yang MAHA SUCI tamu SANG PENCIPTA yang TIADA SEKUTU BAGINYA, begitu hebat Si Hamba... sangat hebat! Si Miskin, Si Lemah dan banyak dosa diperkenankan sowan kepadaNYA, begitu sayangnya SANG PENCIPTA dan kasihNYA sehingga Si Hamba yang tiada arti, Si Hamba yang penuh dosa dan kerendahan diperkenankan bersimpuh dihadapanNYA.
Sehebat dan semulia-mulianya rumah ALLAH didunia ini adalah MASJIDIL HARAM dan MASJIDIL NABAWI. MASJIDIL HARAM, MASJID NABAWI dan masjid-masjid lainnya adalah masjidnya jasad yang ada di dunia, sedangkan HATI nya orang beriman adalah masjidnya ALLAH (QOLBUN MUKMIN BAITUL HAQ). HATI adalah masjid AL HAQ rumah YANG MAHA SUCI dan MAHA PENCIPTA maka HATI atau jiwa harus bersih dan suci, HATI atau jiwa yang suci harus sadar bahwa dirinya adalah ciptaan tidak ada kemampuan dan kekuatan sehingga NOL dari pengakuan, dari perasaan mampu, kuat dan bersih dari sifat-sifat madzmumah, jahat, iri, hasud, suudzon, merasa baik dan bersih dari segala apapun najisnya jiwa, karena HATI adalah merupakan BAITUL HAQ (rumah ALLAH) harus dikuasai ALLAH dan semata-mata milik ALLAH yang MAHA SUCI dan MAHA PENCIPTA.
Jiwa atau HATI yang merupakan BAITUL HAQ itu harus kosong, bersih, suci, tiada apa-apa dan tiada siapa-siapa yang ada hanya SANG PENGUASA SEJATI - ALLAH YANG MAHA HIDUP!
INGAT WAHAI SAUDARAKU… !!!
Ini kesadaran HATI atau kesadaran jiwa, HATI harus NOL (BERSIH) hanya sadar semua untuk ALLAH dan semua sebab ALLAH inilah LILLAH BILLAH, ketika HATI ada apa-apa dan siapa-siapa sekecil apapun maka HATI bukan menjadi rumah ALLAH lagi karena rumah ALLAH harus suci dan bersih “LAA ILAA HAILLALALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU”, maka masuklah dan makmurkan masjid ALLAH tapi ingatlah rumah ALLAH yang hakiki adalah HATI dan jiwa maka kita akan bertemu, berdizikir, bersimpuh kepadaNYA hanya disana.
Lahir masuk di masjid di dunia ini (MASJIDIL HARAM), tapi bila HATI yang merupakan masjidnya ALLAH (BAITUL HAQ) ini masih kotor penuh najis ada patung-patung dunia dan ANANIYAH, maka kita tidak akan bertemu denganNYA  walaupun kita berada di MASJIDIL HARAM ataupun MASJIDIL NABAWI.
ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR…
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU…
Haji di MASJIDIL HARAM, MASJIDIL NABAWI, dan ARAFAH itu sebagai duyufurrahman (tamu ALLAH), tapi bagaimana kita bisa sowan sebagai tamu ALLAH yang MAHA PENCIPTA, MAHA ADA dan MAHA SUCI sedangkan rumah masjidNYA yang ada di HATI kita, kita  isi dengan patung-patung ANANIYAH (merasa aku), patung-patung cinta dunia, patung-patung nafsu dan sifat-sifat tercela.
Walaupun kita sujud seribu kali di masjidil haram dan walaupun kita sujud seribu kali di masjid nabawi, tapi kalau hati rohani ini yang merupakan masjidnya jiwa masih dihuni oleh durjana-durjana ananiyah bahkan dihuni oleh penghuni-penghuni liar berupa anjing-anjingnya rohani  maka kita tidak akan bisa sowan dihadapannya sebagai ALLAH SANG MAHA SUCI dan tidak akan bisa bersimpuh kepada ALLAH YANG MAHA LUHUR.
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULKA LAA SYARIIKALAKA….
MARI KITA RENUNGKAN WAHAI JAMAAH HAJI…
Ketika kita thawaf, ketika kita sa’i, ketika kita lontar jumroh, bahkan ketika kita wuquf di Padang Arafah bagaimana dengan keadaan hati kita? Sudah bersihkah? Sudah sucikah? Sudah NOL kah dari pengakuan? Karena semuanya itu tidak diterima oleh ALLAH karena ALLAH MAHA SUCI dan menerima dari segala sesuatu yang suci.
Ketika kita bersimpuh dihadapan ALLAH, airmata menetes dipelupuk mata ini tapi kalau hati masih dihuni oleh patung-patung dunia, dihuni oleh durjana-durjana dunia, dan banyak anjing-anjingnya rohani yang menguasai dan membuat najisnya jiwa kita maka apa arti kita bertakbir dihari Idul Adha kalau itu hanya slogan semu belaka, kalau itu hanya ucapan belaka tapi jiwa tidak pernah merasa kecil.
Ketika diagungkan asmaNYA akan tetapi jiwa tidak merasa rendah ketika ditakbirkan dan diagungkan asmaNYA, munafikah diri ini ataukah kita mempermainkan TUHAN, lahiriyah mengagungkan akan tetapi jiwa merasa besar, jiwa merasa mampu, jiwa merasa suci!
Sekali lagi munafikah kita dan alangkah hinanya kita menyekutukan ALLAH ditanah suciNYA, kita sombong ditanah haramNYA, dan kita merasa besar dihadapanNYA!
Kita adalah tamu ALLAH, sungguh BIADABNYA DIRI INI!ketika kita diberi kesempatan untuk sowan kepada ALLAH di tanah HARAM akan tetapi malah bertolak pinggang MERASA HEBAT, MERASA KUASA, MERASA MERASA MULIA dan menjagakan selain DARINYA, MENJAGAKAN AMAL KITA, MENJAGAKAN MASJIDIL HARAM DAN TEMPAT-TEMPAT MUSTAJABAH.
ALANGKAH…!!! KITA DIPERKENANKAN SEBAGAI TAMU ALLAH, KITA MALAH MENJAGAKAN DAN MENGHARAPKAN SELAIN DIA! INI SUNGGUH MENYAKITI TUHAN!
Satu dzarrah ada kotoran di dalamnya, SEKALI LAGI….Walaupun hanya satu dzarrah bila ada kotoran di dalamnya (HATI) mustahil, imposible, kita akan diperkenankan menghadap, bertamu dan sowan kepadaNYA!
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
Maka mutlaklah BAITUL HAQ yang ada di hati seorang mukmin itu harus dan hanya DIA yang ADA, HATI harus kosong harus bersih harus LAA HAULAA WALAA QUWWATA, harus NOL (BERSIH) karena DIA MAHA ESA TIADA SEKUTU BAGINYA, MAHA SUCI dan MAHA ADA yang tiada bisa disandingkan dengan apa-apa dan dengan siapa-siapa karena semua adalah ciptaan dan milikNYA yang asalnya tiada.
INGAT SAUDARAKU….!!!
Kita tidak akan bisa sowan menghadap kepadaNYA, kita tidak akan bisa bertamu kepada YANG MAHA AGUNG dan MAHA SUCI! walaupun jasad kita bersimpuh, bersujud di MASJIDIL HARAM yang dimuliakan oleh ALLAH bila HATI kita masih ada sesuatu selain DIA : masih menjagakan amal, menjagakan tempat mustajabah (ROUDHOH, MULTAZAM, HIJIR ISMAILBAHKAN MASJIDIL HARAM) karena semuanya masih menjagakan dan mengandalkan selain DIA SANG PENCIPTA SEJATI YANG ESA DAN TIADA SEKUTU BAGINYA!
BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA WAHAI SAUDARAKU… JAMAAH HAJI SELURUH PLOSOK PENJURU DUNIA.. SUDAH BERSIHKAH HATI DAN JIWA KITA?
INGAT SAUDARAKU…!!!
Yang ada di MAKKAH itu adalah masjidnya jasad di dunia, kita harus mengikuti sunah Rasul untuk masuk didalamnya, sholat, thawaf, sa’ijumrah, bahkan tahallul, tapi bila kita belum masuk dalam masjidnya roh yang harus suci dari kesyirikan dan najisnya HATI walaupun satu dzarrah maka apa arti jasad walaupun berada di MASJIDIL HARAM, di MASJIDIL NABAWI bila HATI yang ada didalam jiwa seorang mukmin tidak kita jadikan tempat sholat dan sujudnya jiwa (QOLBUN MUKMIN BAITUL HAQ), sekali lagi mustahil kita bisa sowan kepadaNYA dimasjid yang mulia itu!
Maka bersihkanlah RUMAH ALLAH di hati kita sebagai seorang mukmin yang dipanggil untuk memenuhi panggilanNYA di TANAH SUCI dari sifat-sifat tercela, ananiyah, nafsu dan segala najisnya HATI agar kita diperkenankan bertemu dan bersimpuh sebagai TAMUNYA YANG MAHA SUCI DAN MAHA ESA.
Maka saudaraku wajiblah bagi kita untuk membersihkan itu semua!
“TAZQIYATUNNAFSI ANIRRODAAILI WAAJIBATUN”
(MEMBERSIHKAN JIWA DARI SEGALA KOTORAN HATI ADALAH WAJIB)
“QOD AFLAHA MANZAKKAHA”
(BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMBERSIHKAN JIWANYA DARI KOTORAN ATAU NAJISNYA HATI)
Maka HATI orang mukmin yang bersih dan suci berfungsi sebagai BAITUL HAQ, RUMAH ATAU MASJID ALLAH, maka saat itulah kita diperkenankan sowan sebagai tamu ALLAH yang MAHA ESA dan MAHA SUCI untuk menghadap, ingat berdizkir kepadaNYA sehingga  kita mendapat karunia agung. 
“ALA BIDZIKRILLAHI TATMAINNUL QULUUB”, itu pasti dan pasti…. Dan tidak mustahil… otomatis!
Ketika kita diperkenankan menghadap kepadaNYA karena kesucian masjidnya yang ada di HATI kita maka Si Hamba diberi kesadaran BERTAUHID kepadaNYA, dia tidak pernah syirik.
Semakin jelaslah keyakinan dan kesadaran Si Hamba bahwa selain DIA, semua adalah ciptaan, tidak pernah ada walaupun nampak dan wujud di alam nyata itu adalah ciptaan, semu, bayang-bayang TUHAN (DZILLU ILAHIYYAH) ciptaan ALLAH YANG MAHA AGUNG.
Ini adalah kesadaran jiwa ketika ALLAH memperkenankan Si Hamba untuk sowan dan bertamu kepadaNYA!
Maka ketika kupejamkan mataku jelaslah semua tiada, semuanya semu, nyatalah hanya ENGKAU yang ADA yaitu SANG PENCIPTA!
LAA SYAKKA… ANTA… ANTA… dan ketika kubuka mataku semakin jelas semua yang ada itu adalah BAYANGAN, CIPTAAN!
Maka sucikan dan bersihkan jiwa sebagai rumah ALLAH yang MAHA SUCI dan MAHA ESA sehingga kita dikaruniai KESADARAN BERTAUHID DAN BERTUHAN sehingga bisa menghadap KEPADANYA dimanapun berada.
“FA AINAMAA TUWALLUU FATSAMMA WAJHULLOH"
MAKA KEMANAKAH MENGHADAP DISANA WAJAH ALLAH (Q.S.AL-BAQOROH [1]: 115)
Selamat untuk menerima dan memenuhi panggilan ALLAH ke TANAH SUCI untuk melaksanakan rukun ISLAM yang ke-5 yaitu IBADAH HAJI KE TANAH SUCI
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULKA LAA SYARIIKALAKA….
“Kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu”

Catatan “Al Fakir” yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 21 September 2014

“Hidup Sekali Harus Berarti”

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment