Home » » Hidup Untuk Menyongsong Kematian

Hidup Untuk Menyongsong Kematian

Written By Admin Sunday, January 4, 2015 - 5:24 PM WIB | 2 Komentar


INGAT WAHAI SAUDARAKU…!!!
Apapun mulya dan bahagianya hidup didunia ujungnya adalah kematian, artinya hidup untuk menyongsong kematian maka celakalah orang yang berpegang teguh dengan dunia sebagai Tuhannya, seakan-akan dunia adalah segala-galanya, karena dunia ujungnya adalah kematian, maka siapa yang berani hidup didunia pasti berujung kepada kematian!
Dan ketika hidup didalam kandungan IBU PERTIWI (dunia), dan suatu saat kita dilahirkan oleh IBU PERTIWI kita akan hidup yang selama-lamanya, itulah hidup yang hakiki tiada kematian selama-lamanya yaitu ketika kita keluar dari kandungan IBU PERTIWI (mati)!.
“TIDAK MUNGKIN HIDUP YANG HAKIKI AKAN BERUJUNG KEMATIAN, APAPUN HIDUP YANG HAKIKI TETAP HIDUP, TIDAK AKAN PERNAH ADA KEMATIAN, MAKA KEHIDUPAN DUNIA ADALAH KEHIDUPAN YANG MENIPU!”
Ternyata seindah apapun hidup didunia tetap ujungnya adalah kematian, setelah kita hidup didunia, inilah proses didalamkandungan IBU PERTIWI, dan ketika kita dilahirkan oleh IBU PERTIWI saat itulah kita masuk di ALAM BARZAH, masuk dalam kehidupan yang hakiki tiada pernah ada kematian!
Tapi mengapa sebagian besar kita mementingkan kehidupan yang semu ini yang berujung pada kematian yang semua harus kita tinggalkan? Yang pada akhirnya kita dilalaikan oleh dunia, lupa bahwa ada kehidupan yang kekal dan hakiki tidak pernah ada mati lagi!
Dikehidupan yang kedua inilah yang lebih baik dan kekal, tapi sayang manusia terlena akan kehidupan yang semu ini dan berujung pada kemusnahan dan kehancuran.
Telah di firmankan oleh Allah SWT :
“Bahwa didunia ini adalah permainan dan senda gurau belaka” (QS. Muhammad : 36)
Ini peringatan dari ALLAH khususnya yang hidup didunia ini adalah bukan kehidupan sejati!
Kita liat kronologisnya ketika ALLAH membuat manusia, disaat itu roh ditanami keyakinan yang mendarah daging (MUSYAHADAH), sehingga ketika ALLAH mengatakan “ALASTU BIROBBIKUM”, maka serempak roh menjawab “QOOLU BALAA SYAHIDNA” (iya Engkau Tuhanku dan kami telah menyaksikan).
Ternyata sebelum manusia diturunkan dimuka bumi ini manusia sudah mengetrapkan IKHSAN (MUSYAHADAH), oleh karena itu didunia ini kita dituntut untuk sadar kepada ALLAH dengan pengetrapan IKHSAN!
Ternyata kita sebelum masuk didunia, ini prosesnya ada didalam kandungan ibu, maka tepat waktunya dilahirkanlah kita didunia ini, ketika itu semua bayi yang lahir menangsi histeris dengan tangan menggenggam rapat tanda kehidupan yang baru (dunia), tapi ternyata kehidupan ini adalah semu, yang berujung kematian!
Oleh karena itu apa yang kita cari didunia ini? kalau semuanya tiada arti dan harus kita tinggalkan?
SADARKAH WAHAI SAUDARAKU…!!!
UJUNG KEHIDUPAN INI PASTI AKAN KITA TINGGALKAN DAN SEMUANYA TIADA ARTI!
Inilah proses didalam kandungan ibu pertiwi, nanti pada suatu saat ibu pertiwi melahirkan kita dan Itulah kehidupan yang sesungguhnya, tiada kematian lagi, kekal dan abadi, disana ada kedamaian dan ketenangan karena hidup selama-lamanya tiada batas.
Tapi sayang kebanyakan manusia itu memilih kehidupan yang berujung dengan kematian serta semuanya harus ditinggalkan!
INGAT SEKALI LAGI...!!!
Akhirat itu lebih baik dan kekal, kalau tepat dalam dalam kehidupan ini maka selamatlah dan bahagialah kita selama-lamanya.
Disana mengalir air-air sungai surgawi yang rasanya manis bagaikan madu dan lezatnya tiada terkira dan takterbayangkan, dan disana tiada ada rasa sakit, lelah, yang ada hanyalah kebahagiaan, itulah sunga disurga Tasnim, Tsalsabila yang diperuntukkan oleh ALLAH kepada hambanya yang didalam kehidupan semu didunia ini tidak tersesat jalannya (beriman).
Lebih-lebih alangkah indahnya saat itu, bertemu dengan RASULULLAH SAW kekasih hati yang tiap hari didunia kita rindukan dengan memanggil asmaNYA dengan berlinangan airmata berharap tiada berpisah denganNYA.
Oleh karena itu saudaraku... hendaklah hidup sekali didunia ini harus berarti karena kita pasti akan pulang, maka jangan sesat dijalan! FAFIRRUU... ILALLOH... LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH
BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA INI?
“SESUNGGUHNYA KITA ADALAH ORANG-ORANG YANG MELAMPAUI BATAS! DUNIA YANG SEMU KITA SEMBAH, KITA DEWA-DEWAKAN, DAN KITA CINTAI MELEBIHI BATAS, SEHINGGA MENGALAHKAN CINTA KITA KEPADA SANG PENCIPTA, MENGALAHKAN CINTA KITA KEPADA RASULULLAH SAW! SEHINGGA DUNIA DIJADIKAN SURGANYA, MENCINTAI DUNIA MELEBIHI DARI SEGALA-GALANYA!”
Maka ketika kita dilahirkan dari kandungan ibu pertiwi bukan malah kebahagiaan akan tetapi penderitaan yang kita dapati!
Apa arti kaya didunia ini?
Apa arti mobil mewah yang kita tumpangi?
Apa arti rumah mewah tempat kita bernaung?
Sesungguhnya  semua itu merupakan beban bagi roh(jiwa) ini!
INGAT…!!!
“TAMBAH PANGKAT SESEORANG, TAMBAH MULYA SESEORANG, TAMBAH PANDAI SESEORANG, TAMBAH CANTIK DAN TAMPAN SESEORANG, MALAH MENJADIKAN BEBAN BAGI ROH KITA, KARENA SEMUANYA MERUPAKAN UJIAN YANG HARUS DIHADAPI OLEH ROH (JIWA) KITA!
Oleh karena itu kita dituntut untuk sadar kepada ALLAH dalam pengetrapan IKHSAN sehingga kita menyadari bahwa semuanya bukan milik kita.
Sesungguhnya roh atau jiwa kita dipenjara dalam kubangan dunia yang mana pasti akan hancur berhamburan karena sifatnya dunia adalah fana’!
Maka, carilah kebahagiaan didalam kehidupan ini dengan mendapatkan ridhoNYA, karena hidup ini adalah semu!
INGAT…!!!
ORANG YANG PANDAI ITU ADALAH ORANG YANG MENGENAL SIFATNYA DUNIA!
SIFAT DUNIA ADALAH PANAS, SIFAT DUNIA ITU MENJAUHKAN DARI TUHANNYA!
ORANG YANG PANDAI DAN BERAKAL IA AKAN MEMILIH KEHIDUPAN YANG KEKAL DAN ABADI YAITU KEHIDUPAN AKHIRAT!
ORANG YANG PANDAI... PANDANGAN HATINYA HANYA SATU (ALLAH)! TUHAN SANG PENCIPTA!
Sehingga orang yang pandai itu mengendarai dan menguasai dunia untuk bekal dan alat mengabdi kepada ALLAH demimendapatkan ridhoNYA!
Pokoknya apabila kita bangga kepada  selain ALLAH itu palsu!
Pokoknya apabila kita takut dan mengharap kepada selain ALLAH itu bohong!
MARI SAUDARAKU KITA RENUNGKAN...!!!
Ingat…!!! Dalam kehidupan didunia ini jangan menoleh kebelakang!
Sadarlah bahwa kita akan pulang!
Sadarlah sesungguhnya dunia ini adalah tipuan!
Dan sadarlah kita akan dilahirkan oleh IBU PERTIWI, kita keluar dari dunia ini, kita akan masuk ke alam yang baru, disitulah tiada kematian lagi, tapi mengapa kita mencari yang semu!
Bukan berarti apatis, untuk men cari kekayaan, cari mobil, cari  rumah mewah, tapi sadarlah bahwa semuanya itu akan kita tinggalkan! Maka semuanya itu harus kita lepas dari jiwa kita dan harus kitaNOL kan roh (jiwa) kita agar tidak menjadi beban dikelahiran yang kedua nanti!
Karena dunia ini bukan tempat bagi kita, dunia adalah tempat ujian!
SADARLAH WAHAI SAUDARAKU BAHWA DUNIA ADALAH MENIPU!
INGAT FILOSOFI JAWA “SING KATON BAKAL MUSNO” ARTINYA APA YANG NAMPAK DAN KITA RASAKAN INI SEMUA AKAN HILANG KARENA SEMUA UJUNG ADALAH KEMATIAN YANG TIDAK PERNAH MUSNAH DAN KEKAL DIALAH ALLAH SANG PENCIPTA!
Sadarlah bahwa hidup ini berujung kepada kemusnahan!
Sadarlah bahwa kehidupan dunia ini adalah fatamorgana!
Karena tidak mungkin kehidupan berujung dengankematian!
Maka kehidupan ini adalah bukan kehidupan yang sejati, semua dan fatamorgana!
Kita hidup ini ternyata untuk menyongsong kematian!
Kematian merupakan kelahiran menuju alam yang kekal abadi itulah kehidupan yang hakiki!
ingat! kita akan dilahirkan kealam yang hakiki yang tiada kematian ketika roh keluar dari jasad!
RENUNGKANLAH WAHAI SAUDARAKU...!!! DAN SADARLAH...!!! 
Ternyata dalam kehidupan ini setiap detik kita terlena, setiap pagi kita terlena, setiap tidur kita terlena, lupa bahwa kita mau pulang tapi kita tidak tahu jalan!
Mengapa? karena lentera hati saat itu telah padam! Padam karena ditiup oleh badai  fitnah, ditiup oleh badai  kebencian, ditiup oleh badai hasud dan iri hati, ditiup oleh badai kebanggaan, dan ditiup oleh badai ketakabburan, sehingga lentera itu padam dan mati! Akhirnya kita tidak tahu jalan dan tidak tahu akan kemana setelah ini...!!!
Ingat saudaraku...!!! kita akan melakukan perjalanan yang sangat jauh dan kekal, tapi sayang lenterahati itu telah padam danmati.
Hanya hati yang bersihlah yang mendapat petunjuk dari TUHAN SANG PENCIPTA!
Bersihkanlah hati kita wahai saudaraku, karena hidup hanya sekali, agar berarti, untuk menghadap TUHAN YANG MAHA SUCI harus dengan hati yang bersih, tiada kebencian!
Lentera hati harus hidup, perjalanan ini butuh lentera hati yang bersinar!
Ingat...!!! Akan hidup dan bersinar bila kita mampu melepaskan segalanya dalam kehidupan dunia ini dengan ridho, pasrah, rendah, NOL!
Maka hidupkanlah lentera hari dengan pengetrapan NOL dan “MERENDAH”kepada SANG PENCIPTA!
Semoga ALLAH meridhoi perjalanan kita, membawa IKHSAN sampai keluar dari kandungan IBU PERTIWI…
Aamiin….
------------------
Catatan perjalanan “Al Fakir” yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 4 Januari 2015
“Hidup Sekali Harus Berarti”


Sebarkan:

2 comments :

  1. Bagaimana caranya supaya bisa NOL???, saya pengen sekali bisa NOL.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. semua itu fadhol (pemberian dari Alloh) pintunya NOL adadalah kerendahan, maka dilatih trs perasaan byk berlumuran dosa.. coba nnti buka mediafire.com/alamhikmah & dan youtube nya alamhikmah juga InsyaAllah banyak ilmu disana terutama memmbahas masalah PENGETRAPAN NOL. salam

      Delete