Home » » Jalan Rahasia Para Kesatria “KESADARAN”

Jalan Rahasia Para Kesatria “KESADARAN”

Written By Admin Saturday, September 9, 2017 - 11:44 PM WIB | 0 Komentar

PESAN MBAH KYAI GURU SAYA
Anakku….
Jalan kau tempuh ini hanya bisa dilewati oleh para pemberani! Para sahabat Nabi sepeti Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali adalah orang-orang pemberani yang mempertaruhkan nyawanya demi tegaknya Agama Islam Mulia Raya ini.
Kalau engkau penakut, lebih baik engkau berhenti disini saja, jangan lanjutkan perjalanan ini karena engkau pasti akan gagal, tapi jika kau keluar dari ini pasti menjadi budaknya dunia terpatri dan terpenjara oleh nafsu dunia dan kau pasti akan tertipu dengan kebahagiaan palsu!
Dan akan dituntut besok di akhiratmu...!!! HATI-HATI...!!! Jalan ini telah diisi oleh lautan air mata kepedihan para Nabi dan Rasul, telah digenangi oleh darah para syuhada dan itu akan tetap berlangsung sampai akhir zaman! Siapkan mentalmu maka berjalanlah bersamaku niscaya engkau akan menemukan jalan menemukan ridho-Nya.
Anakku…
Jangan engkau sibukkan dirimu dengan mengurus setan diluar, kalahkan dulu setan dalam perutmu yang ada dihatimu! maka dengan mudah engkau akan sanggup mengalahkan setan diluar perutmu!
MAKA KELUARKAN DUNIA DIDALAM HATIMU... JADIKANLAH HATIMU RUMAH ALLAH "QOLBUN MU’MIN BAITUL HAQ"
Akan tetapi suatu saat nanti engkau akan berterima kasih pada setan, karena hakekatnya dia diciptakan untuk membuat para penempuh jalan kebenaran menjadi hati-hati dan kuat.
Setan itu lawan tandingmu namun suatu saat dia tidak akan bisa lagi mempengaruhimu, ketika engkau telah bersama dengan Tuhan setiap detak jantungmu, maka tidak ada lagi sesuatu selain Dia! ALLAH didalam hatimu.
Anakku…
Suatu saat nanti Tuhan langsung akan mengujimu!
Ingatlah kisah ahli ibadah zaman dahulu yang dinaikkan maqomnya kepada maqom sangat mulia sehingga Tuhan berkata, “Wahai hambaku yang baik dan mulia, mintalah kepadaku, segala permintaanmu akan Aku penuhi, apakah engkau menginginkan maqom Abdul Qadir? Atau maqam Abu Yazid?” atau para Wali Songo?
Jika suatu saat engkau diuji seperti itu maka serahkanlah segala sesuatu kepada-Nya, jangan engkau meminta apapun karena setiap permintaanmu justru akan membuat engkau terjatuh. Para Guru kita mengajarkan bahwa do’a tertinggi adalah “Engkau yang ku maksud, ridho-Mu yang aku tuntut” dan maqom tertinggi itu tidak lain menjadi hamba yang baik.
Sedangkan sebaik-baik hamba ialah mengenal jati dirinya, saat dia mengenal jati dirinya saat itulah dia mengenal Tuhannya!
“MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFAH ROBBAHU” – SIAPA YANG MENGENAL DIRINYA NISCAYA DIA AKAN MENGENAL TUHANNYA!
Anakku…
Jalan menuju surga itu penuh duri dan air mata.
Apakah kita harus mengalami sakit? Ya!
Apakah harus menjalani derita? Ya!
Apakah harus tertumpah air mata? Ya!
Dan hanya air mata orang dzikirulloh yang bisa memadamkan neraka.
Kalau engkau masih merasakan sakit, susah, kecewa dan tersinggung maka sebenarnya engkau masih lemah, jalani semua cobaan Tuhan dengan sabar dan tawakal.
Disaat semua penderitaan dan kesusahan yang menimpamu tidak mempengaruhimu sedikitpun, maka disaat itulah engkau telah mengalami pencerahan dan engkau telah menjadi manusia kuat dalam arti yang sebenarnya.
Bukankah nabi kita mengajarkan untuk menahan diri dan tidak membalas, seperti kisah di thaif, ketika nabi kita menyeru tentang kebenaran akan tetapi dibalas dengan lemparan batu sehingga bercucuran darah?
Maka orang kuat bukanlah orang yang mengalahkan musuh di medan pertempuran akan tetapi orang yang bisa menahan marah disaat dia bisa marah, menahan sombong disaat dia mampu sombong, menahan membalas disaat dia mampu untuk membalas.
Anakku…
“Surga di bawah telapak kaki ibumu”, begitulah sabda Nabi. Akan tetapi bisakah seorang Ibu yang belum masuk surga bisa memasukkan anaknya ke dalam surga? Atau surga di bawah telapak kaki ibu yang dimaksud oleh nabi itu hanyalah surganya anak-anak? Pertanyaan ini biar engkau saja yang menjawabnya.
Surga itu akan bisa engkau capai setelah melewati 70.000 rasa yang ada di dalam hatimu dan akhirnya engkau akan diberi sebuah kunci surga yaitu “LA ILAHAILLALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH”. Itulah bentengmu dunia dan akhirat.
Anakku….
Apa beda ucapan “LA ILAHAILALLAH” dari orang munafik dengan kekasih Allah?
Orang munafik mungkin bisa sangat fasih mengucapkan kalimat itu, lebih fasih dari dirimu, akan tetapi sayangnya ucapan hanya dimulut saja dan kosong didalam hati sehingga tidak ada kontak dengan Allah.
Mungkin orang munafik itu aku anakku....
Bukan ukuran fasihnya, akan tetapi bagaimana engkau bisa beserta dengan yang punya nama. Nama Allah diturunkan dari sisi-Nya sendiri barulah berlaku di alam ini. Nama Presiden harus dikeluarkan lewat jalur resmi, turun kepada para menteri kemudian kepada Gubernur sampai ke aparat desa barulah nama itu bisa keramat dan ditakuti serta dipatuhi oleh segenap warna negara termasuk aparat negara.
Kalau engkau ambil nama itu bukan lewat jalur yang HAQ maka nama itu hanya menjadi sebuah nama saja tidak ada POWERnya.
KUN FAYAKUN akan terjadi apabila hatinya “NOL”, “FANA”, “LEBUR”, “TENGGELAM DALAM SAMUDERA KEESAANNYA”, “MERASA TIADA” sehingga saat dia berucap sesungguhnya DIA yang berucap, saat dia mendengar sesungguhnya DIA yang mendengar, saat dia berkehendak sesungguhya DIA yang berkehendak, saat dia melihat sesungguhnya DIA yang melihat!
Maka berhati-hatilah, jangan sekali-kali engkau memusuhinya karena saat itu hatinya tertaut pada KEAGUNGANNYA! Seperti kabel yang didalamnya ada aliran listrik, JANGAN SEKALI-KALI MEMEGANGNYA, BERBAHAYA!
Anakku…
Jangankan sampai kepada TUHANNYA, kepada makhluqnya saja kita tidak akan sampai, karena dalam sejarah tidak ada 1 pun makhluq yang bisa ke matahari, kecuali cahayanya sendiri!
Begitupula tidak ada yang sampai kepada ALLAH kecuali NURNYA sendiri, dialah RASULULLAH SAW
Hadist Qudsi:
"KHOLAQTUKA MIN NUURI WA KHOLAQTUL KHOLQO MIN NUURIKA."
"AKU CIPTAKAN ENGKAU DARI NURKU. DAN AKU CIPTAKAN SEMUA CIPTAAN DARI NURMU:
Maka perbanyaklah sholawat salah satunya adalah “SHOLAWAT WAHIDIYAH”:
“ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH”
(Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.)
Yang berfaedah untuk menjernihkan hati, dengan metode “KERENDAHAN”FAQODDHOLAMTU ABDAN WAROBBINI” (SUNGGUH AKU MANUSIA YANG DHOLIM SELALU), merasa rendah serendah-rendahnya karena sesungguhnya manusia tempatnya salah dan dosa serta jadikan hatimu selalu tertaut dipenuhi cinta kepada Rosulallah SAW, dan “NOL” tenggelam kedalam samudera KEESAANNYA “AN TUGHRIQONA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH” karena dengan itu merupakan wasilah untuk menuju kepada TUHANMU!
Seperti filosofi tongkat selalu keatas menunjukkan selalu berserah kepada ALLAH (LILLAH-BILLAH) dan kebawah menunjukkan bahwa manusia tempatnya salah dan dosa!
Jangan biarkan sholawat yang ampuh itu hanya sebatas diakal saja, tidak sampai masuk didalam hati, sehingga tidak merubah akhlaqul karimah, karena ujung dari sholawat itu sendiri adalah “AKHLAQUL KARIMAH”,
“INNAMA BU'ITSTU LIUTAMMIMA MAKARIMAL AKHLAQ” "AKU (MUHAMMAD) DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAQ"
Sedangkan AKHLAQUL KARIMAH yang tertinggi adalah hilangnya “RASA AKU” (AKU PANDAI, AKU MULIA, AKU ALIM, AKU KAYA, AKU ULAMA, AKU PEJUANG KESADARAN, AKU AHLI MUJAHADAH, DSB),
menyadari sesungguhnya manusia adalah ciptaan bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, Karena saat merasa “AKU” sesungguhnya dia memproklamirkan menjadi “TUHAN”!
“INNANI ANA LLAH LA ILAHA ILLA ANA FA’BUDNII WA’AQIMISSHOLATA LIDZIKRII” Artinya:
“Sesungguhnya aku Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali aku. Maka sembahlah aku dan dirikan shalat untuk mengingatku”. (Q.S Thoha 14).
Maka sejatinya sholawat itu adalah senjata yang sangat ampuh untuk untuk menghancurkan “PENYAKIT AKU” yang bersemanyam didalam hatinya umat untuk mengembalikan sifat kemanusiaannya, yang saat ini terjadi krisis karakter manusia kehilangan jati dirinya sehingga menjadikan anarkis, kejam, dan tidak berkeprimanusiaan.
Semoga kita tetap dalam lindungan-Nya serta mendapatkan syafaat Beliau Rosululloh SAW...
ASHOLATHU WA SALAM ALAIKA WAL ALA ALIKA YAA SAYYIDII YAA ROSULALLAH QODHOQOT HILATTI ADRIKNI....
Renungan dibumi Sholawat
"PONPES NGAWITAN KANJENG SUNAN KALIJOGO WALI_KUKUN

Ditulis oleh : GUS DANANG - NGAWI

Sebarkan:

0 comments :

Post a Comment