Home » » Resep Menjadi Wali (Kekasih Allah)

Resep Menjadi Wali (Kekasih Allah)

Written By Admin Monday, January 19, 2015 - 4:35 PM WIB | 4 Komentar

WAHAI SAUDARAKU INGATLAH….
Seorang yang dekat dan dicintai oleh ALLAH, pasti akan diuji dari berbagai macam bentuk ujian untuk membuktikan mana yang benar-benar beriman dan mana yang imitasi.
Firman ALLAH SWT:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan (beriman) masuk surga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan ALLAH?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu amat dekat.” (QS. Al - Baqarah : 214)
Dan ternyata ujian yang paling besar adalah diri manusia itu sendiri, berapa banyak orang-orang yang alim, orang-orang besar yang terperosok dan gagal dalam kehidupan ini karena tidak mampu untuk mengalahkan dan menundukkan dirinya sendiri.
Dalam kitab Al-Hikam didawuhkan :
“Aslukulli ma’siatin waghoflatin wasyahwatin arridhoo aninnafsi”
Sumber kemaksiatan dan lupa kepada ALLAH dan mengikuti keinginannya adalah karena ridho terhadap nafsu.
Maka Rasulullah Saw pun sendiri bersabda :
Raja’na min jihadil asghar ila jihadil akbar” kita baru saja menyelesaikan jihad kecil dan akan menuju jihad yang lebih besar lagi, sepontan para sahabat bertanya “jihad apa lagi yang lebih besar dari jihad di perang badar ini ya Rasulullah?” Rasul menjawab “Jihadunnafsi” jihad melawan hawa nafsu. (HR Baihaqi dari Jabir)
Ternyata musuh itu ada didalam diri kita, maka perang “AKBAR” yaitu menghadapi diri kita sendiri, karena musuh yang didalam diri kita menjadikan kita lupa dari ALLAH, sehingga kita ibadah bukan menyembah ALLAH akan tetapi kita menyembah diri kita sendiri (menyembah nafsu kita) LINNAFSI BINNAFSI!
Dulu di zaman jahiliyah manusia menyembah patung yang dibuatnya sendiri dari seonggok batu yang diukir, tapi diakhir zaman bila ada orang menyembah patung kita berani mengatakan itu syirik, memang itu adalah syirikakan tetapi kita tidak pernah mengoreksi diri kita!
Sabda Rasulullah SAW:
“Abghodu ilaahin u’bida indallohi fil ardhi huwal hawa”
Sesembahan dimuka bumi yang paling dimurkai ALLAH adalah NAFSU!
Artinya siapapun yang tidak mengabdi kepada ALLAH dengan dasar LILLAH BILLAH maka otomatis menyembah DIRINYA SENDIRI (LINNAFSI BINNAFSI)!
Mari kita renungkan PATUNG-PATUNG SESEMBAHAN YANG KASAT MATA ternyata ada yang lebih dilaknat oleh ALLAH yaitu bila kita menyembah dan mengabdi kepada PATUNG-PATUNG YANG TIDAK KASAT MATA dialah NAFSU YANG ADA DIDALAM DIRI KITA!
Apa artinya kita ibadah, sholat, haji, puasa, zakat, dan lain-lainnya bila TUHAN-TUHAN NAFSU KITA BANGUN BAGAIKAN MAHLIGAI DAN KERAJAAN NAFSU YAITU “ANANIYAH”DIDALAM DIRI KITA.
Ingat saudaraku…!!! dengan nafsu ANANIYAH muncullah PENGAKUAN KITA SEBAGAI TUHAN! Kita merasa lebih baik, merasa mampu dan kuat sehingga kita tidak pernah menyadari bahwa diri kita adalah ciptaan (NOL) tidak memiliki apa-apa, karena kita adalah bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Sekarang keadaan zaman lebih parah daripada zaman jahiliyah, umat sama-sama berbondong-bondong patung yang ada didalam dirinya yaitu patung “ANANIYAH”yang disebut dengan “AKU”.
Sehingga patung-patung yang bernama “AKU”, menjajah rohani kita, akibatnya ketika kita ibadah seharusnya lurus HANYA KARENA ALLAH (LLLAH) DAN SEBAB SEMUA PERTOLONGAN DARI ALLAH (BILLAH), akan tetapi malah kita aku sehingga kita bangga dengan amal kita, bangga dengan ibadah kita.
INILAH YANG MENJADIKAN IBADAH KITA TERHAPUS 70 TAHUN DALAM SEKALI BANGGA!
“AL UJBU LA YUHBITU AMALA SAB-INA SANAH”
UJUB MENGHAPUS AMAL SELAMA 70 TAHUN!
WAHAI SAUDARAKU…!!! KETIKA KITA DIKUASAI OLEH NAFSU (ANANIYAH) MAKA TUMBUH PERASAAN LEBIH BAIK, MULYA, LEBIH AGUNG DARI ORANG LAIN.
sedangkan Rasulullah Saw bersabda “laa yad-khulul jannata man-kana fiiqolbihi mist-qola dzarrotin min kibrin”
Yang artinya tidak akan masuk dalam surga siapa orangnya yang didalam hati ada sedikit merasa besar (agung, baik, mulya).
BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA…??? WAKTU KITA  SANGAT TERBATAS! SEBENTAR LAGI KITA PASTI PULANG!
Ingat saudaraku…!!! sebentar lagi pasti pulang, roh kita akan menghadap kepada ALLAH, untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang pernah kita lakukan, apa jadinya ketika kita pulang membawa kotaran hati yang bernama “SYIRIK” itu? Termasuk kita menyembah diri kita sendiri?
Wahai saudaraku…. mari kita renungkan…
Ketika kita meminta pertolongan kepada orang, beranikah kita merasa lebih tinggi dan lebih mulya dihadapan orang yang menolong kita? Tentu tidak! Malah justru kita harus merendah dan merasa kecil dihadapannya.
Maka…!!! Bagaimana kita dengan ALLAH…. yang tiada lepas sedetikpun pertolongan ALLAH kepada kita karena ALLOHUSSOMAD… mestinya kita harus merendah SERENDAH-RENDAHNYA dihadapanNYA, ternyata kita malah merasa tinggi, tidak punya adab (tatakrama) dihadapanNYA, malah kita senantiasa lupa kepadaNYA dengan mengandalkan doa kita, mengandalkan mujahadah kita, mengandalkan sholat malam kita dan mengandalkan semuanya selain ALLAH!
Ingat dan sadarlah wahai sudaraku…!!! tiap detik kita butuh pertolonganNYA, dan kita tidak lepas dari kekuasaanNYA sehingga 1 detik lepas dari ALLAH maka hancurlah diri kita!
Maka orang berakal sempurna pasti sadar kepada ALLAH!
Wahai saudaraku…
Ada seorang ulama besar Syeikh Abu Bakar Ibnu Khiwar Al Bathoihi asalnya seorang rampok terkenal yang sangat kejam, akan tetapi suatu saat hidayah turun, ketika akan merampok disuatu rumah, beliau mendengar suara tangisan seorang anak dipelukan ibunya, sambil berkata “ibu.. aku takut dengan perampok yang akan mencuri bahkan nanti akan membunuh kita”
Saat itu turunlah hidayah ketika mendengar suara tangis seorang anak dipelukan ibunya itu, sambil berucap lirih seraya berkata “engkau masih takut dengan aku, sedangkan aku tidak pernah takut dengan ALLAH”.
Saat itulah Syeikh Abu Bakar Ibnu Khiwar Al Bathoihi benar-benar merasa kecil dihadapan ALLAH, sehingga beliau pulang tidak jadi merampok rumah penduduk sehingga taubat dihadapan ALLAH, sehingga setiap malam merenungi dosa-dosa yang pernah ia lakukan, suatu saat beliau bertemu dengan Syeikh Sa’roni. Syeikh berkata :
Apakah taubatmu seperti itu? Sempurnakan taubatmu, dengan perasaan tidak mampu! Sadari bahwa hidayah itu datang dari TUHANMU sehingga engkau TIDAK MENGANDALKAN TAUBAT, PENYESALAN DAN AIRMATAMU (NOL)!
Saat itulah Syeikh Abu Bakar Ibnu Khiwar Al Bathoihi diangkat menjadi kekasih ALLAH karena kerendahannya dan merasa hina sehingga menimbulkan perasaan NOL sadar bahwa semuanya itu datang dari ALLAH!
Wahai saudaraku… Bagaimana dengan diri kita? Dosa kita sangat banyak?
Ucapan kita banyak menimbulakn fitnah, dan hati kita sangat kotor dan jahat merasa sombong dan bangga dengan amal kita bahkan merasa lebih baik dari orang lain…???
Ingat… semua itu tidak akan dibiarkan oleh ALLAH, suatu saat dihari pengadilan semua perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban!
Bagaimana nasib kita dihadapan ALLAH? Kita tidak akan bisa lari dari ALLAH!
Kenyataan dihari ini kita masih sombong, masih merasa mulia!
Kapan kita bisa merendah dihadapan ALLAH?
Kapan kita bisa merasa dosa dihadapan ALLAH?
Kapan kita bisa menangisi dosa kita?
Apakah belum waktunya hati kita tunduk dan khusyu’ dihadapan ALLAH padahal waktu kita sangat terbatas!
INGAT…!!! KITA AKAN PULANG JANGAN SAMPAI SESAT DIJALAN MAKA HIDUP SEKALI HARUS BERARTI!
Mari kita sadari bahwa diri ini penuh maksiat! tidak pernah ingat dihadapan ALLAH!
Selalu merasa baik, merasa benar!
Ingat…!!! hidup kita hanya sekali dan kita akan pulang kembali kepada ALLAH (innalillahi wainna ilaihi roojiun), maka pulang hati harus BIQOLBIN SALIM, artinya hati kita harus benar-benar bersih dari sifat-sifat madzmumah.
Ingat wahai saudaraku…!!!
Tanda-tanda kita dicintai oleh ALLAH hilanglah penyakit hasud, sombong, takabbur, bangga, riya’, pamer dan sifat-sifat yang tercela! Seorang kekasih ALLAH dijauhkan dari penyakit hati!
Mari kita buang jauh-jauh sifat itu!
Ingat…!!!
Orang yang merasa bahwa dirinya sudah menjadi WALI sesungguhnya ia jauh dari ALLAH dan bukan seorang WALI!
Dan ciri-ciri orang yang dicintai oleh ALLAH pasti mempunyai kriteria yang MENDARAH DAGING apabila ada didalam kriteria ini dia termasuk orang yang dicintai oleh ALLAH, berikut ciri-ciri orang yang dicintai oleh ALLAH:

1. Selalu menutupi aib orang lain, dan dia sibuk dengan kesalahan dirinya sendiri. 

2. Selalu memaafkan walaupun sebesar apapun kesalahan orang lain yang ia lakukan pada dirinya. 

3. Memakai baju kerendahan sehingga menaruh orang lain diatas dirinya artinya tidak ada perasaan menonjol (AKU) didalam dirinya.

4. Lemah lembut dan kasih sayang terhadap siapapun juga.
Apabila salah satu orang yang memiliki sifat tersebut sesungguhnya ia adalah sebaik-baik umat karena dia mewarisi karakter para nabi dan mewarisi sifat Rasulullah Saw, karena sebaik-baik umat ialah pewaris sifat dan akhlaqul karimah beliau Rasulullah Saw.
Maka carilah orang yang memiliki 4 sifat tersebut, dan mintalah bimbingan kepadanya, walaupun bisa jadi ia adalah seorang tukang becak, pemulung, petani, atau orang yang sangat miskin.
Ingat…!!! hidup ini hanya sekali, sebentar lagi kita akan pulang dan dibongkar rahasia batin kita dihadapan ALLAH (wakhussila-maa fissuduur)!
Mungkin kita tidak sadar ternyata kita penipu TUHAN, penipu diri sendiri karena kenyataan batin ini masih jauh dari ALLAH SWT!
Kita merasa sudah benar, kita sudah merasa “LILLAH BILLAH” tapi kenyataan membohongi ALLAH!
Awas…!!! Ini adalah munafik!
“ORANG MUNAFIK ADALAH TEMPATNYA DI NERAKA YANG PALING BAWAH”
Wahai saudaraku…
Kita pasang jiwa kita dalam bumi kerendahan, kita tanam dalam bumi kerendahan dan didalam bumi kesamaran (idfin wujuudaka fil ardhil khumuuli) karena manusia yang dipilih oleh ALLAH adalah manusia yang paling merasa rendah dihadapanNYA!
Walaupun kita kumpul dengan ulama besar, tanamkanlah kerendahan!
Walaupun kita kumpul dengan orang miskin yang papah, tanamkanlah aku lebih rendah daripada Si Miskin itu. Pertahankan sampai mati, sampai ajal menjemput kita!
Jangan sampai yang membaca artikel ini tidak merasa rendah!
Ketika sholat, katakan akulah yang paling rendah!
Ketika mujahadah, katakana akulah yang paling rendah!
Karena sifat para kekasih yang paling menonjol adalah kerendahan dihadapan ALLAH SWT!
Sifat seorang kekasih adalah karena perasaan kerendahannya dihadapan sesama sehingga dia kasih sayang dan lemah lembut kepada siapapun.
Kapan kita menangisi semua dosa-dosa ini…??? kapan kita bersimpuh dihadapanNYA dengan penuh kehinaan padahal IZROIL datang sewaktu-waktu datang tanpa kompromi untuk mencabut roh kita ini!
Mungkin kita terkejut karena tidak ada kerendahan!
Kapan kita taubat dihadapan ALLAH SWT?
Airmata ini adalah merupakan mutiaranya rohani tapi tidak kita berdayakan, sehingga airmata ini beku!
Dosa yang sekian banyak kita tabung dan kita tumpuk, tidak mampu mencairkan airmata yang beku ini!
SEORANG KEKASIH LEBIH BANYAK MENANGIS DARIPADA TERTAWA!
SEORANG KEKASIH LEBIH BANYAK PRIHATIN DARIPADA BERGEMBIRA!
SEORANG KEKASIH MENGHARAPKAN PERTEMUANNYA DENGAN YANG DIKASIHI!
Tapi kita tidak pernah merasa ditemui Sang Kekasih!
Mari kita tundukkan jiwa kita, menangis didunia akan lebih berharga daripada di akhirat!
Sudah lama airmata ini tidak pernah tumpah….
Sudah lama airmata ini tidak pernah mencuci jiwa…
Ingat…!!!
Seorang kekasih lebih banyak menangis, lebih banyak prihatin!
Jangan membohongi diri!
Munafik telah berkeliaran didalam kehidupan ini!
Mungkin diri ini yang munafik!
Mengaku islam, mengaku iman, mengaku mengikuti Rasul tapi kita senantiasa bergandeng dengan nafsu kita, kita senantiasa bersaudara dengan syaiton dan iblis karena sifat-sifat kita yang tercela.
Jadilah penerus karakter NUBUAH PARA RASUL khususnya karakter RASULULLAH SAW (LIRROSUL BIRROSUL)!
Marilah saudaraku….
Kita sadari semuanya demi pendekatan kita kepada ALLAH WAROSULIHI SAW
FAFIRRU… ILALLOOH…. FAFIRRU… ILALLOOH…. FAFIRRU… ILALLOOH….
HIDUP SEKALI HARUS BERARTI!
SATU UCAP HARUS MEMBAWA HIKMAH!
SATU LANGKAH HARUS BERMANFAAT!
DAN SADARI BAHWA SEMUA BUKAN MILIK KITA, KARENA KITA BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA!
MAKA ANDALKANLAH SANG MAHA WUJUD, SANG MAHA ADA, SANG MAHA SEGALA-GALANYA!

SALAM…

----------------

Catatan Perjalanan "Al Fakir" yang hina

Dalam Bumi Kerendahan, 19 Januari 2015

Hidup Sekali Harus Berarti


Sebarkan:

4 comments :

  1. Terima kasih wahai orang bijak (guru) .. terima kasih yang tulus.. semoga Allah Ta'alla ridho dan memberkahi kita semua serta memberi petunjuk bagi yang tersesat termasuk saya untuk kembali ke jalan Allah.. Aamiin YRA.
    Tiada yang lebih baik selain mempersiapkan bekal menuju kampung akhirat, aku merindukan orang seperti engkau

    ReplyDelete