Home » » Menemukan Jati Diri Dengan Frekuensi Kerendahan

Menemukan Jati Diri Dengan Frekuensi Kerendahan

Written By Admin Thursday, January 5, 2017 - 8:49 AM WIB | 0 Komentar

Ingat wahai saudaraku…!!!
Kita adalah makhluk yang diciptakan oleh ALLOH yang asalnya tidak ada menjadi ada!
Asalnya tidak wujud menjadi wujud!
Asalnya lemah menjadi kuat!

Asalnya bodoh menjadi pandai!
Asalnya miskin tidak punya apa-apa diberi kekayaan!
Semua sebab karena DIA, tanpa dia kita tidak bisa apa-apa dan tanpa DIA kita juga bukan apa-apa!
Tapi fenomena yang terjadi pada saat ini, mayoritas umat manusia terjangkit dengan virus yang melupakan dengan TUHANNYA!
Seakan-akan semuanya datang dari dirinya!
Si alim dengan ilmunya DIAKU sehingga merasa dirinya paling mulya!
Si cendikia dengan pendidikan dan penelitiannya DIAKU sehingga merasa pandai!
Si kaya dengan kekayaannya DIAKU sehingga merasa dirinya merasa kaya!
Si ahli ibadah dengan ibadahnya DIAKU sehingga merasa dekat dengan TUHANNYA!
Lupa dibalik itu semua TANPA DIA, kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa!
Inilah fenomena yang terjadi pada saat ini!
Virus-virus ANANIYAH  (AKU) sudah menjangkit umat manusia!  yang akhirnya berakibat “PENGAKUANKU SEBAGAI TUHAN” muncul didalam dirinya!
Wahai saudaraku…!!!
Ingat…!!! Kita adalah makhluk yang diciptakan, tanpa DIA kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa!
Dalam sejarah, iblis turun dilempar dari surga karena merasa “AKU” lebih baik daripada adam!
Bagaimana dengan kita yang katanya ingin mati khusnul khotimah masuk surga akan tetapi masih ada penyakit AKU didalam jiwa???
Tentu jawabannya TIDAK MUNGKIN DAN TIDAK AKAN BISA!
KARENA SURGA STERIL DARI PENYAKIT AKU!
Walaupun kita ahli ibadah, ahli sujud, ahli baca al quran, ahli puasa, ahli mujahadah, ahli berjuang dalam menegakkan agama, akan tetapi didalam hati kita masih ada pengakuan, aku ahli ibadah, aku ahli sujud, aku ahli baca al quran, aku ahli puasa, aku ahli mujahadah, aku ahli berjuang SEHINGGA MERASA DEKAT DENGAN ALLOH DAN RASULNYA, JUSTRU SEMAKIN JAUH DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA ORANG YANG ADA PENGAKUAN DIDALAM DIRINYA!
INGAT…!!!
KETIKA ADA HAMBA MERASA DEKAT DENGAN ALLOH DAN RASULNYA SESUNGGUHNYA IA JAUH DENGAN ALLOH DAN RASULNYA!
Karena dia merasa dekat, sedangkan merasa dekat sendiri merupakan bentuk pengakuan diri yang merupakan salah satu bibit kanker rohani yang sangat ganas yaitu Ananiyah (AKU) yang berujung kepada syirik dihadapan ALLOH!
Inilah fenomena syirik khofi (penyekutuan ALLOH secara samar – Pengakuanku Sebagai Tuhan) yang terjadi dikalangan umat masyarakat.
Yang mengakibatkan umat menjadi anarkis sebab merasa dirinya paling benar!
Umat menjadi jahat sebab merasa paling tinggi sehingga tidak mau dikalahkan!
Umat menjadi kejam sebab merasa paling benar sehingga tidak mau tersaingi!
Akibatnya ketika ia menjadi seorang pimpinan menjadi kejam karena tidak mau tersaingi!
Sehingga antar satu pimpinan dengan pimpinan lain tidak mau dikalahkan dan merasa paling benar sendiri!
INILAH AWAL HANCURNYA PERADABAN MANUSIA!
Maka kembalilah wahai saudaraku…
Kembali menjadi hamba, menyadari bahwa kita adalah hamba, dan hamba adalah ciptaan, dan ciptaan asalnya tidak ada!
Dan ketika hamba masuk dalam ruang ketiadaan melalui dalam frekuensi kehambaan, disitu ada partikel-partikel suci yang sangat halus siap menarik seorang hamba untuk masuk dalam wilayah suci KETUHANAN! wilayah netral tiada sekutu bagiNYA! Dan hanya dia yang wajib wujud (WAJIBATUL WUJUD), maka ketika hamba ada sedikit perasaan AKU, saat itu terlempar keluar dalam wilayahNya!
Maka ketika hamba masuk dalam wilayah suci KETUHANAN, hati otomatis menjadi bersih, otomatis jiwanya menjadi lemah lembut, menjadi penyejuk bagi jiwa yang gersang, penerang hati yang sedang gelap-gulita, karena hati yang lembut bagaikan tabung resonansi yang mampu menghasilkan cahaya.
Semakin lembut hati seseorang, maka semakin tinggi frekuensi resonansi kelembutan jiwanya, sehingga jiwa yang lembut itu akan menghasilkan cahaya dalam pandangan “cakrawala rohaninya” hingga menembus alam semesta, karena belaian yang lembut bisa membuat hati yang keras menjadi luluh.

Ternyata frekuensi hati seseorang yang teresonansi frekuensi hati yang absolut bisa merubah hati yang negatif menjadi positif, yang keras akan menjadi lunak, yang asalnya takabbur menjadi rendah diri.

“Berbahagialah orang–orang yang mempunyai kelembutan jiwa, ikhlas didalam setiap langkah perbuatan, mereka itulah adalah lampu– lampu petunjuk dimana suatu fitnah digambarkan bagaikan malam yang gelap gulita menjadi nampak terang bagi mereka” (HR. Baihaqi dan Abu Nu’aim dari Tsauban) 
Ingat…!!!
Surga dunia adalah sedetik ingat kepada ALLOH!
Nerakanya dunia adalah sedetik lupa kepada ALLOH!
Ketika sedetik ingat kepada ALLOH, maka sedetik itu ia pingsan dihadapan ALLOH!
Pingsan dari kesombongan, pingsan dari bangga diri, pingsan dari perasaan mampu, pingsan dari perasaan lebih baik daripada yang lain, pingsan dari keaku-akuan (ANANIYAH), karena hanyalah kerendahan yang terbangun didalam jiwanya.
Saat terbangun kerendahan didalam dirinya maka mulialah ahklaq (budi pekertinya), karena dia sudah mengenal akan jati dirinya bahwa dia sesungguhnya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.
Dan ketika sedetik lupa kepada ALLOH, maka sedetik itu ia siuman dari kerendahan dan terbangunlah kesombongan!
Semoga kita semua dilindungi oleh ALLOH SWT, karena kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa!
Aamiin…

Catatan kelam perjalanan “Al Fakir” yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 5  Januari 2017
“Hidup Sekali Harus Berarti”

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment